Xiao Jing

Pengadilan Federal Amerika Serikat William Kenzo Nakamura di 6th Avenue dan Spring Street di Seattle diserang dengan kejam oleh kelompok Antifa bertepatan dengan momen pergantian presiden Amerika Serikat.  

Pada Rabu 20 Januari, bertepatan hari pertama pemerintahan Biden, Antifa ultra-kiri mengorganisir kerusuhan  di Seattle, Washington. Kelompok ini merongrong pengadilan federal setempat. 

 

Media konservatif Amerika berkomentar, dibandingkan dengan insiden yang melanda Kongres pada 6 Januari, kerusuhan Antifa kali ini merupakan ancaman bagi demokrasi. 

Situs berita Amerika Serikat National File, melaporkan bahwa Departemen Kepolisian Seattle mengungkapkan pada  Rabu 20 Januari kalau Pengadilan Federal Amerika Serikat William Kenzo Nakamura di 6th Avenue dan Spring Street di Seattle diserang dengan kejam oleh Antifa.

Menurut Administrasi Layanan Umum (GSA), Gedung Pengadilan William Kenzo Nakamura diselesaikan pada tahun 1940 dan merupakan pengadilan federal dengan satu tujuan pertama di Amerika Serikat bagian barat dan salah satu bangunan bersejarah di Amerika Serikat bagian barat.

Selain itu, Antifa memblokir lalu lintas dan membakar bendera Amerika Serikat.

Daniel Horowitz, editor senior, penulis dan analis kebijakan di Conservative Review, menunggah tweet, mempertanyakan, “Apakah serangan terhadap gedung federal yang terkenal seperti itu merupakan serangan terhadap demokrasi kita”?

Horowitz juga menekankan “standar ganda” yang jelas dalam laporan media. Dia mengutip, misalnya, bahwa insiden Capitol Hill pada 6 Januari “hanyalah kerumunan yang didominasi oleh orang tua   yang berjalan ke Capitol. Hampir semua media arus utama meningkatkan laporan mereka. Namun media hanya memberitakan “beberapa patah kata” tentang kerusuhan yang disebabkan Antifa di hari pelantikan Biden.

Selain kerusuhan Antifa yang baru terjadi di Seattle, sekitar 200 militan Antifa juga menyerang markas besar Partai Demokrat Oregon di Portland pada hari pelantikan Biden. Banyak grafiti dan gambar pelecehan verbal Biden di jendela dan dinding. .

Slogan mereka menyiratkan pesan ganda anti-Biden dan anti-polisi. Salah satu slogan itu berbunyi: “Kami ingin anarki.”

Polisi Portland mengklaim bahwa protes Antifa pada hari itu adalah untuk melindungi kebebasan berbicara dan menjaga keamanan publik. Dalam tweet berikutnya, polisi hanya mengeluarkan peringatan kepada para perusuh Antifa. Menurut polisi, kelompok itu telah melakukan kerusakan pada bangunan. Jika mereka tidak mematuhi hukum, maka akan dikeluarkan panggilan pengadilan atau penangkapan. (hui)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular