oleh Li Ming

Media corong partai Komunis Tiongkok, China Central TV Channel 13 pada 27 Desember 2020 waktu setempat, menyiarkan sebuah berita militer, yang topiknya memperkenalkan latihan tempur komprehensif berbasis informasi yang dilakukan oleh brigade sintetis ringan dan mobilitas tinggi di dataran tinggi Komando Militer Tibet di ketinggian lebih dari 4.500 meter. Dalam latihan, unit ini mendemonstrasikan peralatan berteknologi tinggi baru yang diperkenalkan oleh komunis Tiongkok — generasi baru sistem pertempuran individu digital.

Menurut laporan media Tiongkok bahwa ruang lingkup penyebaran jenis baru sistem tempur digital prajurit individu ini mencakup pasukan khusus, infanteri regu biasa, pasukan artileri, udara dan pasukan lapis baja. 

Dikatakan bahwa sistem pertempuran digital individu ini memberi kemungkinan kepada komandan batalion untuk secara langsung memerintahkan arahan kepada individu prajurit, tentara artileri atau udara untuk melakukan serangan, bertahan dan sebagainya dalam pertempuran.

Laporan mengutip informasi yang diungkapkan oleh Jaringan Militer komunis Tiongkok menyebutkan bahwa, sistem tempur digital prajurit yang dipasang pada helm prajurit ini juga dilengkapi dengan antena satelit, lensa mata multi-fungsi penglihatan malam, dan terminal kontrol numerik di bagian lengan. 

Perangkat tersebut selain memberikan perlindungan anti peluru bagi prajurit, juga mengintegrasikan navigator, radio individu, modul kamera, konverter audio, modul pemrosesan informasi dan catu daya.

Lebih penting lagi, sistem ini dilengkapi dengan perangkat penghancur diri. Jadi jika seorang prajurit terluka parah tetapi tidak ingin ditawan oleh musuh, ia dapat mengaktifkan alat penghancur diri selain untuk mempertahankan martabat seorang prajurit, tetapi agar musuh tidak memperoleh informasi apapun tentang sistem ini. Demikian media Tiongkok secara blak-blakan menulisnya. 

Metode penghancuran diri lainnya ada dalam pengendalian komandan yang berada di pusat komando tingkat batalyon. Jika komandan menemukan lewat layar monitor bahwa prajuritnya jauh tertinggal dari barisan atau kelompok prajurit lainnya, lagi pula prajurit tersebut tidak dapat dihubungi lewat perangkat yang ada. Maka terhadap prajurit tersebut mungkin juga akan dilakukan penghancuran diri oleh komandan.

Berita di media dengan cepat menarik perhatian para netizen Tiongkok, banyak netizen dikejutkan dengan fungsi “penghancuran diri” dari perangkat sistem. “Bukankah ini bom manusia ?” seru netizen.

Netizen Tionghoa perantauan juga sangat marah dengan berita itu.

Beberapa netizen di Twitter menulis : Jika dilengkapi dengan perangkat penghancur diri, itu adalah kejahatan yang tak terlukiskan … Hitler saja tidak melakukan hal semacam ini.

Beberapa netizen menulis : Ini terlalu kejam. Tertinggal dari kelompok bisa menghadapi nasib diledakkan oleh komandan. Ini adalah contoh tipikal teknik kontrol untuk operasi masa depan. Mereka takut tentara melarikan diri, berpura-pura mati atau memberontak. Singkatnya, mereka menolak menjadi umpan meriam. Maka kita mengutuk Partai Komunis Tiongkok cepat masuk neraka sampai 10.000 kali pun tidak berlebihan.

Seorang netizen berkomentar : Dulu, tentara komunis meminta setiap prajurit untuk ingat menyisakan sebuah granat yang digunakan untuk dirinya sendiri sebelum dia ditangkap, untuk harakiri bersama musuh. Itu mereka sebut sebagai “Bom Kemuliaan”. Itu benar-benar tidak manusiawi, nyawa manusia lebih tidak berharga ketimbang semangat partai. Partai Komunis Tiongkok benar-benar adalah organisasi roh jahat ! 

Netizen Tiongkok Li Qing menulis komentarnya lewat Twitter : Di negara yang kejam, jahat dan ganas ini, tidak ada lagi tentara, kecuali menjadikan tentara sebagai umpan meriam !

Pengguna internet lainnya juga dengan marah mengkritik militer komunis Tiongkok, karena mengabaikan nyawa manusia, sama sekali tidak peduli dengan nyawa prajurit, mereka hanya  diperlakukan sebagai mesin kekerasan dan umpan meriam.

Ada netizen men-tweet tentang “surat penyerahan tentara AS,” dan membandingkannya dengan sikap berdarah dingin komunis Tiongkok dalam menghargai nyawa prajurit.

Posting tersebut menunjukkan : Pemerintah AS melengkapi setiap prajurit AS dengan surat penyerahan yang dicetak dalam lebih dari selusin bahasa, sehingga prajurit dapat membawanya ke medan pertempuran. Gunanya adalah begitu mereka tidak lagi memiliki kemampuan untuk melawan musuh yang menyerang dengan kekuatan yang jauh lebih besar, maka para prajurit dapat mengeluarkan surat penyerahan ini yang isinya meminta musuh untuk melindungi jiwa raganya sesuai dengan praktek internasional. (sin)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular