oleh Li Yun

Kongres AS mengadakan pertemuan untuk menghitung suara elektoral setiap negara bagian dan mengesahkan presiden AS berikutnya pada 6 Januari 20201. Pada hari itu masyarakat yang datang dari semua negara bagian berkumpul di ibu kota Washington untuk memprotes kecurangan pemilu. Tetapi pada sore hari, sejumlah warga tiba – tiba masuk ke dalam gedung Capitol sehingga bentrokan berdarah terjadi.

Menurut CNN, Kepala Kepolisian Washington DC Robert Contee mengatakan bahwa selama bentrokan di gedung Kongres pada 6 Januari 2021, 3 orang meninggal dalam perawatan medis darurat. Salah satu korban tewas adalah seorang wanita dewasa dengan 2 orang pria dewasa. Tetapi dia tidak merinci apakah mereka ini ikut serta dalam tindak kekerasan terhadap Kongres.

Pada saat yang sama bom Robert Contee mengumumkan bahwa sebanyak 52 orang ditangkap, 47 diantaranya ditangkap karena melanggar jam malam dan serangan ilegal, 4 orang membawa senjata api tanpa izin, dan 1 orang membawa senjata yang dilarang. 

Petugas penegak hukum mengarahkan senjata mereka ke pintu yang dirusak di Kamar DPR selama sesi gabungan Kongres di Washington, pada 6 Januari 2021. (Drew Angerer / Getty Images)

Otoritas juga menemukan bom berbentuk pipa dalam kantor Komite Nasional Partai Demokrat dan Republik, dan senjata laras panjang serta bom bensin dalam mobil di Capitol Hill.

Menurut stasiun TV San Diego KUSI, wanita yang ditembak di dalam gedung Kongres bernama Ashli ​​Babbit, warga San Diego, California. Dia pernah bertugas di Angkatan Udara AS selama 14 tahun dan berpartisipasi dalam pertempuran sebanyak 4 kali. Ia menjabat sebagai petugas keamanan senior selama masa kerjanya.

Suami Ashli Babbit mengatakan kepada stasiun TV KUSI setempat bahwa istrinya adalah pendukung Trump dan seorang patriot di mata warga sekitarnya.

Keluarga Babbit mengatakan bahwa mereka baru mengetahui berita tersebut dari TV. Tetapi pemerintah tidak memberitahukan kepada mereka.

Kepala Kepolisian Washington DC Robert Contee mengatakan dalam jumpa pers bahwa insiden penembakan terhadap petuga polisi masih dalam penyelidikan.

Walikota Washington, DC, Muriel Bowser memerintahkan penutupan sementara untuk umum wilayah sekitar Capitol Hill selama 12 jam mulai 6 Januari pukul 6 sore hingga 7 Januari pukul 6 pagi waktu setempat.

Muriel Bowser dalam instruksinya menyebutkan : Selama jam malam berlaku, tidak seorang pun kecuali yang ditunjuk oleh walikota boleh berjalan, bersepeda, berlari, berkeliaran, berdiri, atau berkendaraan apapun melalui jalan, gang, taman atau tempat umum lainnya.

Perintah ini tidak berlaku untuk personil yang memiliki sifat layanan dasar, termasuk personel media.

Setelah jam malam dimulai, Robert Contee mengatakan bahwa 30 orang ditangkap malam itu karena melanggar ketentuan jam malam.

Ketika konflik terjadi, Trump men-tweet kepada para pengunjuk rasa : Harap kalian memberikan dukungan kepada para polisi kongres dan penegak hukum. Mereka memang memihak negara kita. Jaga perdamaian !

Setelah itu, Trump memposting video yang berdurasi sekitar satu menit melalui Twitter, meminta para pendukung yang berkumpul di Washington DC, untuk pulang ke rumah masing-masing.

“Saya ikut merasakan sakit hati kalian. Kita mengadakan pemilihan, tetapi pemilihan itu telah dicuri. Ini adalah kemenangan yang luar biasa. Semua orang tahu, terutama kubu lawan, tetapi kalian harus pulang sekarang. Kita harus tetap menjaga perdamaian. Untuk memelihara hukum dan ketertiban”, kata Presiden Trump. 

Ia melanjutkan : “Saya tidak ingin melihat siapa pun terluka. Saat ini adalah saat yang paling sulit … Ini adalah pemilu yang curang, tetapi kalian harus pulang dengan selamat. Kami mencintai kalian. Kalian adalah warga istimewa, tetapi pulang lah, pulang lah dengan selamat”. (sin)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular