NTD

Insiden ledakan truk tanker  itu terjadi di pelabuhan Islam Qala, sekitar 120 kilometer dari kota Herat di Afghanistan barat, Sabtu (13/2).  Kebakaran terjadi setelah tengah hari dan menelan banyak kapal tanker yang diparkir di dekat truk yang meledak setelah melintasi perbatasan.

Video yang diunggah ke media sosial menunjukkan api dan asap hitam melambung  ke langit.  Gubernur Herat Afghanistan Waheed Qatali mengatakan bahwa pihak berwenang Iran dan personel Afghanistan yang dipimpin oleh NATO telah memberikan penyelamatan dan bantuan untuk memadamkan api.

Perusahaan energi Afghanistan DABS menyatakan bahwa kebakaran tersebut mengakibatkan pemadaman listrik di 60% Provinsi Herat. 

Sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, banyak warga sekitar  Islam Kala telah memadamkan api. Pihak berwenang Iran segera mengirimkan mobil pemadam kebakaran dan ambulans ke seberang perbatasan untuk memadamkan api.

Younus Qazi Zada, kepala Kamar Dagang Herat, mengatakan, “Ada sekitar 200 hingga 300 truk tanker di tempat kejadian pada saat itu. Kami menyelamatkan beberapa kendaraan, tetapi kebanyakan telah dilalap api.  Api itu begitu besar sehingga tidak ada yang bisa mendekat dalam jarak 1 kilometer. ”

Kerugian menurut perkiraan awal menunjukkan bahwa jumlah kerusakan mencapai jutaan dolar Amerika Serikat. Harus menunggu sampai apinya padam sebelum jumlah kerugian dapat dinilai dengan benar. 

Laporan berita paling awal menyebutkan bahwa kebakaran tersebut disebabkan oleh ledakan sebuah truk tanker gas yang menyebar ke belasan truk terdekat. Api menyala satu per satu, dan api melambung ke angkasa.

Warga di sekitar  memposting gambar kejadian di Twitter. Menurut pejabat, penyebab kebakaran tersebut belum diklarifikasi. 

Sementara itu Pemerintah Afghanistan merilis pernyataan bahwa terjadi ledakan di provinsi timur dan selatan pada Sabtu (13/2) yang menyebabkan sedikitnya 4 anggota pasukan keamanan Afghanistan tewas, termasuk seorang komandan, dan 7 lainnya luka berat.  Insiden menyebabkan tiga warga sipil juga terluka. (hui)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular