Xiao Jing

Kantor berita resmi Spanyol “Effie”, mengabarkan di sebuah panti jompo di Lagartera, Toledo, Spanyol, 78 orang lanjut usia dan 33 staf telah divaksinasi pada (13/1/2021) dengan Vaksinasi Pfizer. Namun, hanya 6 hari kemudian, 10 di antaranya menunjukkan gejala infeksi.

Panti jompo itu mengeluarkan pernyataan awal bulan ini yang mengatakan bahwa pada 25 Januari, semua lansia yang divaksinasi dinyatakan positif virus Komunis Tiongkok, dan 12 anggota staf juga didiagnosis. 

Saat ini, 7 orang lansia telah meninggal dunia dan 4 orang telah dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan.

Panti jompo itu awalnya dijadwalkan untuk memberikan dosis kedua vaksin pada 3 Februari, tetapi baik pejabat Spanyol maupun pihak  panti jompo tidak mengumumkan rinciannya.

Sementara itu, pejabat California, Amerika Serikat pada Sabtu (13/2) mengatakan  bahwa seorang wanita berusia 78 tahun berada di area observasi setelah menerima vaksin Pfizer pada siang hari di kantor vaksinasi yang ditunjuk di Kaiser Permanente, California State Polytechnic University. 

Saat mengkonfirmasi apakah ada kelainannya, dia meninggal mendadak di tempat.

Michael Morris, direktur program vaksinasi California Selatan, mengungkapkan bahwa wanita tua itu menunggu di area observasi setelah divaksinasi, dan tiba-tiba melaporkan bahwa dia tidak sehat. Ketika petugas medis memeriksanya, dia meninggal setelah koma.

Morris menyatakan bahwa penyebab kematian “tampaknya tidak ada hubungannya dengan vaksin”, dan mendorong masyarakat untuk terus melakukan vaksinasi.

Pada 7 Februari, seorang pria berusia 70 tahun di New York City juga jatuh ke tanah hanya 25 menit setelah divaksinasi. Petugas keamanan dan paramedis segera membawanya ke rumah sakit terdekat, lelaki tua itu tiba di rumah sakit. Tetapi tak lama kemudian dia meninggal.

Selain itu, Dr. Gregory Michael, seorang dokter kandungan berusia 56 tahun di Miami, Florida, menderita trombositopenia setelah divaksinasi  Pfizer pada akhir bulan lalu. Kandungan trombositnya dengan cepat turun hingga hampir nol, hanya 16 hari kemudian. Terjadi pendarahan otak dan meninggal dunia. 

Menurut data yang dilaporkan oleh Federal Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS), hingga akhir Januari 2021, terdapat 36 kasus serupa di Amerika Serikat, dan sedikitnya 55 orang telah meninggal akibat vaksinasi. Dalam kematian tersebut, ada orang yang divaksinasi dengan vaksin Moderna dan vaksin Pfizer-BioNTech.  (hui)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular