Erabaru.net. Kucing dan anjing liar ditinggalkan membeku di cuaca yang sangat dingin yang mencapai -50C tanpa perlindungan yang layak di musim dingin di Yakutsk.

Relawan Yakutsk menyerukan tindakan segera untuk menyelesaikan situasi kritis dengan hewan liar yang menjadi korban cuaca dingin yang menghancurkan tulang.

Dalam dua minggu terakhir, ibu kota Republik Sakha, wilayah berpenduduk terdingin di dunia, mengalami penurunan suhu hingga -50°C.

Meskipun ini adalah hal yang biasa bagi penduduk setempat yang tangguh, yang mana sekolah tetap beroperasi untuk anak-anak usia dasar di suhu -52°C di Desa Oymyakon, tapi bagi hewan liar, mereka tidak tahan dingin seperti itu.

Kelompok relawan lokal volontery_ykt mendapat banyak laporkan kasus hewan liar yang ditinggalkan di luar.

Panggilan mereka meminta bantuan datang terlambat untuk induk kucing yang tragis, difilmkan mengeong di salju, dia membeku sampai mati beberapa jam kemudian bersama dengan anak-anaknya.

Setidaknya satu anjing mati membeku, dengan lusinan terlihat tak berdaya menunggu untuk diizinkan masuk ke blok flat, toko, atau mereka dibiarkan tidur di salju.

Banyak dari anjing tersebut memiliki tanda telinga bernomor, yang menandakan bahwa mereka telah menjalani vaksinasi wajib dan dikebiri sesuai dengan undang-undang baru Rusia tentang hewan liar.

Otoritas dokter hewan Yakutsk mengatakan beberapa hari lalu bahwa mereka berhenti melepaskan hewan liar yang sudah diberi tag.

Tapi yang jelas beberapa dari mereka sudah dilepaskan saat hawa dingin tiba.

Pada awal Desember sekitar 1.550 hewan liar telah dikebiri dan diberi tag di Republik Yakutia.

Dari jumlah tersebut, 1.212 dilepaskan kembali ke jalanan.

Tidak ada statistik yang jelas tentang berapa banyak hewan liar yang hidup di Yakutsk.

‘Salah satu masalah terbesar dengan penerapan undang-undang baru adalah tidak adanya tempat penampungan. Ada dua tempat penampungan kota di distrik Mirninsky dan Lensky, dan satu tempat penampungan pribadi di distrik Aldansky ‘, kata kepala departemen kedokteran hewan Petr Petrov.

Fasilitas yang ada saat ini di Yakutsk tidak memenuhi persyaratan tempat penampungan, katanya. (yn)

Sumber: siberiantimes

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular