oleh Edward A. Morse

Apple maupun Google telah mencabut platform medsos Parler, sebuah aplikasi media sosial yang digunakan secara luas sebagai saluran alternatif untuk komunikasi kelompok.

Amazon segera bergabung dengan upaya ini dengan menolak akses ke hosting layanan cloud konten Parler. Para penyedia layanan lain tampak mengikutinya, dengan membatasi dan mungkin membasmi Parler dari salah satu opsi-opsi yang tersedia untuk konsumen.

Parler sudah offline selama lebih dari seminggu, sampai akhirnya Parler menemukan sebuah platform baru, meskipun seseorang kehilangan akses nyaman yang diizinkan oleh Parler. Para pengguna Parler juga telah dibatalkan secara efektif, terlepas dari postingan mereka yang sebenarnya mengadakan, berdasarkan keprihatinan yang dianut mengenai wacana kekerasan di situs.

Siapapun yang meragukan bahwa platform-platform Big Tech memiliki kekuatan pasar harus memperhatikannya.

Meskipun persaingan memberikan alternatif-alternatif dalam jangka panjang, konsentrasi terhadap saluran-saluran untuk distribusi aplikasi dan cloud hosting memperbolehkan operasi Parler terganggu. 

Selain itu, persaingan di pasar gagasan-gagasan menjadi sedikit kurang kuat — semua berdasarkan penilaian kebebasan untuk memilih dari para pemerhati di Big Tech. Mereka mengaku ingin melindungi orang-orang, tetapi orang-orang mempunyi alasan untuk mempertanyakan keserasian perlindungan yang diduga ini dan  kontribusinya untuk kebaikan setiap orang.

Larangan dan Penindasan

Keputusan Twitter baru-baru ini untuk melarang Presiden Donald Trump dari platform Twitter, menganut sebuah pendekatan pencegahan untuk penyensoran. Twitter menjelaskan pihaknya menangguhkan akun Donald Trump “karena risiko hasutan kekerasan lebih lanjut.” (Tentu saja, ini menganggap bahwa Donald Trump telah menghasut kekerasan pada awalnya.) 

Dalam sebuah blog, Twitter menggambarkan sebagai “sumber resmi anda atas apa yang terjadi,” pejabat Twitter menjelaskan bahwa keputusan ini bergantung pada  interpretasi kontekstual mereka dari dua pernyataan yang dikirim oleh Donald Trump:

Pertama, pada tanggal 8 Januari Presiden Donald Trump men-tweet: “75.000.000 Patriot Amerika Serikat yang hebat yang memilih saya, AMERICA First, dan MAKE AMERICA GREAT AGAIN, akan memiliki SUARA YANG RAKSASA di masa depan. Mereka tidak akan tidak dihormati atau diperlakukan tidak adil dengan cara, kondisi, atau bentuk apa pun!!!!”

Kedua, menurut Twitter, “tidak lama kemudian” Presiden Donald Trump tweeted: “Untuk semua yang bertanya, saya tidak akan menghadiri pelantikan pada tanggal 20 Januari.”

Twitter menjelaskan:

“Karena ketegangan yang sedang berlangsung di Amerika Serikat, dan sedikit peningkatan percakapan global mengenai orang-orang yang dengan kasar menyerbu Gedung Capitol pada tanggal 6 Januari 2021, kedua Tweet ini harus dibaca dalam konteks acara yang lebih luas di Amerika Serikat dan cara pernyataan Presiden Donald Trump dapat  dimobilisasi oleh hadirin yang berbeda, termasuk untuk menghasut kekerasan, serta dalam konteks pola perilaku dari akun ini dalam beberapa minggu terakhir. Setelah menilai bahasa di kedua Tweet ini yang menentang kebijakan Pemuliaan Kekerasan kita, kita telah menetapkan bahwa Tweet ini melanggar… “

Di wajah mereka, tidak satu pun pernyataan Presiden Donald Trump yang memicu kekerasan.

(Pendukung Donald Trump memang menghadapi konsekuensi yang merugikan, membuat pernyataan pertama adalah salah. Tetapi ada masalah lain.) 

Tidak seorang pun yang meminta tindakan kekerasan atau mengungkapkan dukungan untuk kekerasan masa lalu. Dan, jika konteks tersebut adalah penting, Twitter gagal mencatat bahwa Presiden Donald Trump dengan jelas meminta unjuk rasa damai dalam pidatonya kepada para pendukung, serta dalam Tweet berikutnya, yang disembunyikan Twitter. Presiden Donald Trump juga dengan cepat mengutuk kekerasan tersebut dan berjanji menuntut bagi para pelaku.

Twitter mendasarkan penilaiannya hanya pada prediksi mengenai bagaimana para hadirin yang berbeda-beda, mungkin menanggapi pernyataan ini. Begitu juga Facebook (termasuk layanan Instagram-nya) mengeluarkan larangan hanya berdasarkan risiko yang dirasakan mengenai apa yang mungkin dikatakan percakapan di masa depan, yang bahkan lebih spekulatif daripada pendekatan Twitter. 

Para pemimpin politik dari Partai Demokrat mendukung mereka, bahkan mengklaim bahwa upaya ini terlalu sedikit, terlambat. Rupanya, mereka lebih suka bahwa Donald Trump telah dilarang daripada disensor selama kampanye.

Membiarkan Perbedaan Pendapat Tetap Terbuka

Kampanye-kampanye politik memang jauh lebih mudah dan, di permukaan, lebih  harmonis jika anda dapat menekan suara yang bersaing. Tetapi ini bukan cara sebuah masyarakat bebas. Kalau pesan-pesan dapat dibatalkan berdasarkan prediksi mengenai bagaimana para hadirin akan membacanya, lalu ada lebih banyak hal yang menghasut daripada yang kita sadari sebelumnya. 

Twitter mengizinkan posting-posting berulang yang menyetujui kekerasan. Apakah posting-posting tersebut juga memicu lebih banyak kekerasan?

Dan, prediksi mengenai cenderung efek-efek pada para hadirin adalah semua yang kita butuhkan menyembunyikan ucapan: Pertimbangkan tag berulang yang “salah” atau “tidak berdasar” yang ditambahkan ke klaim kesalahan pemilihan dalam laporan berita kembali ke hari-hari segera setelah pemilihan umum — sebelum ada waktu untuk menyelidiki. Berbasis pada kecenderungan dampak dari kata-kata itu pada pendukung Donald Trump, apakah itu adalah sebuah bentuk hasutan, juga?

Para pemerhati Big Tech juga ikut campur di arena ini. Pada tanggal 10 Desember, saat jalannya perkara dan investigasi yang cukup besar atas dugaan kecurangan pemilih dan pelanggaran pejabat tetap dalam penyelidikan, YouTube mengumumkan bahwa pihaknya melarang video-video menangani kemungkinan kecurangan pemilihan umum atau mengklaim kesalahan-kesalahan tersebut mengubah hasil pemilihan umum, melampirkan anggapan bahwa semua tuduhan semacam itu adalah “kessalahan.” 

Dengan demikian YouTube menjadi hakim hasil pemilihan umum, setidaknya untuk platform YouTube itu sendiri. Penindasan memiliki daya tarik yang dangkal dengan cara menghapus perbedaan pendapat dari sebuah channel. 

Hal ini memberi tampilan harmoni dan memadamkan ekspresi pandangan serupa dengan cara mengirimkan penilaian yang rendah terhadap pihak-pihak lain. Namun demikian, sumber perbedaan pendapat itu cenderung tetap ada, dan saluran tersebut untuk ekspresi bergerak begitu saja di tempat lain.

Lawan-lawan Donald Trump menyatakan perbedaan pendapat setelah pemilihan umum tahun 2016, tetapi sebaliknya penindasan, bangsa AS melakukan penyelidikan publik yang panjang terhadap klaim mengenai campur tangan Rusia dalam pemilihan umum. 

Media dengan patuh begitu saja melaporkan setiap klaim konspirasi, termasuk klaim konspirasi yang dibantah sebagai suatu kesalahan setelah fakta-fakta muncul. Dalam beberapa kasus, media arus utama terbukti terlalu mudah tertipu. 

Namun demikian,  setidaknya dialog dan debat tidak ditekan berdasarkan prediksi-prediksi yang dapat diperdebatkan mengenai bagaimana orang-orang akan bereaksi. Protes lainnya juga menimbulkan teori-teori alternatif mengenai keadilan rasial dan ekonomi. Beberapa teori ini didasarkan pada predikat faktual yang cacat, tetapi kesalahan-kesalahan tersebut dibiarkan begitu saja untuk dipaparkan oleh perdebatan.

Membiarkan proses- proses investigasi dan dialog ini tidak menghilangkan kebencian kaum kiri terhadap sang presiden atau keinginan mereka untuk melengserkan sang presiden. 

Tetapi dengan memilih jalur penindasan bahkan menghilangkan kemungkinan untuk dialog dan alasan untuk menang atas alternatif yang mungkin mencakup kekerasan.

Mempertahankan Persaingan

Penindasan adalah suatu latihan kekuatan, bukan alasan. Bahkan saat dilakukan oleh aktor-aktor swasta, bukannya pemerintah, justru mengikis kepercayaan publik dengan cara memperlakukan orang-orang sebagai lingkungan dan bukannya warganegara. 

Sistem AS sejatinya dirancang untuk membatasi penindasan pemerintah, tetapi AS belum bergumul dengan kondisi-kondisi yang melibatkan penindasan pribadi sejauh yang dialami sekarang ini. 

Biasanya, kekuatan pasar memberikan pilihan-pilihan — dan itu cenderung terjadi dalam jangka panjang jika kolusi tidak membatasi pendatang baru. Namun di suatu lingkungan kekuatan pasar terkonsentrasi, dihadapi sebuah tantangan baru.

Membatalkan dan menekan mungkin tidak terbatas pada ucapan atau percakapan tetapi dapat juga meluas ke saluran lain. 

Pertimbangkan Signal, yang merupakan salah satu aplikasi komunikasi dengan ranking yang top pada platform Google maupun Apple. Signal mengizinkan pengiriman pesan terenkripsi untuk melepaskan diri dari kebiasaan Big Tech raksasa yang rakus yang mendapat untung dari mengumpulkan dan menjual informasi anda. Namun, Signal juga menghindari upaya-upaya pengawasan penegakan hukum. 

Jika efek-efek dari sebuah saluran melibatkan membawa percakapan yang mungkin melibatkan kejahatan atau kekerasan, akankah Signal juga akan dicabut platformnya? Ironisnya, Jack Dorsey, CEO Twitter, ditampilkan secara mencolok di situs web Signal sebagai pendukung Signal.

Para pemerhati Big Tech  harus menghentikan penindasan ini. Sarana hukum lainnya untuk mengatasi konspirasi kekerasan yang ada tanpa keputusan yang terlalu luas untuk membatalkan pembicara atau channel, terutama berdasarkan keprihatinan spekulatif mengenai apa yang dikatakan daripada apa yang sebenarnya dikatakan. Kita juga harus mengakui

bahwa saluran terenkripsi lain ada, seperti Signal, yang memungkinkan komunikasi agar tidak terdeteksi — menciptakan sebuah jubah privasi yang menguntungkan aktivitas legal maupun aktivitas yang melanggar hukum.

Menekan percakapan masa depan karena keinginan untuk menekan kekerasan bukanlah alasan persuasif — bukankah lebih baik jika percakapan itu diungkapkan secara terbuka untuk semua (termasuk penegak hukum) menjadi saksi? Kita mampu mengurus diri kita sendiri dan membuat penilaian kita sendiri mengenai kebenaran. 

Pembatalan dan penindasan mengancam kita semua. Bukan hanya para pendukung Donald Trump yang mengatakan ini; bahkan Persatuan Kebebasan Sipil Amerika pun turut prihatin.

Bagaimanapun, harus dipahami sejarah dan tradisi kuat AS mengenai debat di Amerika Serikat. Persaingan adalah baik bagi AS di bidang ekonomi, dan persaingan adalah baik bagi AS dalam pencarian kebenaran. 

Persaingan memberikan dosis kerendahan hati yang sangat dibutuhkan, memperingatkan orang-orang, mungkin tidak memiliki semuanya dengan benar dan orang-orang mungkin harus bekerja sama dengan sesama warga , terlepas dari ketidaksepakatan di antara sesama. (vv)

Edward A. Morse, seorang pengacara, profesor hukum, dan petani yang tinggal di Council Bluffs, negara bagian Iowa, AS. 

Share

Video Popular