Hu Yuanzhen 

43 penumpang  penerbangan Air China CA432 dari Jerman ke Chengdu, dituduh telah kontak dekat orang-orang yang didiagnosis dengan virus Komunis Tiongkok atau virus COVID19. Mereka  dipaksa untuk karantina dengan biaya sendiri di Hotel tua di Chengdu, tanpa pemanas, dan kondisi sanitasi sangat buruk

Pada 27 Januari, 43 penumpang dalam Penerbangan Air China CA432 dari Jerman ke Chengdu, Tiongkok  meminta bantuan melalui internet. Diantara penumpang ada seorang anak berusia 2 tahun dan  bayi berusia 4 bulan. Mereka dituduh  kontak dekat orang-orang yang didiagnosis dengan virus Komunis Tiongkok atau virus COVID19. 

Para penumpang  itu mengaku dipaksa untuk karantina dengan biaya sendiri di Hotel tua di Chengdu, dimana suhu kamar di bawah 10 derajat Celcius, tanpa pemanas, dan dengan kondisi sanitasi yang sangat buruk. 

Komunikasi yang tidak efektif dengan hotel, departemen pencegahan epidemi dan pemerintah lokal, penumpang tidak berdaya untuk memulai permintaan bantuan online.

Laporan resmi Chengdu menyatakan bahwa pada 25 Januari, penerbangan CA432 dari Jerman tiba di Chengdu. Pada 26 Januari, 1 kasus terkonfirmasi dari virus Komunis Tiongkok dan 1 infeksi asimtomatik ditemukan, keduanya adalah warga negara Tiongkok.

Sirkuit internal Hotel Chengdu yang terisolasi secara terpusat sudah tua dan tidak ada pemanas. (Disediakan oleh orang yang diwawancarai)

Grup media Epoch Times mewawancarai dua kontak dekat penerbangan, dan mereka memberi tahu reporter tentang pengalaman pribadi mereka.

Kamar hotel tua tanpa pemanas, setelah tinggal 24 jam terjadi radang dingin

Salah satu penumpang bernama samaran, Wang Yue  mengungkapkan, “Saya tiba di Chengdu pada tanggal 25 Januari, mungkin karena kami kembali dari luar negeri. Staf pencegahan epidemi bandara menguji kami dengan sangat ketat. Kapas menusuk hidung kami sangat dalam dan kami menangis seketika. Kemudian. kami dibawa dengan sebuah bus. ke Spring Hotel. Meski tiga kecoak jatuh dari handuk hotel, dipikir dibandingkan dengan hotel saat ini, disana (Spring Hotel) masih jauh lebih baik, paling tidak kamar suhunya  25 derajat. “

Selama wawancara, Wang Yue sering kali putus asa, dia mengungkapkan bahwa dia datang berkunjung karena kerabatnya sakit parah. Dia pulang untuk menjenguk.  Tetapi karena tempat duduknya dekat dengan kasus yang dikonfirmasi, dia menjadi kontak dekat.

 “Kami yang berjumlah 43 ini adalah kontak dekat dari dua kasus yang dikonfirmasi di pesawat. Kami duduk dalam tiga baris sebelum dan sesudah kasus yang dikonfirmasi. Pada tanggal 26, Januari kami menerima telepon yang memberitahu kami untuk mengemas barang-barang kami dan pindah ke hotel lain. Saya bingung saat itu,” kata Wang Yue.

Beberapa orang mengaku dituduh menyebarkan rumor dengan jahat di bawah bantuan karantina di Weibo. (Disediakan oleh orang yang diwawancarai)

Menurut Wang Yue   di hotelnya  suhu kamar pada siang hari kurang dari 10 derajat Celcius. Musim dingin di selatan udara lembab dan dingin, dan dia menderita radang dingin.

“Di sini tidak diperbolehkan menggunakan semua peralatan pemanas. Pintu dan jendela tidak ditutup rapat, dan semuanya bocor. Saya memakai selimut tiga lapis dan saya akan terjaga kedinginan di malam hari,” tutur Wang Yue. 

Wang Yue  memberi tahu orang-orang di hotel bahwa angin bisa masuk lewat jendela, tetapi sikap pihak hotel layanannya sangat buruk dan mereka tidak memperbaikinya.

“Kami  membentuk grup WeChat untuk memudahkan semua orang  menghubungi. Toilet di beberapa kamar orang tidak mudah bisa digunakan. Saya memberitahu hotel bahwa staf hotel meminta kami untuk mengambil ember dan menyiram toilet sendiri, tetapi tidak memperbaikinya,” kata Wang Yue. 

Penumpang lain, bernama samaran Li Qing  yang dikarantina di hotel, juga dipindahkan dari Spring Hotel. Perasaannya persis sama dengan Wang Yue: “Hotel ini terlalu dingin, dan jendela serta pintunya rusak. Kadang saya ingin pergi keluar ruangan beberapa saat, di luar lebih hangat daripada di dalam kamar. “

Menurut Li Qing   mereka juga memahami bahwa hotel mengatakan mereka takut infeksi dan karena itu tidak boleh menyalakan pemanas sentral. 

“Tapi setidaknya berikan kami beberapa peralatan pemanas. Kami yang di isolasi disini ada juga yang punya bayi,” kata Li Qing. 

“Staf hotel mengatakan, supaya kami mencari sendiri kantung botol air panas dengan pengiriman ekspres agar tetap hangat. Tapi ini tidak akan menyelesaikan masalah,” tambah Li Qing. 

Selain masalah pemanasan, Li Qing mengatakan bahwa kabel di kamar hotel sudah sangat tua, dan ada masalah keamanan. 

“Ketika dua peralatan listrik digunakan di dalam ruangan pada saat yang sama, akan ada gangguan dan percikan api, yang mana menakutkan kami. Jadi meskipun kami memiliki Peralatan pemanas, tidak mungkin lebih dari 40 dari kami menggunakan peralatan pemanas pada saat yang sama. Bahkan jika hotel mengizinkan penggunaan selimut listrik, kami takut sirkuit akan korsleting saat kami tertidur dan menyebabkan kebakaran,” tutur Li Qing.  

Isolasi dengan harga tinggi, makan nasi dingin, di dalam makanan ada rambut 

Hotel Chengdu adalah hotel bintang tiga yang terletak di Distrik Jinniu, Chengdu. Review dari pelanggan online umumnya mencerminkan bahwa kamar hotel sudah tua.

Menurut Li Qing biasanya, harga rata-rata hotel 187 yuan per kamar per malam. Sekarang hotel mengenakan biaya 240 yuan per orang ditambah 70 yuan untuk biaya makan, total 310 yuan per orang per hari. 

Staf hotel mengungkapkan bahwa hotel sudah lama sekali tidak ada yang menginap. 

daftar harga yang diberikan oleh hotel isolasi. (Disediakan oleh orang yang diwawancarai)

Bagi 43 orang yang di karantina, kebersihan makanan sehari-hari juga menjadi masalah. Banyak orang di grup WeChat yang terdiri dari orang-orang yang dikarantina  melaporkan bahwa mereka sering kali menemukan rambut panjang di makanan saat makan.

“Dalam satu hari, saya telah termakan rambut dua kali , saya benar-benar putus asa. Saya memberi tahu orang hotel menyuruh mereka tidak perlu memberi saya makanan. Saya lebih suka tidak makan daripada memakan makanan kalian. Saya terbangun dari hawa dingin di pagi hari, berpikir bahwa nasi yang dikirim pagi itu panas, tetapi bubur, susu, roti kukus kecil, satu buah mantou dan roti kecil semuanya dingin! ” kata Wang Yue. 

Wang Yue mengungkapkan bahwa seorang anak berusia dua tahun dan seorang bayi berusia empat bulan juga diisolasi bersama. Di lingkungan isolasi yang keras ini, banyak orang yang tidak berani mandi karena air mandinya hangat. 

“Kami takut akan masuk angin di kamar mandi, dan akan lebih buruk lagi jika diperlakukan sebagai kasus yang dicurigai, ” tutur Wang Yue. 

“Selain makanan berambut, ada daging limfatik dalam makanan, dan kacang-kacangan sudah rusak,” kata Wang Yue.

Orang tua dengan anak dalam kelompok hanya memberikan nasi kepada anak-anak karena mereka takut hidangan  akan bermasalah. Sudah ada beberapa orang dewasa yang merasa tidak nyaman setelah makan, sakit perut, dan diare.

Karantina menderita gangguan emosi dan tidak ada yang peduli,  bantuan online dibatasi

Menurut Wang Yue beberapa dari 43 orang yang berada di karantina terus mengalami gangguan emosi. ” Di bawah lingkungan seperti itu, mereka sangat khawatir dengan kesehatan dan keselamatan. 

“Kami menghormati dan mematuhi kebijakan pencegahan epidemi dan bekerja sama dengan semua orang, tetapi kami benar-benar tidak dapat bertahan. Kami menelepon hotline walikota, 12345, dan tidak ada yang menjawab Tidak ada yang mendengarkan kami di telepon atau umpan balik online,” kata Wang Yue. 

Dalam keputusasaan, petugas karantina memposting semuanya di Weibo, tetapi dibatasi oleh arus saat ini, yaitu posting yang diposting di Weibo, banyak orang tidak dapat melihatnya.

Wang Yue juga mengungkapkan, “Tampaknya staf hotel menyebarkan rumor di Weibo kami, mengatakan bahwa kami telah dipindahkan ke hotel yang lebih baik dan masalahnya telah teratasi. Seseorang mungkin memiliki hati nurani dan mengirim pesan pribadi ke kami yang terisolasi. Katanya diinstruksikan orang untuk melakukannya. “

Menurut personel yang dikarantina, ada juga WNA yang dikarantina bersama. Orang asing ini telah dipindahkan ke kamar di lantai yang lebih tinggi, dan staf medis yang diisolasi bersama tinggal di lantai yang lebih tinggi dengan kondisi ruangan yang lebih baik.

Hingga 29 Januari 2021, lebih dari empat puluh orang dikarantina masih tinggal di hotel tanpa pemanas, fasilitas buruk, dan bahaya keamanan yang serius.  (hui)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular