oleh Zhang Yujie

Sejumlah platform di jaringan internet yang menawarkan produk berupa penyimpanan dana pelanggannya dalam rekening tabungan yang mereka kelola, terhitung (25/1/2021)  meniadakan produk tersebut. Kebijakan dikeluarkan saat keuangan di perbankan Tiongkok dalam kondisi sedang ketat.

Terhitung dana simpanan masyarakat pada seluruh platform termasuk Alipay dan lainnya  yang jumlahnya mencapai hampir RMB. 2 triliun, wajib dialihkan kepada Bank Sentral Tiongkok dan berbagai bank lainnya di Tiongkok.

Hal itu seiring edaran Komisi Pengaturan Perbankan dan Asuransi Tiongkok serta Bank Sentral Tiongkok pada (15/1/2021) bersama-sama mengeluarkan edaran berupa “Pemberitahuan Terkait Pengaturan Bank Umum Terhadap Platform di Jaringan Internet yang Melakukan Bisnis Simpanan Pribadi”. 

Edaran itu menyebutkan bahwa bank umum tidak diperkenankan untuk menjalankan usaha berjenis simpanan berupa tabungan maupun deposito melalui platform online yang tidak dioperasikan sendiri.

Tercatat hingga (25/1) malam, Alipay, Jingdong Finance, Didi Finance, Duxiaoman Financial dan platform lainnya telah meniadakan seluruh produk layanan berupa simpanan yang semestinya diberikan oleh perbankan.

Ini berarti pengguna baru dan lama tidak lagi dapat membeli produk simpanan bank komersial melalui platform Alipay dan lainnya. Para pelanggan yang telah menyetorkan dananya ke platform hanya dapat menghubungi bank terkait untuk layanan tindak lanjut.

Larangan ini sudah mulai dijalankan pada bulan Desember tahun lalu. Namun platform pada saat itu tidak menghentikan penjualan jasa yang mereka tawarkan. Terkecuali tidak lagi menambahkan produk simpanan bank baru, sehingga tidak berpengaruh terhadap para pengguna yang sudah memegang produk. Pengguna masih dapat meningkatkan pembelian produk simpanan bank yang telah mereka beli.

Ant Group adalah yang pertama menutup bisnis pembelian produk simpanan bank lewat Alipay untuk pengguna baru pada 18 Desember tahun lalu. Kemudian diikuti oleh platform lainnya. Misalnya, JD (Jingdong) Finance. Melalui pengumumannya pada 20 Desember, Jingdong Finance menyebutkan : “Pihaknya telah menghentikan layanan menambahkan produk simpanan online baru dan menghentikan pengguna baru untuk membeli produk terkait. Produk terkait hanya akan terlihat oleh pengguna yang telah membeli produk, sehingga pengumuman tidak berpengaruh bagi pengguna yang telah membeli produk terkait.”

Sekitar RMB. 2 triliun dana simpanan masyarakat beralih dari pengelola platform ke perbankan

Menurut hasil penelitian tahun 2020 yang dilakukan tim Dai Zhifeng dari Zhongtai Securities, menyebutkan bahwa dana simpanan masyarakat yang berhasil dihimpun oleh pemilik platform Internet daratan Tiongkok adalah berjumlah sekitar 1 triliun hingga 2 triliun Renminbi.

Bank Sentral Tiongkok pada 22 Januari mengeluarkan “Langkah-langkah Penyimpanan dan Pengelolaan Dana Cadangan bagi Nasabah Lembaga Pembiayaan Bukan Bank” sebagai dasar anti-monopoli. 

Bank Sentral Tiongkok meminta pemilik platform agar mengalihkan seluruh dana yang berhasil mereka himpun ke Bank Sentral atau bank komersial tertentu untuk sentralisasi pengontrolannya. Disamping itu juga mengingatkan bahwa Bank Sentral Tiongkok memiliki hak untuk memisahkan lembaga pembiayaan non-bank yang relevan jika dianggap “sangat menghambat perkembangan pasar layanan pembayaran yang sehat”.

Perbankan Tiongkok sedang kekurangan likuiditas

Seorang ahli keuangan dari Universitas Hebei, Sun Dali, dalam sebuah wawancara dengan Radio Free Asia,  mengatakan bahwa dengan adanya penarikan modal asing dari Tiongkok dan menurunnya jumlah simpanan warga di perbankan, pihak berwenang memerintahkan penutupan platform keuangan di internet. Hal ini menunjukkan bahwa dana likuiditas telah semakin memburuk.

Menurut Sun Dali, dengan bercokolnya banyak platform keuangan online, komunis Tiongkok percaya bahwa dana simpanan masyarakat masih sangat besar. Karena orang Tionghoa suka menabung. Maka pemerintah komunis Tiongkok berusaha untuk mengubah dana simpanan yang jumlahnya besar itu menjadi dana likuiditas.

“Tapi nyatanya, dana simpanan masyarakat Tiongkok sudah turun tajam sejak 2004. Rata-rata simpanan warga Tiongkok hanya sedikit diatas RMB. 50.000,- lebih rendah dari rata-rata negara lain”, kata Sun Dali.

Bloomberg melaporkan pada awal bulan Agustus tahun lalu bahwa Bank Sentral Tiongkok mungkin masih kekurangan dana likuiditas sekitar USD. 500 miliar.

Pada Selasa (26/1) harga saham dan obligasi di bursa Tiongkok anjlok secara bersamaan. Mengutip penjelasan analis, Reuters  melaporkan bahwa hal ini terkait dengan ketatnya dana menjelang Tahun Baru Imlek, pasar berharap Bank Sentral mampu menjaga kecukupan likuiditas pasar, namun nyatanya likuiditas mengalami pengetatan yang cukup signifikan.

Luo Yunong, analis perusahaan China Industrial Secs mengatakan bahwa sikap pengetatan dana yang dilakukan bank sentral di luar dugaan pasar. (sin)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular