oleh Zheng Gusheng

Tingkat akurasi pengujian asam nukleat di Tiongkok cukup rendah. Beberapa lokasi di Beijing yang cukup tinggi kasus infeksinya bahkan memaksa warganya untuk menjalani swab anal, yaitu staf medis mengambil sampel lewat anus. Netizen Tiongkok dengan pedas memberikan komentarnya atas cara swab ini.

Sebagaimana diketahui, Epidemi virus komunis Tiongkok (COVID-19) di Kota Beijing terus menyebar luas. Komisi Kesehatan Kota Beijing dalam konferensi pers pada 20 Januari, hanya menyatakan bahwa pihaknya telah mengumpulkan total 5.192 sampel berupa swab nasofaring, orofaring, swab anal dan uji serum dari seluruh guru dan siswa sekolahan dimana terdapat siswa prianya yang positif terinfeksi virus komunis Tiongkok. 

BACA JUGA :  Pakar : Gunakan Nama ‘Virus Komunis Tiongkok’ untuk Menuntut Tanggung Jawab Rezim Komunis Tiongkok atas Krisis Global

Pada 23 Januari, media corong partai komunis Tiongkok, China Central TV melaporkan bahwa semua warga Distrik Daxing Beijing di mana terdapat kasus infeksi telah menjalani pengambilan sampel lewat swab nasofaring, swab anal dan uji serum pada saat yang bersamaan. Para ahli mengklaim bahwa pengambilan sampel swab anal, dapat meningkatkan kemampuan deteksi dan menekan risiko “kecurian” dalam mendiagnosis infeksi suspek.

Netizens berkomentar bahwa uji COVID-19 lewat swab anal di Beijing mengandung pelecehan terhadap suspek. (Radio Free Asia)

Selanjutnya, beberapa netizen lokal memposting “Diagram Panduan Posisi” yang dirilis pihak berwenang dan memberikan sejumlah komentar mereka. Antara lain : Kecil bahayanya tetapi besar pelecehannya.

Bahkan ada netizen yang berencana pulang ke Beijing untuk merayakan Tahun Baru Imlek bersama orang tuanya menuliskan kekecewaannya : Terpaksa membatalkan rencana pulang bertahun baru (Imlek).

Pakar komunis Tiongkok pada tahun lalu telah mengklaim bahwa tingkat akurasi pengujian asam nukleat di Tiongkok cukup rendah, hanya setinggi kira-kira 40%. Kota Beijing sebagai lokasi Zhongnanhai telah menambahkan cara mendiagnosis COVID-19 lewat swab anal dan uji serum yang mungkin dapat meningkatkan keakurasiannya.

Keterangan Foto : Swab anal untuk menekan risiko “kecurian” dalam mendiagnosis infeksi suspek. (CCTV)

Namun, Radio Free Asia mengutip ucapan seorang pakar di Beijing melaporkan bahwa pengenalan swab anal oleh pihak berwenang sangat aneh dan hanya ada di Tiongkok. Beberapa dokter yang ia kenal umumnya juga berpendapat, bahwa menguji virus pernapasan melalui saluran pencernaan terasa sangat janggal.

Dia menambahkan bahwa ada rumor di masyarakat yang mengatakan bahwa itu mungkin terkait dengan “cuci gudang” sisa stok swab tahun lalu.

Namun, ada media daratan Tiongkok yang mengutip analisis dokter Beijing memberitakan bahwa, banyak orang yang positif terinfeksi virus komunis Tiongkok diketahui lewat swab anal. Jadi,  swab anal diklaim dapat meningkatkan keakuratan tes. (sin)

 

Share

Video Popular