Erabaru.net. Zanziman Ellie adalah pria Rwanda yang akan selalu lari ke gunung setiap hari untuk menghindari para pengganggu karena kondisi mikrosefali-nya.

Zanziman Ellie, 21 tahun, adalah pria dengan mikrosefali yang mendapat julukan “Mowgli di kehidupan nyata”.

Julukan itu disematkan padanya setelah dia lebih banyak menghabiskan hidup di hutan, karena menghindari masyarakat yang menghinanya, juga karen kondisinya.

Ibu Zanziman, sangat menyayanginya, dan menganggapnya sebagai “keajaiban” setelah kehilangan lima anak pertamanya.

Dalam video mengharukan, digambarkan bagaimana dia dan suaminya sangat sedih karena anak-anak mereka meninggal, sehingga mereka berlutut dan memohon kepada “Tuhan untuk seorang putra,” lapor Zolex.

Pasangan itu bahkan meminta “anak cacat asalkan dia tidak meninggal”.

Doa itu seakan “dijawab” oleh Tuhan. Ibu Zanziman pun mengandung, dan sembilan bulan kemudian, dia lahir dengan kondisi kepala yang lebih kecil.

Zanziman tinggal bersama keluarganya di Rwanda. Setiap hari dia diganggu karena bentuk wajahnya oleh penduduk desa, lapor Afrimax Rwanda.

Dia akan lari ke gunung untuk menghindar dari penduduk desa yang kejam yang menindasnya karena bentuknya yang “berbeda” dengan mereka.

Saat mengunjungi ibu Zanziman, stasiun tersebut diberitahu bahwa dia selalu diejek dan dihina.

Akibatnya, dia belajar berlari cepat, atau bahkan memanjat pohon yang tinggi, untuk menghindari perundungan terus-menerus dari penduduk desa.

Zanziman – yang tidak pernah sekolah – karena kesulitan berbicara, menghabiskan hari-harinya dengan berjalan kaki melintasi hutan selama berjam-jam.

Terkadang dalam satu pekan, dia bisa menjelajahi hutan hingga 230 km dan makan rumput selama di sana.

Zanziman mengidap mikrosefali, yaitu kondisi di mana kepala bayi lahir jauh lebih kecil dari bayi normal.

Kondisi satu dari beberapa ribu, yang menyebabkan bayi mengalami kesulitan belajar atau cacat fisik saat mereka dewasa.

Tidak ada tes atau pengobatan untuk mikrosefali tetapi kadang-kadang dapat diketahui selama pemindaian selama kehamilan.

Ini didiagnosis dengan mengukur kepala bayi 24 jam setelah lahir.

Mikrosefali sering menyerang bayi yang ibunya terjangkit virus Zika.

Kondisi tersebut mempengaruhi perkembangan otak dan kemampuan intelektual bayi.

Ibunya memberi tahu Afrimax bahwa putranya tidak dapat berbicara, tetapi dia memahami instruksinya.

Ibu Zanziman telah dengan penuh kasih merawat putranya selama ini, tetapi karena pandemi keadaannya semakin memburuk dan dia sekarang merasa sulit untuk memberi makan keluarganya.

Penggalangan dana GoFundMe telah dimulai oleh Afrimax untuk membantunya menyiapkan makanan di meja mereka. (yn)

Sumber: TheSun

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular