China Insider

Calon Menteri Perdagangan oleh Presiden Joe Biden sebaiknya tetap memasukkan Huawei yang berbasis di Tiongkok, ke dalam sebuah daftar hitam yang memblokir Huawei melakukan beberapa aktivitas di Amerika Serikat.  Hal demikian disampaikan oleh Anggota DPR AS Mark Green  pada Jumat (12/2/2021).

Mark Green dan beberapa anggota DPR AS dari Partai Republik baru-baru ini, juga mendesak Senat untuk menunda pencalonan Gina Raimondo. Pasalnya, Gina Raimondo menolak untuk mengatakan Huawei akan tetap berada di daftar entitas Kementerian Perdagangan AS, di mana Huawei dan 68 perusahaan, ditempatkan selama pemerintahan Trump karena adanya kekhawatiran keamanan nasional.  Kemudian Senator AS, Ted Cruz diharapkan mencegah pencalonan Gina Raimondo, karena keengganan Gina Raimondo untuk bertindak masalah Huawei.

Mark Green berkata : “Saya berharap Senator Ted Cruz akan mencegah. Mereka tidak memberi jaminan, bahwa mereka akan mempertimbangkannya tetapi jaminan bahwa mereka tidak memperbolehkan Huawei menjadi bagian jaringan di Amerika Serikat. Itulah yang sungguh-sungguh ingin kami dengar, apa yang tertera dalam daftar hitam tersebut, adalah perusahaan-perusahaan yang pada dasarnya tidak dapat sepakat, tidak dapat melakukan bisnis di Amerika Serikat dan dengan perusahaan lain di dalam negeri Amerika Serikat, untuk melindungi keamanan nasional Amerika Serikat.”

Perusahaan-perusahaan besar yang berbasis di Tiongkok, terikat dengan Partai Komunis Tiongkok dan dipaksa, bahkan jika para eksekutif perusahaan-perusahaan tersebut menolak untuk berbagi informasi kepada  Pemerintahan Komunis Tiongkok.

Mark Green menuturkan, Huawei bukanlah sebuah perusahaan yang semestinya dimiliki negara Tiongkok, tetapi Partai Komunis Tiongkok mengeluarkan sebuah Undang-Undang intelijen nasional pada tahun 2017, di mana setiap perusahaan di Tiongkok harus berbagi semua data dan informasi perusahaannya yang terkait dengan intelijen yang ditentukan oleh Partai Komunis Tiongkok, sehingga semua data Amerika Serikat berisiko.”

Tahun lalu, Pentagon memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam sebagai salah satu perusahaan di antara 20 perusahaan yang  didukung oleh militer Tiongkok. 

Huawei memiliki ambisi besar, khususnya di bidang 5G. Huawei terikat atau dengan sukses memenangkan tawaran-tawaran untuk kontrak, membangun jaringan untuk teknologi generasi kelima di negara-negara di seluruh dunia. 

Tetapi, upaya-upaya yang dilakukan Huawei menghadapi perlawanan keras di Amerika Serikat dan negara-negara barat lainnya. Misalnya, Swedia melarang Huawei dan ZTE yang berbasis di Tiongkok untuk tawar-menawar untuk membangun jaringan 5G Huawei. 

Huawei telah melawan penunjukkan pemerintah Amerika Serikat, mengajukan gugatan hukum dan menuduh daftar hitam tersebut mempengaruhi hak-hak Huawei untuk bersaing di pasar bebas. 

Minggu ini, Huawei menuntut Komisi Komunikasi Federal karena mencap Huawei sebagai sebuah ancaman keamanan nasional. Huawei menuntut Komisi Komunikasi Federal, karena Komisi Komunikasi Federal melampaui status wewenangnya yang melanggar hukum federal dan undang-undang Amerika Serikat. 

Dalam gugatannya, naik banding terhadap sirkuit kelima pengadilan Amerika Serikat yang diperoleh oleh The Epoch Times, Huawei menulis, “Permintaan terhadap tinjauan secara potensial memengaruhi minat keuangan industri telekomunikasi secara keseluruhan, yang mencakup pabrik, pengguna, penyedia layanan dalam rentang industri yang luas, seperti Internet, telepon seluler dan kabel, dan aplikasi-aplikasi telekomunikasi yang serupa.”

Komisi Komunikasi Federal memberitahu outlet-outlet berita, “Tahun lalu Komisi Komunikasi Federal mengeluarkan sebuah penunjukkan akhir yang mengidentifikasi Huawei sebagai sebuah ancaman keamanan nasional, itu berdasarkan pada sebuah badan bukti yang substansial yang dibangun oleh Komisi Komunikasi Federal dan berbagai lembaga keamanan nasional Amerika Serikat. Kami ingin tetap mempertahankan keputusan tersebut.”

Anggota DPR AS, Mark Green mengatakan ia berharap para hakim yang mendengarkan kasus tersebut, akan menggali kasus tersebut dan memahami ancaman tersebut benar-benar ada dan sungguh-sungguh memahami apa 5G itu.

Mark Green menegaskan, 5G akan memperbolehkan sinkronisasi informasi dan data melalui jaringan tersebut dalam sebuah mode eksponensial. Anda berpikir mengenai Vito dan sistem GPS bahwa Tiongkok, mengatur semua informasi tersebut akan lurus menuju satelit-satelit itu. Hal tersebut akan menjadi sebuah penyusupan yang luar biasa terhadap sistem data  Amerika Serikat, serta mempertimbangkan risiko-risiko dengan Tiongkok dan Partai Komunis Tiongkok, yang mana tidak bisa diterima.” (Vv)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular