Mungkin pemirsa pernah mendengar tentang peradaban Maya! Peradaban Maya pertama kali ditemukan sekitar 2600 SM. Setelah 1800 tahun, peradaban ini mencapai kejayaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Banyak orang yang mengatakan peradaban Maya bangkit secara tiba-tiba dan menghilang secara misterius lebih dari 1.000 tahun yang lalu. Mungkinkah suku Maya adalah bangsa alien dan akhirnya memilih untuk meninggalkan bumi?

Lalu rahasia apa sebenarnya yang tersembunyi pada tengkorak kristal yang paling terkenal dalam budaya suku Maya?

Suku Maya telah menetap di subtropis Mesomerica di bagian negara-negara yang sekarang bernama Guatemala, El Salvador, Belize, Honduras, dan daerah semenanjung Yucatan Meksiko pada 2500 SM silam. Selama periode klasik antara tahun 250 dan 800 M, budaya Maya mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Berikut ini, mari kita lihat sejenak apa saja budaya Maya yang mengejutkan dunia ini ! 

Konsep nol suku Maya 

Bangsa Maya telah mengembangkan konsep nol setidaknya 100 tahun lebih awal daripada di India, sekitar 350 Masehi. Selain nol, mereka juga menemukan titik untuk mewakili angka 1, dua titik untuk angka 2 dan seterusnya hingga sampai 5 kemudian menggunakan simbol baris sebagai angka 5. 

Kalender Maya 

Suku Maya bahkan menggunakan tiga jenis kalender, yakni Kalender Sekular atau Haab/ Penanggalan surya, Kalender Hitung Panjang, dan Kalender Suci atau Tzolk’in. Satu tahun dalam penanggalan surya adalah 365 hari, tetapi mereka menemukan satu tahun tidak pas 365 hari, jadi mereka memadukan kalender Hitung Panjang untuk memperbaiki kesalahan ini. 

Dari hasil koreksi, satu tahun di bumi sama dengan 365,2420 hari, sementara dari hasil perhitungan kita sekarang jumlah hari sebenarnya dalam setahun adalah 365,2422. Perbedaan keduanya hanya terpaut 0,0002 hari! Sedangkan Kalender Suci atau Tzolk’in hanya memiliki perhitungan 260 hari. Setelah melewati itu, maka tahun baru akan dimulai lagi, sama seperti kalender masehi yang berjumlah 365 hari.

Nah disinilah intinya! Kita tidak dapat menemukan planet mana pun di seluruh tata surya yang menggunakan sistem kalender ini. Jadi ada yang beranggapan, mungkinkah ini kalender yang digunakan oleh alien? 

Menurut para cendekiawan lainnya, itu mungkin kalender yang digunakan saat ritual. 

Teori Kiamat 

Pada tahun 2012 lalu, ada sebuah pemberitaan yang tak henti-hentinya dijadikan topik diskusi, yaitu suku Maya meramalkan kiamat akan tiba pada 21 Desember 2012. Saat itu, itu adalah angka berdasarkan Kalender Hitung Panjang suku Maya, tetapi sebenarnya, suku Maya percaya bahwa hidup dan mati itu dalam siklus yang tiada henti. Jadi setelah tanggal 21 Desember 2012, sebenarnya itu hanyalah permulaan dari periode berikutnya, bukan akhir dunia.  

Pencapaian medis suku Maya 

Suku Maya menggunakan obsidian sebagai pisau bedah. Di era sekarang, beberapa operasi plastik dilakukan dengan pisau bedah yang terbuat dari bahan obsidian. Karena obsidian tidak hanya bisa membuat luka sembuh dengan cepat, tapi juga mengurangi terjadinya bekas luka. 

Selain itu, ketika patah tulang mereka akan membuat gipsum untuk membantu penyembuhan tulang, dan suku Maya juga akan menggunakan batu giok dan pirus untuk membuat prostetis, yakni alat buatan yang menyerupai bentuk bagian tubuh untuk menggantikan bagian tubuh tersebut yang hilang atau rusak akibat trauma, penyakit, atau kondisi prakelahiran.

Dan mereka akan menggunakan mineral pirit atau pirit besi untuk menambal gigi yang rusak karena makan terlalu banyak coklat. 

Konsep ditemukannya buku 

Mereka juga suku pertama yang menggunakan kulit pohon untuk membuat buku sebagai catatan, tapi sayangnya hanya 4 buku suku Maya kuno yang tersisa di dunia saat ini.  

Cokelat dan karet 

Bangsa Maya juga suku pertama yang memakan biji-bijian kakao. Sampai di sini, tidak ada salahnya kita memberikan penghormatan tertinggi pada suku Maya! 

Selain itu, bola karet pertama di dunia juga dibuat oleh suku Maya. Sekitar 3.600 tahun yang lalu, suku Maya telah mengetahui cara mengolah karet agar elastis, tahan panas, dan tidak mudah putus atau pecah. 

Namun teknologi ini di era sekarang ditemukan oleh Charles Goodyear, seorang pria berkebangsaan Amerika Serikat yang menemukan metode vulkanisasi karet pada tahun 1840 dan  menggunakan teknologi ini untuk membuat ban dan sepatu. 

Pada abad ke-16, uskup Katolik Spanyol, Diego de Landa Calderón (1524-1579) datang ke Maya bersama tentara Spanyol.

Pada saat itu, Maya sudah mulai merosot karena alasan yang tidak diketahui, tetapi Diego de Landa tetap saja terkesima melihat bangunan piramida yang megah di depannya dan pengetahuan tentang astronomi, penanggalan, matematika bangsa Maya yang luar biasa. 

Diego de Landa  mendapati bahwa suku bangsa Maya memiliki dewa yang dipuja. Untuk mempertahankan bahwa Katolik adalah agama paling tinggi di dunia, Diego de Landa memerintahkan pembakaran sejumlah besar buku Maya. Hal ini membuat budaya Maya diselimuti tirai yang misterius. 

Hingga tahun 1839 Masehi, penjelajah asal Amerika Serikat, John Lloyd Stephens (1805-1852) kembali menemukan reruntuhan suku bangsa Maya di hutan Amerika Tengah. Penemuan ini sekaligus membuat peradaban kuno itu muncul lagi di depan dunia. Kemudian, para arkeolog menggunakan sedikit data yang tersisa untuk disatukan dan mengetahui bahwa budaya Maya bukanlah negeri kesatuan yang totaliter. Mereka sebenarnya adalah budaya yang terdiri dari beberapa negara kota. 

Hal yang paling mengejutkan para arkeolog adalah ternyata budaya Maya berasal dari peradaban Neolitikum atau Zaman Batu Muda, atau dengan kata lain mereka tidak menggunakan alat logam apa pun untuk membangun piramida mereka.  

Piramida Kukulkan 

Piramida Kukulkan sebenarnya adalah piramida yang terletak di kota Maya kuno di Chichen Itza. Kukulkan adalah nama dari dewa ular bersayap bernama Quetzalcoatl. Piramida ini dibangun untuk memuja dewa ular Quetzalcoatl. Sekarang terdaftar sebagai salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Baru. 

Temple of Kukulkan ini memiliki total 365 anak tangga, yang melambangkan satu tahun penuh dalam kalender bangsa Maya. Tepatnya, setiap sisi piramida memiliki 91 anak tangga, empat sisi sama dengan total 364 anak tangga; ditambah satu kuil ular berbulu di bagian atas, sehingga total ada 365 anak tangga, dan tepat 365 hari dalam satu tahun.

Hal yang lebih menakjubkan lagi, saat matahari terbenam di musim semi dan musim gugur setiap tahun, bayangan seperti ular akan muncul di sisi utara Piramida Kukulkan, yang melambangkan kebangkitan ular berbulu dari kuil tersebut.

Itu sekali lagi menunjukkan bahwa penguasaan perputaran antara bumi dan matahari tingkat tinggi mereka yang konstan bahkan menggabungkan pengetahuan astronomi ini dengan teknologi arsitektur dengan begitu sempurna. 

Selain itu, ketika Anda bertepuk tangan di bawah piramida, suara yang ditransmisikan ke piramida dan dipantulkan kembali itu ternyata bisa berubah menjadi suara burung, dan burung ini bukanlah burung biasa. Itu adalah burung suci bangsa Maya, Quetzal gemerlapan atau Pharomachrus mocinno. Dalam bahasa latin, adalah sejenis burung dalam keluarga burung luntur. Terkenal karena bulunya yang berwarna-warni. Lalu mengapa tepuk tangan bisa menjadi suara burung? 

Para ahli menemukan, jika anak tangga piramida dilihat dari bawah ke atas maka ketinggian anak tangga piramida akan berubah dari tinggi menjadi rendah, dan anak tangga berubah dari sempit menjadi lebar sehingga suara tepukan tangan akan berubah menjadi suara burung suci, Quetzal gemerlapan. 

Dalam beberapa tahun terakhir, para arkeolog juga menemukan sebuah piramida di dalam piramida Kukulkan. Tak hanya itu, para arkeolog juga menemukan gua-gua alami di bawah piramida dan bahkan menemukan sebuah jalan rahasia. Namun para ilmuwan masih dalam tahap penelitian terkait temuan ini.

 Tengkorak kristal 

Suku Indian punya sebuah legenda. Menurut legenda, total ada 13 tengkorak kristal di dunia ini, yang diturunkan secara turun temurun oleh nenek moyang suku Indian dan tersebar di belahan dunia. Tengkorak-tengkorak kristal ini menyimpan rahasia informasi terpenting bagi umat manusia. 

Selain itu, legenda ini juga meramalkan bahwa ketika manusia berada pada titik kritis, 13 kepala tengkorak kristal akan bersatu kembali. Dan ketika mereka berkumpul, manusia akan mendapatkan pengetahuan dan kearifan terpenting di dunia. 

Pada tahun 1920 masehi, penjelajah Inggris FA Mitchell Hedges benar-benar menemukan sebuah tengkorak kristal di sebuah kuil di Honduras, Amerika Tengah. Hal yang lebih mengejutkan lagi, kristal dari tengkorak kristal ini bukanlah kristal biasa! Tapi ternyata adalah “kuarsa”.  Kuarsa digunakan di ponsel dan penyimpanan di komputer serta peralatan komunikasi yang sekarang digunakan manusia. Kuarsa ini bahkan jauh lebih hebat dari chip! Kuarsa sekecil ini dapat menyimpan 360 TB – Terabyte/ Terabita atau 368640 GB-Gigabyte. Bisa dibayangkan, berapa banyak informasi yang bisa disimpan di tengkorak kristal yang hampir sebesar kepala manusia ini? Lalu benarkah ada informasi penting yang tersembunyi di tengkorak kristal ini? 

Penduduk setempat mengatakan kepada FA Mithcell Hedges, tengkorak kristal ini diwariskan kepada mereka oleh nenek moyang mereka yang berasal dari luar angkasa.

 Pesawat luar angkasa 

Pada tahun 1952, arkeolog Meksiko Alberto Ruz Lhuillier menemukan makam Pacal II, juga disebut Pacal yang Agung, adalah penguasa pemerintahan Maya di Palenque. Tetapi yang paling mengejutkan dunia adalah penemuan totem di sarkofagusnya. Banyak orang merasa totem ini sangat mirip dengan roket masa kini dan orang di totem sedang mengoperasikan peluncuran roket.

Tentu saja, ada beberapa arkeolog yang percaya bahwa yang terukir di totem tersebut sebenarnya adalah Pohon Dunia bangsa Maya. Apa yang disebut misteri bangsa Maya yang belum terpecahkan itu sebenarnya disebabkan oleh perintah uskup Spanyol Diego de Landa untuk membakar hampir semua literatur bangsa Maya. Kita dapat melihat, bangsa Maya bukan hanya penemu sistem penulisan, tetapi juga suku bangsa yang suka mencatat segala sesuatu.

Mereka akan mencatat sejarah dan kearifan mereka pada buku-buku yang terbuat dari kulit kayu dan prasasti. Karena sebagian besar buku telah dibakar, itu menyebabkan budaya Maya, penuh dengan banyak misteri yang belum terpecahkan. Oleh karena itu, kita mungkin tidak akan pernah bisa memastikan apakah budaya Maya ada hubungannya dengan alien, karena buktinya telah dihancurkan. Satu-satunya hal yang dapat dipastikan adalah suku Maya tidak lenyap. Saat ini, masih ada lebih dari 7 juta orang suku Maya yang tersebar di Meksiko dan negara-negara Amerika Tengah lainnya. (jon)

Sumber : berbagaisumber

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular