Guo Xiao/Li Jingrou – Sound of Hope

Dalam legenda budaya Timur dan Barat kuno, terdapat literatur tentang suasana di alam barzah. Alam barzah ini juga dikenal sebagai dunia bawah, yakni tempat berpulangnya jiwa-jiwa, suatu kehidupan setelah kematian atau suatu dunia orang mati.

Sejak zaman kuno, tempat manusia hidup di dunia disebut dalam bahasa Tionghoa Yang-Jian/Yang Cien atau Dunia manusia. Tempat ini di mana jiwa setelah kematian disebut Dunia Bawah atau alam barzah. Tidak peduli seberapa warasnya seseorang, mereka selalu dipenuhi ketakutan ketika perlahan-lahan menjadi tua dan mati. Yakin banyak orang yang sangat penasaran dengan dunia bawah atau alam barzah dan ingin mengetahui seluruh proses dunia bawah setelah kematian. 

Menurut legenda, setelah seseorang meninggal dunia, utusan dari alam barzah yakni Wu Chang akan membawa roh mereka yang sudah meninggal dunia. Kemudian, diserahkan kepada Niu Tou Ma Mian, sepasang penjaga menakutkan dari alam barzah dalam Mitologi Tiongkok. Sebagaimana arti nama mereka, Niu Tou memiliki kepala kerbau dan Ma Mian berkepala kuda. 

Niu Tou Ma Mian akan akan membawa roh mereka ke gerbang arwah atau Roh manusia yang telah meninggal. Ini adalah jalur yang harus dilewati roh yang sudah meninggal dunia di alam barzah untuk diadili sebelum bereinkarnasi.

Keterangan Foto : Gerbang hantu (arwah) (Internet)

Setelah melewati gerbang arwah, kemudian ke dunia arwah yang hampa. Di ujung jalan di sana ada sebuah Sungai Wangchuan, dan sebuah jembatan di atas sungai yang disebut Jembatan Naihe, yakni pintu masuk di dunia bawah/alam barzah. Ada platform tanah bernama Wangxiangtai setelah melewati Jembatan Naihe.

Setelah melewati jembatan Naihe, ada Wang Xiang Thai, yakni suatu tempat yang bisa melihat suasana di dunia manusia, tapi tidak mungkin bisa kembali lagi saat melewati Wang Xiang Thai. 

Saat itu, jenazah di dunia manusia akan dimasukkan ke dalam peti mati. Wangxiangtai ini mungkin merupakan maksud dari Bodhisattva Dewi Kwan Im, yang mana berempati pada makhluk hidup yang tidak ikhlas untuk mati, yang merasa berat meninggalkan keluarganya di dunia manusia. 

Di sana ada sebuah paviliun bernama Meng Po Thing, dan di sinilah Meng Po menunggu untuk memberikan semangkuk sup Meng Po kepada setiap roh yang lewat. Sementara di tepi (sungai) Wang Chuan ada sebuah batu yang disebut sanshengshi, yang mengacu pada “Kehidupan Sebelumnya” “Kehidupan saat ini” dan “Kehidupan Berikutnya”. 

Setelah minum sup Meng Po/Mong Pho, maka orang-orang yang telah meninggal dunia itu pun melupakan segalanya semasa hidup mereka di dunia. Batu San Sheng Shi mencatat kehidupan sekarang dan masa lalu semua manusia. 

Di Wang Xiang Thai adalah tempat terakhir kalinya untuk melihat dunia manusia. Akhir dari kematian seseorang adalah roh yang akan bereinkarnasi.

Untuk diketahui, Sup Meng Po adalah sejenis air teh dalam cerita rakyat Tiongkok kuno yang bisa melupakan semua masalah dan kenangan, cinta, dendam dan benci di masa lalu setelah meminumnya. Menurut legenda, sup keramat di alam barzah itu dibuat oleh Meng Po. Minuman itu dimaksudkan agar roh-roh yang bergentanyangan di jembatan Naihe yang terlahir kembali, sepenuhnya melupakan semua kenangan dalam kehidupan sebelumnya, dan bereinkarnasi dengan tenang.

