NTD  Asia Pasifik  – Zhao Tingyu 

Organisasi ultra-kiri AS, BLM dan Antifa turun ke jalan di Washington pada (7 /2/2021).  Mereka mengganggu orang-orang yang makan di luar ruangan. Polisi berbaris mencoba memisahkan para demonstran dan melindungi orang-orang yang sedang makan.

Dalam rekaman yang diambil oleh jurnalis independen Amerika, Brendan Gutenschwager, para demonstran meneriakkan yel-yel  “Black lives, they matter here” dan “If we don’t get it, burn it down.” Artinya kurang lebih “Kehidupan orang kulit hitam, mereka penting di sini” dan “Jika kami tidak mendapatkan apa yang kami inginkan, kami akan membakarnya.” 

Beberapa demonstran terus mengumpat. Kata-kata tidak senonoh dilontarkan kepada polisi. Bahkan, beberapa pengunjuk rasa menggunakan senter untuk menyinari mata polisi dari jarak dekat, yang menyebabkan bentrokan singkat antara kedua pihak.

Di Amerika Serikat, setelah Biden menjabat, demonstrasi dari kelompok ultra-kiri terus terjadi. Beberapa waktu lalu, kelompok ultra kiri juga turun di Portland.  

Andy Ngo, jurnalis dan penulis buku yang baru-baru ini dirilis yang berjudul “Unmasked: Inside Antifa’s Radical Plan to Destroy Democracy,” mengatakan kepada NTD bahwa Antifa tidak akan menghilang hanya karena mantan Presiden Trump meninggalkan jabatannya.

Berbicara tentang penelitiannya tentang tujuan Antifa, Ngo mengatakan, Antifa memanfaatkan klaim pada tahun 2016 yakni istilah Trump adalah rezim fasis, untuk menegaskan kelompok mereka adalah tentang menentang fasisme Amerika. Tapi “itu selalu hanya dalih bagi mereka yang menyebabkan kesengsaraan dan penyerangan. Kini, mereka menentang Amerika itu sendiri. (hui/asr)

 

 

Share

Video Popular