Allen Zhong

Ilmuwan Data mengungkapkan data pemilihan umum di negara bagian Pennsylvania menunjukkan bahwa lebih dari 432.000 suara telah dihapus dari Presiden Donald Trump selama pemilihan umum pada bulan November 2020. 

Menurut seorang analisis dari Data Integrity Group, yang diperoleh secara eksklusif oleh The Epoch Times, suara-suara untuk Donald Trump — baik suara-suara dari hari pemilihan umum maupun maupun surat-surat yang dikirim melalui pos — dihapus dari total suara di setidaknya di 15 kabupaten.

Data pemilihan umum berdasarkan waktu menunjukkan suara Donald Trump menurun di berbagai kabupaten pada banyak titik waktu, bukannya meningkat seperti yang diharapkan dalam keadaan normal.

Data Integrity Group mengungkapkan penghapusan suara-suara pada hari pemilihan umum terjadi selama  proses tabulasi suara di setidaknya 15 kabupaten, termasuk Lehigh County, Chester County, Allegheny County, Armstrong County, Westmoreland County, Northampton County, Delaware County, Montgomery County, Lackawanna County, Dauphin County, Pike County, Carbon County, Washington County, Erie County, dan Luzerne County.

 Sementara itu, penghapusan suara-suara absensi terjadi di Allegheny County, Chester County, dan Lehigh County.

Data Pennsylvania menunjukkan suara Trump menurun di berbagai titik waktu di Allegheny County dan Chester County , ungkap Data Integrity Group. (Screenshot)

Sedikitnya 432.116 suara — 213.707 suara pada hari pemilihan umum dan 218.409 suara absensi — adalah total suara yang dihapus.

“Ada pergerakan-pergerakan suara di semua calon. Namun, kami tidak melihat jenis penurunan negatif yang sama untuk salah satu calon [lainnya] di mana kami melihat hal tersebut terjadi pada penghitungan suara untuk Presiden Donald Trump, dan hal tersebut terjadi berulang kali tanpa ada penjelasan,” Lynda McLaughlin, seorang anggota Data Integrity Group, mengatakan kepada The Epoch Times.

Kantor Kemenlu Negara Bagian Pennsylvania tidak menanggapi permintaan untuk komentar dari The Epoch Times.

Data Integrity Group adalah sekelompok ilmuwan, insinyur, dan para ahli yang mempelajari mesin yang telah bekerja sama untuk memeriksa, apakah ada atau tidak manipulasi data pada pemilihan umum tahun 2020.

Jajaran ilmuwan data di Data Integrity Group mencakup Justin Mealey dan Dave Lobue.

Justin Mealey adalah seorang veteran sembilan tahun di Angkatan Laut Amerika Serikat, tempat ia bekerja sebagai seorang teknisi peperangan elektronik, teknisi kriptologi, dan ahli bahasa Arab. Ia bekerja di NSA sebagai seorang manajer misi untuk Levant/Afrika Utara dan kemudian bekerja sebagai seorang kontraktor CIA di Pusat Kontra-Terorisme Nasional.

Dave Lobue memiliki pengalaman selama 12 tahun dalam ilmu data dan pembelajaran mesin di layanan di bidang keuangan, telekomunikasi, dan industri-industri konsultasi penelitian. Saat ini ia berspesialisasi dalam aplikasi kecerdasan buatan.

Para ilmuwan data dari Data Integrity Group telah menganalisis beberapa data pemilihan umum di beberapa negara bagian termasuk Arizona dan Georgia.

Dalam analisis mereka terhadap data pemilihan umum di Georgia, Data Integrity Group mengatakan pihaknya menemukan lebih dari 30.000 suara telah dihapus dari penghitungan suara untuk Donald Trump, dan 12.173 suara lainnya untuk Donald Trump dialihkan ke Joe Biden. 

Data Integrity Group tidak menyebutkan nama pejabat negara, pejabat daerah, atau produsen mesin pemungutan suara yang terkait karena melakukan kesalahan.

Namun, Data Integrity Group mendesak negara bagian tersebut untuk mengizinkan audit forensik untuk menegakkan integritas pemilihan umum. Data Integrity Group mengatakan bahwa adalah tidak bertanggung jawab untuk mengesahkan hasil pemilihan umum sebelum dugaan kesalahan dan anomali dijelaskan.

“Intinya adalah kesalahan-kesalahan telah dibuat. Data mengkonfirmasi kesalahan-kesalahan ini dan adalah tidak masalah apakah mereka itu adalah mesin atau manusia, mereka tetap adalah kesalahan-kesalahan dan layak mendapatkan tinjauan kedua dan analisis menyeluruh melalui audit forensik untuk menemukan jawabannya,” kata Data Integrity Group.

Para pemilih Pennsylvania memberikan suaranya untuk Joe Biden dan Kamala Harris sebagai presiden terpilih dan wakil presiden terpilih pada tanggal 14 Desember 2020.

Hasil-hasil bersertifikat Pennsylvania menunjukkan Joe Biden memenangkan Keystone State (nama lain untuk Pennsylvania) dengan 80.555 suara.

Edison Research Mengakui Satu Kesalahan dalam Pengalihan Suara

Selama proses tabulasi suara, hasilnya, yang sudah diketahui umum sebagai hasil tabulasi, dikirim ke Kantor Kemenlu Negara Bagian. Data tersebut kemudian juga dibagikan kepada media melalui Edison Research.

Kesalahan-kesalahan dapat dilakukan dalam beberapa langkah dalam proses pelaporan hasil pemilihan umum.

Meskipun tidak jelas apa yang menyebabkan kesalahan-kesalahan yang ditandai oleh Data Integrity Group, Edison Research memang mengakui ada sebuah kesalahan pelaporan yang terjadi secara terpisah.

Dalam sebuah klip video siaran langsung malam pemilihan umum di CNN yang beredar luas, 19.958 suara terlihat dialihkan dari Donald Trump ke Joe Biden dalam waktu 30 detik.

Rob Farman, wakil presiden eksekutif di Edison Research, mengakui bahwa “peralihan” tersebut berasal dari sebuah kesalahan pelaporan singkat dari Edison Research.

Ia mengatakan kepada The Associated Press bahwa umpan negara dari Armstrong, Pennsylvania, pertama menunjukkan nilai yang benar dari 24.233 suara untuk Donald Trump dan 4.275 suara untuk Joe Biden, tetapi salah satu anggota tim secara tidak sengaja memasukkan suara-suara tersebut secara  mundur — 4.275 suara untuk Donald Trump dan 24.233 suara untuk Joe Biden. 

Rob Farman mengatakan tim kendali mutu Edison Research menemukan kesalahan tersebut dan memperbaikinya pada malam itu. (Vv)

Share

Video Popular