Erabaru.net. Pengadilan perceraian di Beijing telah memerintahkan seorang pria untuk memberi kompensasi kepada istrinya atas pekerjaan rumah yang dia lakukan selama pernikahan mereka, dalam sebuah keputusan persidangan

Wanita itu akan menerima 50.000 yuan (sekitar Rp 109 juta) untuk lima tahun kerja yang tidak dibayar.

(Foto: unsplash )

Kasus ini telah menimbulkan perdebatan besar di dunia maya Tiongkok mengenai nilai pekerjaan rumah tangga, dengan beberapa orang mengatakan jumlah kompensasi terlalu sedikit.

Menurut catatan pengadilan, pria yang diidentifikasi dengan nama belakang Chen itu telah mengajukan gugatan cerai tahun lalu pada istrinya, yang bermarga Wang, setelah mereka menikah pada 2015.

Wanita itu pada awalnya enggan bercerai, tetapi kemudian meminta kompensasi finansial, dengan alasan bahwa Chen tidak memikul tanggung jawab pekerjaan rumah atau pengasuhan anak untuk putra mereka.

Pengadilan Distrik Fangshan Beijing memenangkannya, memerintahkan sang suami untuk membayar tunjangan bulanan sebesar 2.000 yuan (sekitar Rp 4,3 juta), serta pembayaran satu kali sebesar 50.000 untuk pekerjaan rumah yang telah dia lakukan.

Hakim ketua mengatakan kepada wartawan pada hari Senin (22/2) bahwa pembagian properti bersama pasangan setelah menikah biasanya memerlukan pemisahan properti berwujud. “Tapi pekerjaan rumah merupakan nilai properti tak berwujud,” kata hakim.

Keputusan itu dibuat sesuai dengan undang-undang sipil baru di negara itu, yang mulai berlaku tahun ini.

Di bawah undang-undang baru, pasangan berhak untuk mencari kompensasi dalam perceraian jika dia lebih bertanggung jawab dalam membesarkan anak, merawat kerabat lansia, dan membantu pasangan dalam pekerjaan mereka.

Sebelumnya, pasangan yang bercerai hanya dapat meminta kompensasi seperti itu jika perjanjian pranikah telah ditandatangani – praktik yang tidak umum di Tiongkok.

Di media sosial, kasus ini memicu perdebatan sengit, dengan tagar terkait di platform Weibo dilihat lebih dari 570 juta kali.

Beberapa pengguna media sosial menunjukkan bahwa 50.000 yuan untuk lima tahun bekerja terlalu sedikit.

(Foto: unsplash)

“Saya sedikit tidak bisa berkata-kata, pekerjaan sebagai ibu rumah tangga penuh waktu diremehkan. Di Beijing, mempekerjakan seorang pengasuh selama setahun menghabiskan biaya lebih dari 50.000 yuan,” kata seorang pemberi komentar.

Yang lain menunjukkan bahwa pria harus memikul lebih banyak tugas rumah tangga sejak awal.

Beberapa juga meminta para wanita untuk terus mengejar karir mereka setelah menikah.
“Ladies, ingatlah untuk selalu mandiri. Jangan putus asa setelah menikah, berikan dirimu jalan keluar sendiri,” tulis salah satu pengguna media sosial. (yn)

Sumber: BBC

Vodeo Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: SERBA SERBI

Video Popular