Erabaru.net. Seorang gadis berusia 12 tahun telah membalas kebaikan seorang pria tunawisma yang telah mengembalikan dompet neneknya yang hilang.

Seorang pria tunawisma, Sean Currey sedang mengais-ngais di tempat sampah untuk mencari makanan di belakang kedai kopi di San Rafael, California, AS, pada 10 Desember ketika dia melihat dompet milik penduduk Mill Valley yang berusia 80 tahun, Evelyn Topper, The Washington Post melaporkan.

Meskipun Sean, 57 tahun, yang telah menjadi tunawisma selama bertahun-tahun, sempat berpikir untuk menggunakan kartu kredit di dalamnya, dia akhirnya memutuskan untuk menelepon Evelyn dan mengembalikan dompetnya, menurut outlet tersebut.

“Siapa pun yang berada dalam posisi tunawisma, kedinginan, lelah, dan lapar, jika mereka menemukan kartu kredit, mereka akan memikirkannya,” Sean, mengatakan kepada Washington Post . “Tapi apakah Anda akan bertindak berdasarkan itu adalah dua hal yang berbeda.”

“Saya lebih suka kedinginan dan lapar dan tahu bahwa saya melakukan hal yang benar,” tambahnya.

Setelah mendengar tentang bagaimana Sean telah mengembalikan dompet neneknya, Mikayla Gounard, cucu Evelyn ingin menunjukkan rasa terima kasihnya, jadi dia mulai mengumpulkan uang untuknya – dan sejak itu telah menerima lebih dari 30.000 dollar (sekitar Rp 426 juta) dalam bentuk sumbangan.

“Apa yang dimulai dengan dompet yang hilang, berkembang menjadi penggalangan dana dan sekarang telah menumbuhkan persahabatan dengan seluruh keluarga,” tulis Vanessa Topper, ibu Mikayla, di halaman GoFundMe yang disiapkan untuk Sean. “Ini bukan tentang amal. Ini tentang welas asih, bentuk cinta tertinggi.”

Kisah menghangatkan hati dimulai pada 9 Desember ketika Evelyn kehilangan dompetnya saat membeli latte dan boba tea untuk dirinya dan Mikayla di Kamson Coffee, lapor KNTV melaporkan.

Rekaman kamera keamanan di kedai kopi dilaporkan menunjukkan Evelyn membayar minuman dan kemudian memasukkan dompetnya ke dalam saku jaketnya. Namun, Evelyn tidak mengancingkan sakunya, yang tampaknya menjadi penyebab dompetnya terjatuh.

Baru setelah dia pulang, Evelyn menyadari dompetnya telah hilang, menurut KNTV.

“Saya langsung telepon kedai kopi,” kenangnya pada Washington Post . “Aku menggeledah mobil dan rumahku. Aku tahu pasti jatuh di suatu tempat di tempat parkir.”

“Di dompet kecil ini ada segalanya,” tambahnya pada KNTV. “Kartu kredit, debit, kartu medicare. Semua yang saya miliki. Saya putus asa.”

Tak lama kemudian, Evelyn menerima telepon dari nomor tak dikenal. Di ujung lain ada Sean, memberi tahu dia bahwa dia telah menemukan dompetnya dan ingin mengembalikannya, menurut Washington Post .

“Saya mulai berteriak,” kenang Evelyn. “Aku tidak percaya itu.”

Sean mengatakan dia bersikeras untuk menemukan Evelyn dan mengembalikannya, meskipun ada saran dari teman untuk melakukan sebaliknya, “karena saya punya hati” dan “itulah cara saya dibesarkan,’ lapor KNTV.

“Saya ingin seseorang melakukan hal yang sama untuk saya jika saya kehilangan dompet saya,” tambah Sean pada Washington Post.

Pasangan itu mengatur untuk bertemu di tempat parkir di pusat perbelanjaan terdekat, yang juga kebetulan di mana Sean memarkir Chevy Tahoe-nya, mobil yang saat ini dia tinggali, menurut Washington Post.

Sesampai di sana, Evelyn memberinya uang untuk menunjukkan penghargaan atas kebaikannya. Kemudian, dia menelepon putri dan cucunya untuk memberi tahu mereka tentang perbuatan baiknya.

Terinspirasi oleh kebaikan Sean, Mikayla memutuskan bahwa dia ingin melakukan sesuatu untuk menunjukkan rasa terima kasihnya, lapor Washington Post.

Karena dia sudah berencana untuk mengumpulkan uang untuk amal di pesta ulang tahunnya yang akan datang, Mikayla berpikir tidak ada salahnya untuk memfokuskan upaya donasinya pada Sean, yang keluarganya ketahui telah menjadi tunawisma selama hampir lima tahun, seperti dilaporkan media.

Pada hari pesta ualang tahunya, dan setelah mendapat izin dari Sean, tamu Mikayla berjalan melewati jalan masuk rumahnya – dihiasi dengan meja, balon dan foto Sean di samping mangkuk uang – dan meninggalkan ucapan selamat ulang tahun, serta sumbangan uang.

Pada akhir pesta, dia telah mengumpulkan 475 dollar (sekitar Rp 6,7 juta) untuk Sean, yang dia dan ibunya harus serahkan secara pribadi kepadanya di tempat parkir, Washington Post melaporkan.

“Saya melihatnya tersenyum, dan itu membuat saya sangat bahagia,” kenang Mikayla ke outlet media. Sementara Sean mengatakan,: “Saya sangat tersentuh. Menyegarkan, mengetahui bahwa orang-orang seusianya ingin membantu.”

Tetapi orang-orang masih bertanya kepada Vanessa dan Mikayla bagaimana mereka dapat membantu. Jadi, pasangan ibu-anak ini membuat halaman GoFundMe, dengan tujuan mengumpulkan cukup uang untuk membawa Sean keluar dari jalanan dan memasuki situasi perumahan sementara yang akan membuatnya aman dan hangat.

“Pasangan yang tak terduga, yang hidupnya terjalin dari satu tindakan kejujuran dan kemurahan hati lainnya,” tulis Vanessa di halaman GoFundMe. “Mari belajar dari anak-anak kita untuk menanam benih dan melihatnya tumbuh …”

Saat donasi terus mengalir, Sean mengatakan dalam update video YouTube baru-baru ini bahwa dia “merasa sangat diberkati.”

“Siapa yang tahu bahwa mengembalikan dompet kepada seseorang yang tidak saya kenal akan berubah menjadi sesuatu yang akan memicu sesuatu yang sangat baik?” katanya.

“Saya yakin saya memiliki hati yang baik,” Sean menambahkan pada Washington Post.

“Mungkin, jika saya terus melakukan hal yang benar, lebih banyak orang juga akan melakukannya, dan itu akan mengubah dunia, dengan cara kecil, menjadi lebih baik,” pungkasnya. (yn)

Sumber: people

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular