Erabaru.net- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kabarkan dirinya positif terinfeksi COVID-19. Hal demikian disampaikannya secara langsung melalui akun instagramnya, Sabtu (2/01/2021).

Khofifah menyebutkan ia mengalami kondisi tanpa gejala. Perihal dirinya diketahui positif COVID-19, berdasarkan hasil test swab mingguan.

“Berdasarkan hasil swab reguler mingguan, saya dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Tidak ada gejala yang saya rasakan. Saat ini, saya menjalani isolasi mandiri. Segala tugas pemerintahan tetap bisa saya kordinasikan bersama Wagub, Sekda dan para OPD. Mohon doa, agar saya bisa segera sembuh dan beraktivitas seperti sedia kala,” ujarnya dalam akun instagramnya.

Selain itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama itu meminta kepada masyarakat Jawa Timur agar tidak meremehkan virus tersebut.  Ia juga meminta kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

BACA JUGA :  Pakar : Gunakan Nama ‘Virus Komunis Tiongkok’ untuk Menuntut Tanggung Jawab Rezim Komunis Tiongkok atas Krisis Global

Pada tahun lalu sejumlah kepada daerah di Jawa Timur turut terinfeksi. Mereka adalah Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari  terinfeksi COVID-19 pada November 2020.  Pada  Desember 2020, Walikota Malang Sutiaji dan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq juga terinfeksi COVID-19. 

Sedangkan Bupati Sumenep KH. Busyro Karim, dan istrinya Nur Fitriana dan anaknya yang tengah hamil positif COVID-19 pada pertengahan Desember 2020. Namun demikian, mereka sekeluarga sudah kembali negatif COVID-19.

Deretan kepala daerah lainnya yang terinfeksi adalah  Bupati Jombang, Mundjidah Wahab yang terinfeksi pada November 2020. Selain itu,Bupati Gresik Sambari Halim Radianto juga positif COVID-19, ia kini dirawat di salah satu rumah sakit di Surabaya.

Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin dan Bupati Situbondo Dadang Wigiarto meninggal dunia karena terinfeksi COVID-19.

Hingga 4 Januari 2021, kasus terinfeksi COVID-19 di Jawa Timur yang dicatat mencapai 87.070 kasus kumulatif. Sedangkan angka kesembuhan  74.967 kasus.  Jawa Timur memiliki angka kematian tertinggi di seluruh Indonesia akibat COVID-19 dengan 6.065 kasus secara kumulatif. (asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular