Tom Ozimek

Varian virus di Inggris, yang dikenal sebagai B.1.1.7, “dikaitkan dengan peningkatan risiko rawat inap dan kematian dibandingkan dengan infeksi “dengan strain asli dari  virus Komunis Tiongkok, umumnya dikenal sebagai jenis Coronavirus baru, sebagaimana dikatakan para ilmuwan dalam penelitian tersebut, yang dirilis pada (12/2/2021). 

Dengan memperhatikan bahwa “risiko absolut kematian per infeksi adalah tetap rendah” dengan varian baru, penelitian tersebut menegaskan temuan sebelumnya yang didasarkan pada data terbatas.

Penelitian tersebut juga mencatat bahwa “pasien rawat inap tidak mengidentifikasi bukti peningkatan keparahan penyakit” atau “terkait dengan risiko kematian lebih tinggi terhadap kasus rawat inap di rumah sakit.”

Sementara itu, Varian Inggris, yang sebelumnya ditetapkan sekitar 30 hingga 70 persen lebih menular daripada jenis lainnya, dengan cepat menyebar ke seluruh Amerika Serikat.

Dr. Rochelle Walensky, Direktur Pusat Pencegahan dan  Pengendalian Penyakit AS, mengatakan kepada “Face the Nation” CBS pada 14 Februari, bahwa varian Inggris mungkin merupakan “strain dominan” di Amerika Serikat pada akhir Maret.

“Kini kami tahu hal tersebut, atau kami perkirakan kini sekitar 4 persen penyakit di Amerika Serikar yang  terkait dengan B.1.1.7, kami memiliki proyeksi bahwa B.1.1.7  mungkin strain yang dominan akhir akhir Maret,” ujarnya. 

Dr. Rochelle Walensky mengatakan bahwa infeksi varian Inggris, telah dipastikan terjadi di 39 negara bagian AS.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS menyatakan, pada  14 Februari bahwa ada 1.173 kasus B.1.1.7 yang dipastikan di Amerika Serikat.

Dua varian lainnya, varian pertama diidentifikasi di Afrika Selatan (B.1.351) dan varian kedua lainnya di Brasil (P.1) juga telah menyebabkan infeksi di beberapa negara bagian.

Sebanyak 17 kasus strain Afrika Selatan telah dipastikan di California, Illinois, Carolina Utara, Carolina Selatan, Texas, dan Virginia.

Hanya tiga kasus varian Brasil yang telah dipastikan terjadi di Minnesota dan Oklahoma.

Mengingat varian-varian baru yang menyebar di Amerika Serikat, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit  AS mengatakan bahwa “peningkatan kepatuhan yang ketat terhadap strategi kelonggaran kesehatan masyarakat, seperti vaksinasi, jaga jarak, penggunaan masker, kebersihan tangan, serta isolasi dan karantina, adalah sangat penting untuk membatasi penyebaran virus yang menyebabkan COVID-19 dan melindungi kesehatan masyarakat.”

Beberapa negara bagian, seperti Iowa dan Montana, telah mencabut beberapa batasan, termasuk  persyaratan mengenakan masker, yang menurut Dr. Rochelle Walensky adalah kesalahan. (vv)

Share
Tag: Kategori: SAINS SAINS NEWS

Video Popular