oleh Li Zhaoxi

Presiden AS Joe Biden dan para pendukungnya memberikan persetujuan, itu ketika Biden mengajukan rencana penyelamatan ekonomi berskala besar dengan dana sejumlah USD. 1,9 triliun. Namun demikian, pada Sabtu (6 /2/2021) Olivier Blanchard, mantan kepala ekonom Dana Moneter Internasional (IMF)  mencoba untuk memberikan pandangannya kepada Biden.

Olivier Blanchard, ekonom liberal terkenal asal Prancis dalam serangkaian pesan tweetnya  menjelaskan alasan penentangannya terhadap rancangan stimulus Biden.

Blanchard mengingatkan masyarakat untuk melihat bahwa angka tersebut memang terlalu besar. Jika perekonomian terus bertahan pada tren sebelum krisis keuangan terjadi, maka skala ekonomi akan meningkat sekitar USD. 900 miliar. Karena beberapa segmen tidak akan beroperasi dengan kecepatan penuh untuk periode waktu tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa selisih output akan di bawah USD. 900 miliar.

Blanchard mengatakan bahwa karena program bantuan tahun lalu dan kekhawatiran terhadap pandemi, jadi sebagian besar tabungan warga Amerika Serikat pada tahun 2020 jauh melampaui aspek normal. Jumlah kelebihan simpanan itu mencapai sekitar USD. 1,6 triliun. Saat kondisi membaik, konsumen akan membelanjakan sebagian dananya pada tahun ini. Jika itu setengahnya saja, jumlahnya sudah mencapai USD. 800 miliar.

Pada  Desember tahun lalu, jumlah dana program bantuan itu sebesar USD. 900 miliar. Sedangkan proposal Biden adalah menambah lagi USD. 1,9 triliun. Karena itu, Blanchard mengatakan bahwa dengan demikian rencana infrastruktur akan semakin meningkat di kemudian hari, tinggal menjumlahkan saja ketiga angka di atas, yakni USD. 3,6 triliun, itu merupakan 4 kali lipat dari batas atas selisih output. Artinya, bahwa selisih output perlu dinaikkan sampai 4 kali lipat.

Blanchard berpandangan bahwa dana yang disediakan untuk langkah-langkah stimulus, adalah terlalu besar, terutama berdasarkan langkah-langkah stimulus yang sudah diambil pada tahun lalu. Sedangkan daya beli tambahan yang diciptakan oleh defisit anggaran tambahan sebesar USD. 1,9 triliun akan mendorong kenaikan harga, sehingga memaksa The Fed menaikkan suku bunga yang akhirnya menyebabkan inflasi.

Sebagai seorang ekonom yang menerapkan prinsip kehati-hatian, Blanchard dalam pesan tweetnya menyebutkan, bahwa beberapa perkiraannya mungkin salah. Mungkin kebijakan stimulus tidak akan memukul perekonomian sebanyak yang diperkirakan, atau ekspansi produksi akan membuat kemampuan untuk memenuhi kebutuhan bertambah besar. Meskipun demikian, Blanchard percaya bahwa jumlah USD. 1,9 triliun itu masih merupakan angka yang terlalu besar dan di bawah asumsi yang masuk akal.

Seperti banyak ekonom lainnya, Blanchard berpendapat bahwa pengeluaran defisit (deficit spending) dapat membantu pertumbuhan ekonomi, tetapi defisit yang berlebihan dapat menyebabkan inflasi yang tidak perlu. Dia juga memposting tulisan di Twitter hasil wawancaranya yang menunjukkan bahwa, ia setuju menggunakan pengeluaran defisit untuk secara langsung membiayai pengobatan atau investasi jangka panjang, yang mana berkaitan dengan pandemi. Akan tetapi, dia menyarankan agar tidak mendanai konsumsi melalui utang.

Pekan lalu, mantan Menteri Keuangan AS dan ekonom liberal, Larry Summers juga menyatakan bahwa rencana Biden mengandung sejumlah risiko. Pasalnya, skala rancangan stimulus ekonominya jauh melebihi dampak pandemi terhadap ekonomi AS.

Peringatan dari ekonom liberal yang setia ini, dapat berpengaruh terhadap prospek rancangan stimulus ekonomi Biden, sedangkan “masa bodoh” dari ekonom moderat Partai Demokrat mungkin dapat membuat rancangan tersebut gagal. (sin)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular