oleh Qian An

Dua hari terakhir, epidemi di Amerika Serikat dan Inggris masing-masing mencatat rekor kematian tertinggi baru dalam satu hari. Jepang telah memberlakukan keadaan darurat terhadap lebih banyak prefektur demi mengendalikan penyebaran virus 

Amerika Serikat pada 12 Januari 2021 kembali mencetak rekor baru kematian pasien terinfeksi virus komunis Tiongkok (COVID-19) dalam satu hari, yakni hampir 4.500 orang, sehingga secara kumulatif total kematian mendekati 390.000 orang.

Karena 4 orang anggota Kongres telah terinfeksi virus komunis Tiongkok dalam satu pekan terakhir, Dewan Perwakilan Rakyat AS mengeluarkan undang-undang pada hari Selasa yang memberlakukan denda bagi anggota yang tidak memakai masker selama berada dalam ruang Kongres. Denda untuk pelanggaran pertama adalah USD. 500,- dan denda untuk pelanggaran kedua setinggi USD. 2.500,-.

Untuk mencegah menyebarnya virus, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), telah mengumumkan bahwa mereka akan segera mewajibkan semua penumpang yang memasuki Amerika Serikat, termasuk warga Amerika Serikat untuk memberikan laporan tes virus negatif dalam waktu 3 hari sebelum naik pesawat.

Begitu pula Inggris juga mencatat rekor tertinggi jumlah kematian dalam sehari, yakni 1.564 orang pasien terinfeksi COVID-19. Jauh melampaui rekor 1.325 orang yang tercatat pada 8 Januari 2021. Jumlah kasus infeksi baru hari itu juga melebihi 45.000 orang. 

Saat ini, ada sekitar 32.000 orang pasien COVID-19 yang sedang menjalani perawatan di rumah-rumah sakit Inggris. 70% melebihi puncak tertinggi pertama yang tercatat pada bulan April tahun lalu. Unit perawatan intensif sudah penuh sesak dan staf medis pun kewalahan.

Namun, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson tetap mengatakan bahwa sistem lockdown nasional yang baru telah mulai berperan dalam menahan penyebaran epidemi. Pelaksanaan lockdown nasional ini akan berlanjut hingga pertengahan bulan Februari. Johnson mengatakan bahwa jika perkembangan epidemi masih terus memburuk, maka tidak menutup kemungkinan akan menerapkan pembatasan yang lebih ketat.

Memasuki bulan Januari, jumlah penularan di Portugal terus mencapai titik tertinggi baru. Jumlah kematian dalam satu hari pada hari Rabu 13 Januari 2021, mencapai 156 orang, rekor tertinggi sejak wabah. Perdana Menteri Portugal Antonio Costa mengumumkan bahwa mulai hari Jumat ini, langkah-langkah lockdown yang ketat akan diterapkan, termasuk menutup semua bisnis yang tidak penting, karyawan perusahaan bekerja dari rumah, dan hanya sekolah yang tetap buka. Portugal akan mengadakan pemilihan presiden pada 24 Januari nanti, Saat itu pembatasan dapat dilonggarkan secara tepat agar pemilih dapat menggunakan haknya.

Presiden Portugal Marcelo Rebelo de Sousa 3 hari lalu baru dikonfirmasi positif terinfeksi COVID-19, saat ini ia sedang menjalani karantina di kediamannya.

Hari Rabu, 13 Januari, otoritas Prancis mengirim petugas pemadam kebakaran dari angkatan laut mereka ke kota pelabuhan Mediterania Marseille, tak lain untuk memeriksa apakah ada varian baru virus komunis Tiongkok yang berasal dari Inggris di dalam air limbah di sana. 

Setelah penemuan pertama virus varian baru pada akhir pekan lalu, Marseille mulai memberlakukan jam malam. Saat ini, Kota Paris, Strasbourg, Dijon, dan lainnya telah menerapkan jam malam.

Hingga hari Rabu 13 Januari 2021, jumlah kasus pasien positif COVID-19 di Jepang telah mencapai lebih dari 300.000 orang, dan jumlah kematian telah mencapai 4.187 orang.

Sehubungan terus meningkatnya jumlah kasus positif COVID-19 di Jepang, Perdana Menteri Yoshihide Suga mengumumkan bahwa keadaan darurat yang telah diterapkan di wilayah Tokyo diperluas ke 7 prefektur lainnya. Pada saat yang sama, Jepang juga menerapkan larangan masuk dari 11 negara dan wilayah.  (sin)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular