oleh Qian An

Pada Selasa (19/01/2021) pukul 16:30 waktu AS, Presiden Amerika Serikat ke-45 Donald Trump  menyampaikan pidato perpisahan. Isi pidato selain melakukan ulasan terhadap kinerja politik selama 4 tahun yang dilalui, yang diakui sebagai tahap mula dari seluruh harapannya. Trump juga menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan rasa terima kasihnya kepada rakyat Amerika Serikat yang telah setia mendukungnya.

Dalam pidato perpisahan yang berlangsung selama hampir 20 menit itu, Presiden Trump  mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada keluarga dan stafnya yang telah memberinya dukungan yang besar selama empat tahun terakhir, terutama berterima kasih kepada rakyat Amerika Serikat.

“Yang terpenting, saya ingin berterima kasih kepada rakyat Amerika Serikat. Merupakan kehormatan yang tak tertandingi bagi saya menjadi presiden kalian. Terima kasih kepada kalian yang telah memberi saya hak istimewa yang luar biasa ini. Ini adalah hak istimewa dan kehormatan besar bagi diri saya”, kata Trump.

Selanjutnya, Trump menyinggung soal serangan kongres pada 6 Januari lalu. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak dapat mentolerir kekerasan politik yang terjadi pada hari itu.

Presiden Trump mengatakan : “Semua orang Amerika merasa ngeri dengan serangan yang terjadi di Capitol Hill tersebut. Kekerasan politik adalah serangan terhadap segala sesuatu yang dihargai oleh rakyat Amerika Serikat dan tidak akan pernah mendapatkan toleransi. Sekarang kita jauh lebih membutuhkan pengadopsian nilai-nilai bersama daripada waktu-waktu sebelumnya, kita perlu bersatu padu dan mencegah adanya kebencian partisan untuk membangun visi bersama”.

Empat tahun lalu, Trump memasuki Gedung Putih sebagai seorang pemain politik amatir yang berpegang pada prinsip ‘America First’ mencapai serangkaian kinerja politik yang memukau, termasuk pemotongan pajak yang substansial, perbaikan dan perjanjian perdagangan penting, mencapai swasembada energi, dan membangun ekonomi paling cemerlang dalam sejarah Amerika Serikat, secara drastis menurunkan harga obat resep, merumuskan kebijakan perbatasan teraman dalam sejarah Amerika Serikat, membangun kembali kekuatan militer AS dan membentuk Angkatan Luar Angkasa, menghancurkan kekuatan ISIS, dan menciptakan serangkaian perjanjian perdamaian bersejarah di Timur Tengah. Trump juga menjadi presiden Amerika Serikat pertama yang tidak mengobarkan perang baru dalam masa jabatannya.

Trump mengatakan : “Kita telah memulihkan gagasan berikut : Di Amerika, tidak ada orang yang dilupakan, karena setiap orang menjadi penting dan setiap orang memiliki hak suara”.

“Kalian setia kepada negara, dan pemerintahan saya selalu setia kepada kalian”, katanya.

Dalam seluruh pidato perpisahannya, Trump sama sekali tidak menyebut nama Joe Biden, juga tidak mengakui bahwa Joe Biden memenangkan pemilihan.

Presiden Trump mengatakan : “Di saat saya akan menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah baru pada hari Rabu siang, saya ingin kalian semua tahu bahwa kampanye yang kita luncurkan baru saja akan dimulai”.

“Dengan rasa kesetiaan dan kegembiraan, semangat optimis, dan kepercayaan terbesar pada negara dan anak-anak, saya akan meninggalkan tempat yang megah ini, tetapi yang terbaik masih akan datang. Terima kasih kepada kalian, selamat tinggal. Semoga Tuhan Memberkati kalian semua, dan semoga Tuhan senantiasa memberkati Amerika Serikat”, Demikian Presiden Trump menutup pidato perpisahannya. (sin)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular