NTD Asia Pasifik

Selama kerusuhan di Capitol AS, Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, kehilangan laptop. Host Ann Vandersteel baru-baru ini merilis sebuah video wawancara dengan pensiunan Letnan Jenderal Angkatan Udara AS,  Thomas McInerney. Pensiunan jenderal bintang tiga itu mengatakan bahwa laptop tersebut, diperkirakan telah jatuh ke tangan pasukan khusus AS. Ada data di komputer yang membuktikan kejahatan pengkhianatan negara dari Pelosi. Itu sebabnya Pelosi sangat ingin mendakwa Presiden Trump

Pensiunan Letnan Jenderal Angkatan Udara A.S. Thomas McInerne membeberkan tentang laptop Ketua DPR AS Nancy Pelosi yang hilang saat kejadian 6 Januari 2021. Ia juga mengungkapkan mengapa Pelosi ingin mendakwa Trump. Hal demikian disampaikannya dalam video yang diunggah oleh Host Ann Vandersteel baru-baru ini. 

Dalam video Jenderal bintang itu mengatakan : “Lihat Pelosi, Anda lihat Chuck Schumer, baru mengetahui bahwa Pelosi telah menghubungi Mark Milley, Ketua Kepala Staf Gabungan. Mereka Mencoba menggunakan Amandemen ke-25 untuk  mendakwa dia Trump. Kenapa? Karena pada hari Rabu 6 Januari 2021, mereka mengambil laptop Pelosi, dan dia panik. 

Ia kemudian melanjutkan bahwa Pasukan khusus ada di Capitol, bercampur di Antifa. Mereka sudah mendapatkan laptop dan datanya Pelosi. Jadi Anda akan bertanya, lihat, Trump hanya memiliki 12 hari tersisa di kantor, padahal Tanggal 20 januari sudah tiba. Mengapa Anda harus gusar dan mengusir Trump pergi? bukankah , mereka takut karena mereka mempunyai data. Ini pengkhianatan negara, ingat, pengkhianatan negara, pengkhianatan negara tingkat tinggi. “

Situs berita konservatif AS “The Western Journal” melaporkan bahwa pejabat Departemen Pertahanan AS mengonfirmasi bahwa Presiden AS Trump, masih menjadi panglima tertinggi dari tiga angkatan dan menolak untuk berpartisipasi dalam kudeta militer yang mendorong Trump untuk mundur. 

Laporan tersebut mengutip dua wartawan dari New York Times yang mengatakan bahwa para pejabat di Pentagon mengatakan mereka tidak ingin berpartisipasi dalam persaingan politik Pelosi. (hui)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular