Zachary Stieber

Seorang anggota Kongres AS yang sempat menerima dua dosis vaksin COVID-19 yang diproduksi oleh Pfizer dinyatakan positif mengidap penyakit tersebut.  

Ia adalah anggota kongres AS Stephen Lynch dari Partai Demokrat dinyatakan yang positif COVID-19 setelah menerima dua dosis vaksin Pfizer.

“Anggota Kongres Lynch telah menerima dosis kedua dari vaksin Pfizer dan kemudian menerima tes COVID-19 negatif sebelum menghadiri pelantikan Biden,” kata seorang juru bicara kepada outlet berita setempat.

Pelantikan dilakukan sembilan hari sebelum Lynch dinyatakan positif COVID-19.

Pfizer mengatakan vaksinnya 95 persen efektif dalam mencegah COVID-19 kepada mereka yang tidak terinfeksi sebelumnya, dalam 7 hari atau lebih setelah dosis kedua. 

Dalam sebuah email, Pfizer kepada The Epoch Times mengatakan bahwa mereka tidak mengetahui secara detail spesifik dari kasus Lynch.

BACA JUGA :  Pakar : Gunakan Nama ‘Virus Komunis Tiongkok’ untuk Menuntut Tanggung Jawab Rezim Komunis Tiongkok atas Krisis Global

“Data dari studi Tahap 3 menunjukkan, meskipun perlindungan parsial dari vaksin tampaknya dimulai paling cepat 12 hari setelah dosis pertama, dua dosis vaksin (terpisah 21 hari) diperlukan untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap penyakit, kemanjuran vaksin 95%. Tidak ada data yang menunjukkan  perlindungan setelah dosis pertama dipertahankan setelah 21 hari. Perlindungan setelah dosis kedua dimulai setelah tujuh hari,” kata seorang juru bicara.

Regulator obat pada bulan lalu mengatakan, untuk mengeluarkan otorisasi penggunaan darurat bahwa data tidak tersedia untuk menunjukkan berapa lama vaksin akan memberikan perlindungan, “juga tidak ada bukti bahwa vaksin mencegah penularan SARS-CoV-2 dari orang ke orang.”

SARS-CoV-2, atau virus Komunis Tiongkok menyebabkan penyakit COVID-19.

Juru bicara Lynch mengatakan, dia tidak menunjukkan gejala dan “merasa baik-baik saja” tetapi akan melakukan karantina sebagai tindakan pencegahan.

Kebanyakan orang yang terjangkit COVID-19 sembuh dengan sedikit atau tanpa gejala, tetapi penyakit tersebut dapat menyebabkan kematian, terutama di antara orang tua dan mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah.

Puluhan anggota Kongres AS dinyatakan positif COVID-19 dalam setahun terakhir. Tidak ada yang meninggal dunia. Anggota DPR terpilih Luke Letlow  meninggal dunia karena komplikasi yang terkait dengan penyakit tersebut.

Baru-baru ini, anggota  DPR AS, Lori Trahan dari Partai Demokrat juga dinyatakan positif pada hari Kamis 28 Januari. Dia juga sedang menjalani isolasi. (asr)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular