oleh Gu Xiaohua dan Zhang Dun

Sembilan orang warga Kota Xi’an, Tiongkok dikonfirmasi sebagai orang yang berkontak dekat dengan pasien virus Komunis Tiongkok atau COVID-19 setelah tiba kembali dari perjalanan ke Provinsi Hebei untuk menghadiri sebuah pesta pernikahan di sana. Otoritas Kota Xi’an menggunakan Data Besar untuk memantau kedekatan kontak kesembilan orang tersebut dan mengisolasi ribuan orang lainnya

Pada 4 Januari 2021 lalu, terjadi penambahan 11 kasus baru yang dikonfirmasi terinfeksi virus komunis Tiongkok atau COVID-19 di Kota Shijiazhuang, Provinsi Hebei akibat menghadiri sebuah pesta pernikahan yang diselenggarakan di Zhengding County, Provinsi Hebei pada 28  Desember 2020.

Ada sembilan orang warga Kota Xi’an, Tiongkok dikonfirmasi sebagai orang yang berkontak dekat dengan pasien virus Komunis Tiongkok atau COVID-19. Tersiar berita bahwa kesembilan orang warga Kota Xi’an, Provinsi Shaanxi dikonfirmasi sebagai orang yang memiliki kontak dekat tipe B oleh otoritas karena terpantau menghadiri pesta pernikahan di Provinsi Hebei.

Pejabat dari Biro Kesehatan Distrik Weiyang di Xi’an membenarkan informasi yang beredar di internet menyatakan bahwa departemen pencegahan dan pengendalian epidemi telah mengisolasi ribuan orang yang telah melakukan kontak dengan 9 orang tersebut.

Departemen pencegahan dan pengendalian epidemi Kota Xi’an, lebih jauh menginformasikan bahwa setelah 9 orang warga di atas menghadiri pesta pernikahan di Zhengding County, Provinsi Hebei pada 28 Desember 2020. 7 orang dari mereka tiba di Stasiun Anyuanmen melalui Jalur 2 pintu masuk kereta bawah tanah Stasiun Kereta Api Xi’an Utara pada hari itu sekitar pukul 8 malam. Setelah 2 orang lainnya tiba di Xi’an North Station pada 29 Desember 2020, mereka juga naik Line 2 ke Anyuanmen Station pada pukul 19:50.

Informasi departemen tersebut juga menyebutkan bahwa ada 600 orang yang naik dalam rangkaian kereta bawah tanah yang sama dengan 9 orang tersebut termasuk orang yang memiliki kontak dekat. Mereka wajib diisolasi dan menjalani uji asam nukleat.

Nona Li, wanita yang berprofesi sebagai penjual di Distrik Yanta, Xi’an pulang pergi kerja setiap hari dengan naik kereta bawah tanah Jalur 2. Begitu pula yang ia lakukan pada 28 dan 29 Desember 2020. Namun, nona Li tidak termasuk dalam 600 orang yang berkontak dekat tipe B, melainkan termasuk orang kontak dekat tipe C.

Kepada reporter grup media  ‘Epoch Times’ nona Li mengatakan bahwa pada 4 Januari 2021 sekitar pukul 11 siang ketika dirinya berada di kantor, tiba-tiba menerima telepon dari Dinas Pencegahan dan Pengendalian Epidemi.

“Saya juga merasa janggal. Saat itu yang terpikir oleh saya adalah mungkin penelepon adalah pembohong”, kata nona Li. 

“Namun, ia mengatakan kepada saya bahwa mereka mendapatkan (informasi tentang saya) dari Data Besar. Penumpang-penumpang  macam apa saja yang ada dalam kereta yang saya tumpangi saat itu. Jam berapa saya naik kendaraan (dari daerah Luo Shuyuan). Apa yang ia utarakan kepada saya itu tidak ada yang meleset. Dan saya tergolong orang yang memiliki kontak dekat (dengan orang terinfeksi COVID-19) tipe C,” tambahnya.

“Saya merasa takut usai mendengar penuturan orang tersebut. Mengerikan juga. Saya pikir cukup cekatan juga cara mereka menangani tugas”, kata nona Li.

Menurut Nona Li, usai berbicara dengan penelpon, dirinya segera mencatat nomor telepon orang tersebut, dan menambahkan akun WeChat-nya. Setelah itu nona Li menemukan bahwa informasi tentang perjalanan dirinya yang diutarakan oleh penelpon itu memang benar. Tetapi tak lama kemudian kode batang WeChat milik nona Li menjadi merah, saat itu nona Li baru sadar bahwa dirinya sudah tidak bisa pergi ke mana pun.

Nona Li menjelaskan bahwa ada banyak penumpang dalam gerbong yang ditumpangi. Mereka semua dikenakan karantina. Mereka dikarantina berdasarkan foto. Karena nona Li tinggal di dalam komunitas di Distrik Yanta, dia dikarantina di Hotel Internasional Jinsha di Distrik Yanta.

“Saya dijemput di komunitas oleh mobil ambulans yang di dalamnya sudah ada 5 orang lainnya. Saya sempat pusing dan mual dalam mobil ambulans karena mencium bau disinfektan. Mereka menanyakan saya apakah sakit saya cukup serius. Saya bilang tidak, hanya sedikit mabuk kendaraan,” kata Nona Li.

“Saya masuk golongan orang yang berkontak dekat dengan pasien positif COVID-19 tipe C, mereka adalah tipe B. Setahu saya, saya belum didiagnosis. Jika saya didiagnosa, mungkin saya tidak bisa lagi duduk di sini untuk berbicara dengan Anda,” tambahnya. 

“Saya tidak ingin lagi mendengar suara sirine mobil ambulans,” kata Nona Li . 

Nona Li mengaku dirinya kurang beruntung mengalami kejadian yang tidak mengenakkan itu. Ia mengatakan bahwa siapa yang tahu kita duduk di sebelah orang yang tertular virus komunis Tiongkok, karena begitu banyak penumpang berada dalam gerbong kereta bawah tanah. 

Nona Li bukan satu-satunya staf di kantornya yang menggunakan kereta dan duduk di gerbong yang sama, masih ada seorang rekan lainnya. Pada 4 Januari 2020 pagi itu supervisor mereka terkejut mendengar pengalaman Nona Li, dan pada hari itu juga semua karyawan melakukan pengujian asam nukleat dengan biaya yang ditanggung perusahaan.

Menurut Nona Li, hotel tempat dia menginap selama menjalani karantina memiliki fasilitas cukup lengkap. Dia masuk pada 4 Januari 2020. 

“Saya bisa jadi gila kalau terus menerus diam (dalam kamar), mengingat saya tidak betah untuk berdiam diri tanpa aktivitas,” katanya.

Seorang netizen asal Xi’an yang menjalani karantina mengungkapkan pendapatnya yang diunggah di nternet bahwa biaya karantina ditanggung sendiri. Sewa kamar hotel sehari RMB. 300,- dan biaya untuk makanan RMB. 100,- sehari.

Dituturkan oleh nona Li, bahwa pada awalnya pihak hotel menyatakan bahwa biaya karantina yang RMB. 100,- per hari harus dibayar sendiri oleh yang bersangkutan. Biaya itu sudah termasuk makanan dan minuman. Begitu tiba di hotel, nona Li langsung membayar RMB. 1.900,- untuk sewa kamar dan makanan selama 14 hari, plus uang jaminan sebesar RMB. 500,-. Tapi sekarang pihak hotel telah mengembalikan uang itu kepadanya. Lalu bagaimana yang dialami orang lain? Nona Li mengaku tidak mengetahuinya. (sin)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular