Zachary Stieber dan Jan Jekielek

Dunia pasar saham digemparkan dengan fenomena GameStop. Menurut seorang analis keuangan, para investor yang lebih kecil telah menang dalam pertempuran dengan berakhirnya Wall Street terhadap  GameStop. 

Analis Jeff Carlson memberitahukan dalam program “American Thought Leaders” The Epoch Times , pada Minggu (31/1/2021)  bahwa latar belakang umum untuk semua ini adalah seperti seorang pria kecil melawan perusahaan-perusahaan [Wall] Street yang besar. Dalam hal ini, si pria kecil itu  menang.” 

“Ini adalah situasi yang sangat unik, tidak seperti yang pernah saya lihat sebelumnya, setidaknya sebesar ini, dan ini adalah semacam Daud melawan Goliat. Ada banyak orang bersorak untuk investor ritel tersebut, dan anda jelas-jelas melihat para investor besar ini hampir menyerah.” Demikian pernyataan Jeff Carlson.  

Apa yang disebut para investor ritel mulai menggelontorkan uang ke GameStop, sebuah perusahaan video game yang sedang bertahan hidup, pada  Januari setelah mengetahui bahwa Hedge Fund atau pengelola investasi, bertaruh untuk kehancuran GameStop.

Pembelian tersebut, yang diatur di forum WallStreetBets Reddit, mengirimkan saham hingga $ 347 per saham dari $ 17, menghancurkan setidaknya satu dari Hedge Fund dan menghasilkan sejumlah besar uang bagi investor-investor yang lebih kecil.

Kenaikan harga yang mengejutkan itu menyebabkan kekhawatiran di antara beberapa veteran pemain-pemain Wall Street, yang menyerukan semacam regulasi dan sepertinya begitu mempertimbangkan dukungan kepada Hedge Fund.

Jeff Carlson berkata, pakar-pakar keuangan yang mengeluh atas apa yang terjadi “adalah agak ironis,” yang menunjuk pada krisis keuangan tahun 2008.

“Itu adalah Hedge Fund yang sama yang dipermalukan karena shorting banyak perusahaan-perusahaan yang berbeda ini, dan perusahaan-perusahaan keuangan inilah yang akhirnya mendapatkan banyak dana talangan,” kata Jeff Carlson, yang merupakan seorang kontributor untuk The Epoch Times. 

Kontributor Epoch Times, Jeff Carlson, yang bekerja selama 20 tahun sebagai analis dan manajer portofolio di pasar obligasi bunga tinggi. (Courtesy of Jeff Carlson)

“Kini, kami melangkah maju ke situasi yang kami hadapi hari ini, dan tiba-tiba, itu adalah investor ritel yang dipermalukan karena menaikkan harga saham, dan orang-orang yang melakukan shorting yang tidak disebut sebagai agresif,” tambahnya. 

Jeff Carlson mengatakan ia khawatir situasi tersebut akan meningkatkan regulasi, yang menurutnya tidak boleh terjadi. Situasi tersebut seharusnya dibiarkan terjadi. Salah satu poinnya adalah salah satu masalah-masalah besar di sini adalah pihak yang harus disalahkan adalah Hedge Fund yang tidak terlibat dalam tatalaksana risiko yang tepat, dan ini adalah para pemain lembaga besar untuk masuk dan menjatuhkan investor kecil. Katakan saja, di mana  beban ini adalah perdagangan konyol dan anda tidak memiliki perdagangan bisnis, dan keamanan di sini tampaknya diabaikan. 

Secara efektif, itu adalah sebuah kekuatan eksternal ke pasar yang masuk dan mendikte harga yang pantas serta apa penilaian yang pantas, dan apa yang tidak.

Jeff Carlson memaparkan, hal demikian adalah sesuatu yang mengkhawatirkan. Ia juga sedikit mempertanyakan motif-motif tersebut, pasalnya Hedge Fund terhubung secara politik dan kelembagaan, dan lain-lain, merekalah yang disakiti dalam kasus ini.

Menteri Keuangan AS yang baru, Janet Yellen menerima lebih dari $ 1 juta untuk biaya berbicara dari Wall Street dalam beberapa tahun terakhir, termasuk sekitar US$ 800.000 dari Citadel, menurut pengajuan ke Kantor Etika Pemerintah. Uang Citadel itu digunakan oleh Hedge Fund, Melvin Capital, salah satu Hedge Fund yang melakukan shorting terhadap GameStop.

Janet Yellen mengatakan dalam janji etikanya bahwa ia tidak akan berpartisipasi “secara pribadi dan secara substansial” dalam hal apa pun yang melibatkan Citadel atau entitas lain, yang membayarnya untuk berbicara kecuali ia menerima wewenang tertulis. Gedung Putih menolak mengatakan apakah Janet Yellen harus mengundurkan diri, dan Kementerian Keuangan tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Komisi Sekuritas dan Bursa, regulator teratas keuangan AS, mengatakan pada  (29 /1/2021) bahwa pihaknya sedang meninjau volatilitas perdagangan baru-baru ini yang menyebabkan munculnya GameStop dan saham lainnya.

Komisi Sekuritas dan Bursa mengatakan, pihaknya akan melindungi investor ritel dan berjanji untuk menyelidiki tindakan yang diambil oleh Hedge Fund dan para broker, yang mana mungkin “merugikan para investor atau secara berlebihan menghambat kemampuan para investor untuk memperdagangkan sekuritas tertentu.” (vv)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular