Nicole Hao

Aturan bertentangan yang dikeluarkan oleh Kantor Umum Komite Pusat Partai Komunis Tiongkok dan Dewan Negara Tiongkok terkait perjalanan mudik Imlek Tahun 2021. 

Sebagai akibat dari memburuknya penyebaran wabah virus Komunis Tiongkok di seluruh daratan Tiongkok, otoritas pusat  baru-baru ini mengeluarkan kebijakan yang bertentangan tentang perjalanan selama liburan Tahun Baru Imlek. Aturan itu  mendatangkan kebingungan.

Bahkan, setelah berbulan-bulan pihak berwenang menyalahkan wabah lokal diakibatkan oleh makanan impor yang terkontaminasi, Dewan Negara pemerintahan pusat tiba-tiba mengubahnya. Baru-baru ini mengumumkan makanan tidak mungkin menyebarkan virus.

Sejumlah analis menyebutkan retorika yang bertolak belakang mungkin dikarenakan perbedaan prioritas di internal faksi Partai Komunis Tiongkok.

Sementara itu, penduduk setempat di kota Harbin, Tonghua, dan Shanghai mengatakan kepada Epoch Times berbahasa Mandarin, mereka mengetahui penularan yang tidak dilaporkan oleh pejabat setempat. Fakta itu membuat warga mencurigai tentang pihak berwenang yang menutupi kasus epidemi yang terjadi.

Sedangkan  di Harbin, pihak Partai menghukum sebanyak 12 pejabat karena gagal membendung penyebaran wabah lokal. Mereka kemudian dibawa untuk diinterogasi.

Aturan yang Bertolak Belakang

Kantor Umum Komite Pusat Partai Komunis Tiongkok, serta 29 pemerintah provinsi dan kota, mengeluarkan kebijakan untuk mencegah warga mudik saat  liburan Tahun Baru Imlek  yang jatuh pada 12 Februari. Jutaan warga biasanya mudik ke seluruh negeri untuk berkumpul dengan keluarga mereka.

Puncak mudik sudah dimulai pada 28 Januari 2021. Otoritas penerbangan sipil dan kereta api Tiongkok mengumumkan, jumlah penumpang yang mereka angkut pada hari itu sekitar 70 persen lebih sedikit dari jumlah tahun lalu.

Tetapi pada 31 Januari, Dewan Negara Tiongkok selama konferensi pers, mengatakan warga dapat bepergian, dan pemerintah daerah tidak boleh melarang warga mudik untuk liburan. Lembaga itu menginstruksikan kepada pihak berwenang untuk tidak mewajibkan wisatawan dikarantina di rumah atau hotel. Sedangkan orang-orang yang bepergian dari zona berisiko rendah, tidak boleh dipaksa untuk melakukan tes asam nukleat COVID-19.

Hanya beberapa hari sebelumnya pada 25 Januari, Kantor Umum Komite Pusat Partai Komunis Tiongkok secara resmi mengeluarkan kebijakan yang mengamanatkan kepada warga agar tetap tinggal di wilayah mereka saat ini dan tidak melakukan perjalanan  Tahun Baru Imlek.

Pemerintah provinsi dan kota di Tiongkok juga mengumumkan aturan bagi pelancong, seperti mengharuskan karantina selama 14 hingga 28 hari karantina. Pelancong juga diharuskan melakukan empat hingga tujuh tes asam nukleat selama periode karantina. Bersamaan itu, warga diharuskan membayar biaya karantina dan tes mereka sendiri.

Pejabat setempat juga  mengatakan terkait produk makanan tidak dapat menularkan virus ke manusia. Pasalnya, sampel yang dites positif sebelumnya mengandung bahan virus yang tidak aktif. Oleh karena itu, masyarakat bebas untuk menyantap makanan impor.

Tetapi, sejak Juli 2020, rezim Tiongkok secara konsisten mengklaim  wabah lokal disebabkan oleh produk makanan beku impor yang dinyatakan positif COVID-19. Khawatir terinfeksi, masyarakat Tiongkok akhirnya berhati-hati dengan tidak membeli makanan impor.

Produk makanan impor biasanya lebih mahal, sehingga menghasilkan lebih banyak margin keuntungan bagi pengecer. Bahkan, memberikan lebih banyak pendapatan pajak penjualan bagi negara.

Komentator Tiongkok, Tang Jingyuan menganalisis tentang Dewan Negara yang dipimpin oleh Perdana Menteri Li Keqiang, sedangkan Partai Komunis Tiongkok dipimpin oleh  Xi Jinping.

Instruksi terakhir dari Dewan Negara mengisyaratkan, Li prihatin tentang kondisi ekonomi dan ingin warga meningkatkan konsumi. Sementara itu, Xi ingin secara efektif mengekang wabah sehingga dapat memperkuat kekuasaannya.

“Tidak bepergian berarti tidak ada pertemuan keluarga, tidak ada pemberian hadiah, dan tidak ada makan besar, perekonomian Tiongkok buruk pada tahun 2020, dan Li Keqiang pasti sangat khawatir kehilangan pendapatan besar terkait Tahun Baru ini, ”  kata Tang. 

Sementara itu, “Xi menulis sebuah artikel pada 15 Februari 2020, yang berbunyi bahwa dirinya yang dapat memimpin rakyat Tiongkok untuk memerangi virus ini. Dia kemudian sering mengklaim, Tiongkok sudah menang atau bertahan melawan virus. Prestasi politik ini perlu  dipertahankan Xi Jinping yang dinilai membuktikan keputusannya tepat, ”tambah Tang.

Tang menambahkan, pejabat Komunis Tiongkok kemungkinan tidak melaporkan wabah lokal. Dikarenakan, membendung virus sudah menjadi tugas politik yang paling penting, mereka diberi insentif untuk membuat situasi wabah yang terlihat dapat dikendalikan serta tidak mengatakan kejadian yang sebenarnya.

Underreporting

Pada 31 Januari 2021, pemerintah pusat mengumumkan bahwa pasien COVID-19 yang baru didiagnosis terdeteksi di provinsi Jilin, Heilongjiang, dan Hebei, Tiongkok utara. Tetapi, warga setempat mengatakan, pihak berwenang me-lockdown lebih banyak kompleks perumahan di Shanghai — yang kemungkinan berarti beberapa penduduk terinfeksi COVID-19 di sana.

Sementara itu, kota Suihua di Provinsi Jilin  mengumumkan bahwa rumah sakit darurat yang baru dibangun dioperasikan dan menerima pasien pertamanya pada hari itu. Padahal, sejauh ini otoritas kota hanya mengumumkan beberapa ratus pasien yang perlu dirawat di rumah sakit.

Suihua juga mengumumkan putaran ketiga pengujian COVID-19 secara massal terhadap semua warga sebagai metode untuk mengekang penyebaran virus. Wakil walikota setempat, Dong Wenqin mengatakan sebanyak 10.933 desa dan kompleks perumahan di kota itu sepenuhnya di-lockdown dan tidak ada penduduk yang dapat meninggalkan rumah mereka selama 19 hari terakhir. Namun demikian, kota itu masih mengalami kasus infeksi terbaru.

Harbin berada dalam situasi yang sama. Penduduk setempat mengatakan kepada Epoch Times berbahasa Mandarin bahwa, mereka mengetahui lebih banyak infeksi yang tidak diumumkan oleh pihak berwenang.

“Setiap hari, mereka [staf pemerintah] menjemput penduduk dari kompleks perumahan kami dan kompleks perumahan tetangga kami Lanhe Mingyuan, yang terinfeksi positif, Mereka telah menutup pintu kami untuk waktu yang lama [sejak 19 Januari], tetapi orang-orang masih terinfeksi,” kata seorang warga di kompleks perumahan Taman Mingda dengan nama samaran Wang Jian. 

Seorang penduduk di kompleks perumahan Dajiang Jinzuo bernama Chen Hai (nama samaran) mengatakan, kompleks perumahannya  sering mendeteksi pasien baru sejak ditutup selama lebih dari seminggu. Chen menambahkan, dirinya dan rekan-rekannya harus mengikuti tes asam nukleat putaran keempat pada hari Sabtu.

Sun Ming (nama samaran) dibawa ke hotel untuk karantina setelah dia diidentifikasi sebagai kontak dekat pasien yang didiagnosis. Dia berkata: “Semua pusat karantina sekarang dipenuhi warga. Banyak kontak dekat pasien yang dikonfirmasi sedang dikarantina di rumah karena tidak ada pusat karantina yang memiliki kamar gratis. ”

Penduduk Shanghai kepada Epoch Times berbahasa Mandarin mengatakan,  wabah di kota itu juga memburuk tetapi pihak berwenang menutupinya.

“Sekarang [pemerintah] sedang membangun rumah sakit darurat untuk pasien COVID-19 di distrik Pudong, dan pusat karantina darurat di distrik Songjiang,  jangan percaya pada pengumuman resmi. [Rezim] tidak akan mengatakan yang sebenarnya,” kata Chen. 

Chen memperoleh cetak biru konstruksi pusat karantina sementara di distrik Songjiang, di sudut barat daya Shanghai, yang dibagikannya dengan media.

Penduduk Shanghai sebelumnya mengatakan kepada Epoch Times berbahasa Mandarin bahwa kota itu sedang membangun rumah sakit darurat di Pudong. Pada 27 Januari 2021, pemerintah Shanghai mengklaim fasilitas itu bukanlah  rumah sakit, melainkan proyek apartemen terjangkau.

Penduduk lokal membagikan video yang menyengketakan klaim pihak berwenang. Video tersebut merekam seorang manajer di lapangan konstruksi menyampaikan kepada penduduk setempat bahwa fasilitas itu adalah rumah sakit. Penduduk lainnya membagikan video yang menunjukkan bahwa lusinan kamar kontainer — mirip dengan yang digunakan oleh otoritas Tiongkok untuk membangun fasilitas darurat selama pandemi ini — sedang diangkut ke lapangan. (vv)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular