Senior pastor dan Messianic Rabbi Jerusalem Center/ Beth Israel, Jonathan Cahn, dari Wayne, New Jersey dan president of Hope of the World Ministries, pada Senin 25 Januari 2021,menyampaikan pesan bersifat “peringatan kenabian” kepada Presiden AS Joe Biden melalui sebuah rekaman video. Ia menekankan bahwa satu-satunya harapan bagi Amerika Serikat adalah kembali percaya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa

Li Zhaoxi

Dalam video tersebut, pastor Jonathan Cahn mengenang kembali pidato George Washington saat dikukuhkan sebagai presiden pertama Amerika Serikat pada 232 tahun lalu. Ketika itu Presiden Washington mengeluarkan sebuah peringatan : 

“Sebuah negara yang mengabaikan tatanan kekal dan aturan kekuasaan yang ditentukan oleh Yang Maha Kuasa tidak dapat mengharapkan Yang Maha Kuasa tersenyum dengan damai”, kata Washington kepada rakyat Amerika.

Cahn menyampaikan pesan kepada Presiden Amerika Serikat saat ini dan rakyat yang dipimpinnya, bahwa jika kehendak Tuhan diikuti, maka berkah Tuhan akan terus berdatangan, tetapi jika tidak, akan musnah.

Cahn mengatakan bahwa senyuman Yang Maha Kuasa seolah telah menghilang dari negeri ini karena orang di sini mengabaikan aturan aturan dan hak yang abadi. Amerika Serikat telah menjauhi Tuhan, membiarkan objek pemujaan lain masuk, bahkan melayani mereka, dan cenderung mengikuti cara bertindak yang mengabaikan nilai moral.

“Kita telah menilai kejahatan itu sebagai kebaikan, dan menganggap kebaikan sebagai kejahatan Kita telah menanamkan pada anak-anak kita nilai-nilai yang bertentangan dengan Tuhan,” kata Cahn. 

“Warga Amerika Serikat telah melakukan apa yang diperingatkan untuk tidak kita lakukan, setelah itu kita ingin tahu mengapa berkah Yang Maha Kuasa sedang disingkirkan dari tanah Amerika Serikat ?” lanjut Cahn.

Cahn menunjukkan bahwa dirinya menemukan bahwa model penghakiman Tuhan sebagaimana dilukiskan dalam Perjanjian Lama sedang terulang dengan luar biasa, seperti serangan 11 September 2001. Dia menunjukkan bahwa bagi orang Israel, setelah peringatan semacam itu, sebelum kedatangan Penghakiman Besar, atau “guncangan hebat” (Great Shaking), telah diberikan sebuah jendela kesempatan selama 19 tahun kepada kita untuk kembali percaya kepada Tuhan. Jelas, tahun 2020 adalah tahun dimana Amerika Serikat mengalami “guncangan hebat”.

Setelah itu, Cahn mengalihkan topik pembicaraan ke presiden Amerika Serikat terpilih saat ini, ia mengatakan : “Mr. Biden, Anda menyerukan persatuan dan perdamaian. Tetapi ketika suatu negara menentang fondasi yang menjadi sandarannya, bagaimana persatuan dan perdamaian bisa terjadi ?”

Cahn bertanya kepada Biden : Bagaimana Anda bisa meletakkan tangan kanan Anda di atas firman Tuhan, kemudian menggunakan tangan tersebut untuk menandatangani perintah berkekuatan hukum yang menentang firman Tuhan ? Cahn lebih lanjut memperingatkan Biden, bahwa suatu saat nanti Tuhan pasti akan menuntut pertanggungjawaban atas tindakan pemerintahan dan anggota parlemen.

Jonathan Cahn menunjukkan bahwa satu-satunya harapan bagi Amerika Serikat adalah kembali kepada Tuhan, memilih kebesaran sejati, dan memimpin semua orang untuk kembali kepada Tuhan. Jika tidak dan terus menyimpang dari Tuhan, maka hanya kehancuran dan penghakiman yang menanti.

Cahn mengatakan bahwa bagi mereka yang mencintai Amerika Serikat dan mengkhawatirkan masa depannya, satu-satunya harapan adalah memulihkan iman mereka, dan ini hanya dapat dicapai melalui pertobatan dan kesadaran.

“Sudah waktunya untuk berdoa secara khusyuk menjelang kita kembali kepada kebenaran untuk mendapatkan kebangkitan rohani yang belum pernah terjadi sebelumnya”. 

Cahn mengatakan bahwa jika kegelapan datang, Tuhan mengingatkan kepada umatnya untuk tidak perlu takut, karena Dia masih memegang kekuatan tertinggi. Diingatkan bahwa terang tidak akan dikalahkan oleh kegelapan. “Jika kegelapan semakin menjadi-jadi, maka itulah saatnya terang Tuhan bersinar semakin cemerlang”. (sin)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular