Li Yun

Saat sensitif peralihan kekuasaan di AS, setidaknya 9.000 imigran ilegal menerobos perbatasan Guatemala dan bersiap pergi ke Amerika Serikat. Menghadapi tekanan baru dari “pasukan imigran” di perbatasan selatan Amerika Serikat, Presiden Trump mengumumkan bahwa keadaan darurat nasional di perbatasan selatan akan diperpanjang satu tahun lagi

Pada 16 Januari 2021, Gedung Putih mengeluarkan pemberitahuan teks yang ditandatangani oleh Presiden Trump di situs resminya, mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah memperpanjang kebijakannya untuk menerapkan keadaan darurat di wilayah perbatasan selatan selama satu tahun lagi.

Terjemahan asli dari pemberitahuan tersebut adalah sebagai berikut: 

“Pemberitahuan tentang Kelanjutan Darurat Nasional di Area Perbatasan Selatan Amerika Serikat”

Pada tanggal 15 Februari 2019, melalui Pengumuman No. 9844, saya menyatakan perbatasan selatan Amerika Serikat dalam keadaan darurat sebagai tanggapan atas keamanan perbatasan dan krisis kemanusiaan yang mengancam kepentingan inti keamanan negara.

Krisis keamanan dan kemanusiaan perbatasan yang sedang berlangsung di perbatasan selatan AS terus mengancam keamanan nasional kita. Bahkan, dampak pandemi COVID-19 semakin parah.

Pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan krisis ini, tetapi tindakan lebih lanjut diperlukan untuk menyelesaikan krisis kemanusiaan dan mengendalikan imigran ilegal serta aliran narkotika dan kejahatan ke perbatasan selatan Amerika Serikat.

Oleh karena itu, keadaan darurat nasional diberlakukan pada tanggal 15 Februari 2019 dan tindakan darurat yang diterapkan pada hari tersebut, harus terus berlaku setelah tanggal 15 Februari 2021.

Oleh karena itu, sesuai dengan Pasal 202 (d) Undang-Undang Keadaan Darurat Nasional (50 U.S.C. 1622 (d)), saya akan memperpanjang keadaan darurat nasional yang dinyatakan dalam Pengumuman 9844 tentang perbatasan selatan Amerika Serikat selama satu tahun.

Pemberitahuan ini akan dipublikasikan di Federal Register dan diteruskan ke Kongres. 

Donald Trump

Gedung Putih 

15 Januari 2021

Pada saat yang sama dengan pengumuman pemberitahuan di atas, pejabat Guatemala mengatakan pada tanggal 16 januari 2021, bahwa setidaknya 9.000 imigran Honduras telah memasuki wilayahnya, dan para imigran ini menuju ke utara, berharap pada akhirnya memasuki AS.

Sebagian besar imigran yang datang dengan berjalan kaki, untuk melarikan diri dari kemiskinan, pengangguran, kekerasan geng dan narkoba, dan tragedi pasca bencana yang disebabkan oleh badai. Mereka berencana untuk pergi ke Meksiko dan kemudian masuk ke Amerika Serikat.

Menurut laporan, gelombang pertama imigran melewati pos polisi perbatasan pada malam tanggal 15 Januari 2021.

Pejabat Guatemala mengatakan bahwa, gelombang pertama imigran berjumlah sekitar 6.000, dan 3.000 orang lainnya memasuki wilayah tersebut pada tanggal 16 Januari 2021. 

Pemerintah Guatemala mengutuk para imigran ini karena melanggar kedaulatan mereka dan meminta pihak berwenang Honduras untuk “menggunakan langkah-langkah pencegahan permanen untuk mengekang kepergian penduduk dalam skala besar.”

Menurut Reuters, begitu para imigran tiba di Meksiko, mereka mungkin akan dihadang. Pejabat Meksiko mengatakan bahwa perjanjian imigrasi antara negara tersebut dan Amerika Serikat masih berlaku, yang berarti tim imigran akan diusir.

Presiden Guatemala, Alejandro Giammattei, mengeluarkan pernyataan pada tanggal 16 Januari 2021, menyerukan kepada otoritas Honduras untuk “mengontrol keluarnya penduduk dalam skala besar.”

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa para migran ini menerobos perbatasan Guatemala dari tanggal 15 hingga 16 Januari 2021. Adapun blokade  sekitar 2.000 polisi dan tentara gagal membendung massa. Kebanyakan dari orang-orang ini tidak menunjukkan hasil tes yang negatif untuk virus di tengah merebaknya pandemi.

Presiden Guatemala meminta pemerintah Amerika Tengah untuk mengambil langkah-langkah, tak lain menghindari risiko bagi penduduknya selama keadaan darurat kesehatan yang disebabkan oleh epidemi.

Meksiko terus melatih ribuan anggota Garda Nasional dan personel imigrasi di perbatasan selatannya untuk menunjukkan kekuatan guna mencegah karavan imigran memasuki Meksiko. (hui)

Video Rekomendasi :

 

 

Share

Video Popular