Meng Po, dalam keyakinan rakyat Tiongkok, adalah sesosok pengurus yang khusus membuat seseorang melupakan segalanya setelah meninggal. Meng Po juga merupakan sesosok dewi di alam barzah.

Kita kembali ke tema arwah tadi, roh yang baru saja meninggal dunia disebut arwah hidup, setelah fisik si mati terurai, energi kehidupan dipisahkan dari tubuh setelah sekitar 12 jam, itulah yang kita sebut arwah. Roh ini akan sangat tersiksa dalam proses pelepasan/meninggalkan tubuhnya. 

Jadi, sebaiknya anggota keluarga tidak menggerakkan tubuhnya untuk meringankan penderitaannya. Ada kuil dewa bumi di setiap tempat, beberapa di antaranya tidak terlihat oleh mata manusia, tetapi mereka itu nyata adanya.

Keterangan Foto : Wang Xiang Thai, yakni suatu tempat di alam barzah yang dapat dilihat roh seseorang yang telah meninggal suasana di dunia manusia. (Internet)

Saat memandang jauh ke bawah di sepanjang jalan Wang Xiang Thai, sayup-sayup akan terdengar gonggongan anjing, yakni semacam monster di alam barzah. Gonggongan menjadi semakin keras dan keras, para arwah akan bergidik mendengarnya. 

Kawanan anjing ganas dengan tatapan tajam, moncongnya dipenuhi gigi baja yang runcing, dan bulu yang sekeras kawat baja, menggigit roh-roh dengan ganasnya, dan tidak akan berhenti sebelum mencabik-cabik mereka. 

Roh-roh itu berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari moncong besi dan gigi baja kawanan monster ganas ini, ada yang kaki atau lengannya putus digigit. Berikutnya adalah puncak Gunung Jinji (Baca : Cin Ci), dua puncak gunung, yang harus dilalui, dari punggung gunung merayap hingga ke puncaknya. Monster (Anjing) ganas dan gunung Cin Ci adalah dua gerbang yang harus dilalui semua arwah sebelum mereka memenuhi syarat menjadi hantu atau roh atau arwah yang meninggalkan badan karena kematian.

Keterangan Foto : Pegunungan anjing ganas (semacam makhluk di alam barzah) (Internet)

Saat memasuki Gunung Jinji, sekelompok ayam jantan akan seketika menerkam. Paruh besi dan cakar yang tajam akan mencabik-cabik kulit anda dengan seketika, merasuk ke dalam organ dalam. Mereka tidak berhenti sebelum mengeluarkan organ dalam Anda.

Saat terus melangkah maju, tiba-tiba tampak keramaian, bendera warna-warni berkibar, ini adalah desa hantu gentayangan. Secara permukaan, semua pemandangan yang meriah ini adalah ilusi. 

Semua itu adalah roh dengan anggota badan yang cacat setelah melewati pegunungan Anjing ganas dan gunung Jinji. Mereka tidak dapat bergerak maju, karena anggota tubuh mereka yang cacat. Sehingga harus tinggal dan berkumpul di desa hantu ini, menunggu mereka yang terlena dengan kegembiraannya atau tubuh yang sehat tiba, kemudian mencari tubuh baru untuk melanjutkan perjalanan ke Dunia Bawah/alam barzah.

Keterangan Foto : Desa Hantu (Internet)

Setelah melewati desa hantu ini, Anda akan tiba di sebuah kota alam barzah. Anda harus minum air khusus setelah tiba di tempat ini, agar anda dapat berbicara jujur, melaporkan dengan jujur ​​berbagai kejahatan semasa hidup di dunia, dan menunggu interogasi raja neraka. 

Setelah meminum air khusus ini, anda hanya akan menjadi hantu dan menunggu diadili. Ada dua gerbang di Kota Fengdu, di antara gerbang kedua dan utama, ada dua lampu yang menggantung tinggi di udara, tetapi tidak bergerak sama sekali. Satu lampu dengan cahaya yang sangat terang, lampu lainnya redup dan gelap, saat memasuki dua gerbang yang terbuat dari batu giok, akan terlihat 10 gerbang kota yang berdampingan dan dijaga oleh prajurit alam barzah.

Keterangan Foto : Kota Fengdu di alam barzah. (Internet)

Delapan Belas lapisan Neraka adalah satu gerbang yang terpisah, tidak berada dalam susunan Sepuluh Ruang Neraka, hanya satu tempat, tetapi Sepuluh Ruang raja Neraka terhubung dengan delapan Belas lapisan neraka. Orang-orang yang masih hidup di dunia membakar uang kertas, pakaian, dan mempersembahkan sesajian untuk si mati, yang dapat diterimanya. 

Anjungan persembahan ini mirip dengan kantor pos di dunia manusia, yang bertugas mengantarkan persembahan dari dunia manusia untuk si mati. Roh di Dunia Hantu memiliki hukum dan peraturannya sendiri, dan memiliki hari libur tahunan mereka sendiri. Sebagian besar hantu yang ditemui oleh orang-orang di dunia manusia adalah hantu di sini, dan hanya sebagian kecil yang bertemu dengan hantu gentayangan.

Hantu di dunia hantu, dapat kembali ke dunia manusia pada hari-hari dan keadaan tertentu, tetapi hantu-hantu ini harus mematuhi ruang lingkup dan permintaan mereka. Setelah meninggalkan istana raja neraka, akan terlihat pancaran cahaya terang di depan. Cahaya itu memancarkan cahaya terang tetapi tidak menyilaukan mata. Di tengah cahaya yang terang itu, akan terlihat sebuah podium teratai dengan satu warna emas utama dan tujuh warna pelengkap. Itu memberi rasa suka cita yang tak terhingga dan ini pasti tahta teratai Bodhisattva-Mahasattva.

Bodhisattva-Mahasattva (Internet)

 Ada sebuah jembatan di pinggir tebing, di atas jembatan tersebut terdapat 4 makhluk penjaga jembatan yang terletak di kedua sisi. Di batu alam barzah terukir tulisan Jin Yin Qiao (Baca: Cin Yin Chiao) atau Jembatan emas. 

Di atas jembatan itu ada seorang nenek yang membawa air teh yang disiapkan untuk roh-roh yang lewat. Nenek ini adalah Dewi Meng Po, dan teh ini bernama sup Meng Po. Setelah meminum sup ini dengan terlupakan segala peristiwa semasa hidup di dunia, dan reinkarnasi di seluruh penjuru dunia. Di jembatan emas itu, ada enam jalur melingkar yang memancarkan cahaya warna-warni. Ini adalah enam jalur reinkarnasi, melompat ke jalur mana Anda akan bereinkarnasi.

Keterangan Foto : Setelah minum sup Mengpo, maka segala peristiwa semasa hidup di dunia akan terlupakan, dan reinkarnasi di seluruh penjuru dunia (internet)

 Ilmu pengetahuan saat ini tidak dapat menjelaskan dunia kehidupan seseorang setelah meninggal, bahkan sekarang para ilmuwan baru mulai memahami sepenuhnya proses kematian itu sendiri. 

Beberapa metafora kuno membandingkan saat kematian dengan satu titik waktu, atau detik-detik terakhir dari kehidupan. 

Bagaimanapun, hidup adalah serangkaian proses yang kompleks, dan ketika berakhir, kematian tidak dapat diurai menjadi seketika. Sel-sel diurai setelah kematian, ini jelas dan pasti, tetapi perilaku, karakteristik, dan rupa/raut wajah  akan terus berlanjut hingga ke keturunannya. (jon/asr)

 

Share
Tag: Kategori: Budaya BUDAYA TIMUR

Video Popular