Jack Phillips

Sebuah laporan yang dirilis oleh Jaksa Agung Negara Bagian New York, Letitia James bahwa pejabat kesehatan Negara Bagian New York tidak melaporkan dengan jujur kematian terkait COVID-19 di panti jompo perawatan sebanyak 50 persen di beberapa tempat.

Laporan setebal 76 halaman  yang dirilis oleh Jaksa Agung Negara bagian New York pada tanggal 28 Januari 2021, mengikuti suatu investigasi oleh Kantor Letitia James, bahwa rumah jompo mengabaikan pasien dan perilaku lainnya yang diduga menyebabkan tewasnya penghuni dan karyawan panti jompo.

Jaksa Agung Letitia James dalam sebuah pernyataan menyebutkan, Karena pandemi dan penyelidikan pihaknya berlanjut, adalah sangat penting harus memahami mengapa penghuni panti jompo di New York tidak perlu menderita pada tingkat yang mengkhawatirkan.  

Letita mengatakan : Saat kita tidak dapat mengembalikan individu yang meninggal dunia akibat krisis ini, laporan ini berusaha untuk menawarkan transparansi yang layak diterima publik dan untuk mendorong peningkatan tindakan untuk melindungi penghuni panti jompo yang paling rentan.”

Kematian terkait COVID di panti jompo telah menjadi titik nyala kritik melawan Gubernur New York Andrew Cuomo, seorang anggota Partai Demokrat, yang berulang kali menolak menentang pernyataan bahwa kebijakannya berperan dalam kematian tersebut.

Laporan tersebut dipastikan akan memicu lebih banyak perdebatan tentang kebijakan Andrew Cuomo terhadap virus  Komunis Tiongkok dan bagaimana Andrew Cuomo menangani panti jompo selama pandemi.

Letitia James, seorang anggota Partai Demokrat, mengatakan bahwa keputusan Andrew Cuomo untuk memerintahkan pemulihan pasien-pasien rumah jompo untuk dikembalikan ke rumah jompo,  untuk mengosongkan ruang tempat tidur rumah sakit mungkin menyebabkan lebih banyak kematian. Andrew Cuomo — yang memuji tanggapan pemerintahannya terhadap pandemi — telah sering menolak anggapan bahwa kebijakan  yang spesifik ini menyebabkan peningkatan kasus kematian.

Tahun lalu, Andrew Cuomo dengan tegas membantah tuduhan: “Kebijakan penerimaan ke panti jompo adalah sebuah faktor yang tidak bermakna dalam kematian panti jompo. Dan data menunjukkan kualitas panti jompo tersebut bukanlah sebuah faktor kematian akibat COVID.”

Mengenai kebijakan tersebut, juru bicara Andrew Cuomo tahun lalu mengatakan bahwa “ada pengakuan pada saat itu bahwa populasi panti jompo adalah sangat rentan. Ada lebih banyak tempat tidur. Jadi kita berkata, dari kelimpahan hati-hati, anda harus uji negatif sebelum anda dibebaskan.”

Para pejabat di pemerintahan Andrew Cuomo tidak segera menanggapi permintaan untuk memberikan komentar mengenai  laporan Letitia James.

“Bimbingan pemerintah mengharuskan masuknya pasien COVID-19 ke dalam panti jompo mungkin telah meningkatkan risiko bahaya bagi beberapa penghuni fasilitas dan mungkin telah mengaburkan data yang tersedia untuk menilai risiko itu,” demikian laporan Letitia James menyatakan.

Dalam satu contoh, di fasilitas tidak dikenal, 11 kasus dipastikan dan diduga kematian dilaporkan ke Departemen Kesehatan Negara Bagian New York karena yang terjadi pada fasilitas tersebut. Namun, survei Jaksa Agung terhadap fasilitas tersebut menemukan bahwa terjadi 40 kematian  — termasuk 13 di rumah sakit dan 27 di panti jompo.

“Data awal yang diperoleh [kantor Letitia James] menunjukkan bahwa banyak warga[rumah jompo] meninggal karena COVID-19 di rumah sakit setelah dipindahkan dari panti jompo,” kata laporan itu.

Pada awal bulan Maret 2020, kantor Letitia James mulai menerima keluhan mengenai pengabaian terkait virus-, kata laporan itu. Pada bulan April, Letitia James menyiapkan hotline untuk menerima  keluhan mengenai dugaan pelecehan dan penelantaran di rumah jompo, mencatat  770 pengaduan diajukan sebelum awal Agustus 2020 dan 179 lainnya pengaduan diajukan hingga 16 November.

Kantor Andrew Cuomo awal bulan ini menerima kritik, karena tidak merilis data mengenai jumlah total penghuni panti jompo yang meninggal dunia karena virus selama dua bulan lagi.

“Negara bagian ini sangat keras — polos dan sederhana,” kata Empire Center for Public Policy Bill Hammond  dalam sebuah pernyataan.

Menurut data negara per minggu ini, sekitar 70 persen baru sekitar 35.000 kematian di negara bagian York akibat virus  Komunis Tiongkok termasuk di antara orang-orang yang berusia 70 tahun atau lebih.

Secara terpisah, pada tanggal 27 Januari, Andrew Cuomo menulis di Twitter bahwa “penduduk di Semua panti jompo yang berpartisipasi dalam program telah ditawari vaksin, ” menambahkan bahwa “72 persen penghuni panti jompo telah divaksinasi berdasarkan  tanggal.” (Vv)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular