Pada  Maret 2020, ada sebuah berita  headlines di Jepang, dikatakan bahwa seorang ibu menngunggah tweet dengan sederet kalimat di akun twiternya: “Saya sedang membantu putra saya yang berusia 7 tahun untuk mencari ibunya di kehidupan lampau.”  

Tak lama kemudian, Tweetnya itu dibagikan netizen setempat dan menarik perhatian luas. Bahkan media setempat ke rumahnya untuk wawancara. Keluarga itu terdiri dari tiga orang, sang ayah adalah seorang pegawai negeri dan ibu seorang perawat. Apa gerangan yang terjadi sebenarnya? 

Berawal dari kejadian sekitar empat tahun yang lalu, ketika anak itu berumur 3 tahun. Suatu hari ketika ibunya membujuk putra semata wayangnya untuk tidur siang, tiba-tiba anak itu mengatakan sesuatu, “Bu, suara ibu tidak semerdu ibu saya dalam kehidupan sebelumnya.”

Perhatikan, yang dikatakan anak itu adalah ibunya dalam kehidupan dahulu. 

Belakangan, anak itu terus melontarkan beberapa kata yang membuatnya bingung, sulit untuk dipahami, misalnya, ibunya dalam kehidupan sebelumnya itu membelikannya sepeda motor mainan. Anak itu mengatakan ia tewas ditabrak saat mengendarai sepeda motor. Belakangan lagi, ketika sedang bermain di rumah, dia mengatakan dulunya dia bermain game Nintendo, ini sangat tidak masuk akal.

 Pasalnya, bocah itu baru lahir pada 2013, belum pernah melihat perangkat game seperti itu. Mungkin bagi anak-anak muda sekarang juga belum pernah melihat perangkat game jadul seperti ini. Belakangan, ibu si bocah menghimpun segala sesuatu yang dikatakan putranya dan merangkainya menjadi sebuah cerita.  

Anak itu mengatakan, ayahnya yang dulu adalah seorang apoteker. Ibunya membelikannya sepeda motor ketika dia berumur 17 tahun. Suatu hari, ketika sedang jalan-jalan mengendarai sepeda motornya, dia ditabrak sedan putih di persimpangan jalan. Kaki kanannya sampai retak, dan nyawanya sempat terselamatkan saat dilarikan ke rumah sakit.  

Namun belakangan, akhirnya dia meninggal karena infeksi. Dia ingat dengan jelas sepeda motor yang dia kendarai, mobil yang menabraknya, dan persimpangan itu. Semuanya sangat jelas dalam ingatannya. Dia menggambarnya dan mengatakan ada beberapa tumpukan batu, dan sebuah tanda di situ. 

Tetapi dia tidak ingat seperti apa rupa ibunya, dia hanya ingat suaranya. Dia ingat dengan jelas lampu sinyalnya, ada suara sirene, dan dia tewas di persimpangan jalan ini. 

Ingatannya sebelum meninggal sangat jelas. Awalnya orang tuanya tidak percaya apa yang dia katakan. Mereka pikir bocah itu hanya ingin menarik perhatian mereka atau murni dari khayalannya sendiri. 

Tetapi kemudian, setelah menghimpun hal-hal yang dia katakan dalam empat tahun terakhir, perlahan-lahan orangtuanya mendapati bahwa apa yang dikatakan anaknya itu sinkron dan tidak ada yang keliru dengan semua yang dikatakannya dalam empat tahun terakhir. Semua yang diceritakannya sama persis seperti semula. 

Seperti disebutkan di atas, ayahnya adalah seorang pegawai negeri yang disiplin. Setelah dengan cermat mencatat semua yang dikatakan putranya, dan penyelidikan yang cermat, sang ayah akhirnya yakin bahwa apa yang diceritakan anak itu bukan sekadar rekaan, tetapi sebuah ingatan masa lalu dalam kehidupan sebelumnya. 

Salah satu alasan ayahnya memastikan itu bukan sekadar karangan yang dibuat-buat atau khayalan, adalah biasanya anaknya akan menyatakan beberapa hal lain ketika dia ingin menarik perhatian orang tuanya, tetapi ketika dia mengatakan hal itu, dia mengatakannya secara spontan dalam percakapan sehari-hari. 

Dengan kata lain, anak itu terkesan seakan teringat sesuatu dalam kehidupannya dahulu. Tetapi kadang-kadang dia akan mengucapkan beberapa kosakata yang seharusnya tidak dia ketahui berdasarkan usia atau pengalamannya. Lalu, apa alasan yang membuat sang ibu membantu anaknya untuk mencari ibu dari kehidupan dahulu putranya itu? 

Menurutnya, hal itu karena anaknya menggambarkan momen sekilas itu dengan jelas terhadap sosok orang yang meninggal itu, sehingga sebagai seorang ibu, ia dapat merasakan siksaan batin ketika kehilangan seorang ibu. Jadi dia berpikir, jika benar-benar dapat menemukan ibu dari siswa SMU yang telah meninggal itu, dan bisa kembali melihat anaknya lagi, meski itu hanya berupa kenangan, tapi setidaknya akan sangat senang dan bahagia. 

Ibunya pasti akan berpikir jika saya tidak membelikannya motor kala itu, mungkin dia tidak akan meninggal. Dia bisa merasakan siksaan batin ini, karena itulah, dia memberanikan diri mengunggah tweet postingannya, mencari ibu dari kehidupan dahulu anaknya.  

Para netizen pun mulai menelusurinya, mencari tahu sesuai dengan gambar yang dilukis anak itu. Dan ternyata ditemukan sebuah jalan yang persis sama di Kagoshima, Jepang. Tetapi saat bertanya pada orang-orang sekitar, para orang tua di jalan itu  tidak pernah mendengar ada orang yang tewas tertabrak mobil. Memang ada orang yang ditabrak, tetapi orang ini berusia 40-an, bukan siswa sekolah menengah berusia 17 tahun, dan orang yang tertabrak mobil ini meninggal karena komplikasi. 

Entah itu bisa disebut tewas seketika karena tertabrak atau bukan. Jadi tidak tahu harus mulai dari mana menyelidikinya. Menurut perhitungan mereka, siswa sekolah menengah itu katanya bermain game nintendo, jadi ibunya mungkin sudah berusia 60 atau 70 tahun sekarang, dan tidak bisa dipastikan apakah bisa menemukannya atau tidak. 

Kemudian media menanyakan kepada ibu si bocah tentang pandangannya mengenai memori kehidupan masa lalu putranya itu. Ibunya mengatakan bahwa pada awalnya, sebelum anaknya menceritakan hal itu, menurutnya alangkah baiknya jika seseorang memiliki kehidupan lampau, karena memiliki kehidupan lampau berarti ada kehidupan selanjutnya atau reinkarnasi.  

Setelah ini terjadi pada anaknya, dia tak menyangka ternyata memang ada yang namanya reinkarnasi. 

Sementara itu, menurut sang ayah, dia dulunya sama sekali tidak percaya pada hal-hal semacam itu, tetapi melalui analisis yang rasional, akhirnya dia percaya bahwa itu pasti sepenggal ingatan, bukan rekaan, bukan imajinasi atau khayalan semata. Anaknya itu sangat normal.  

Sekarang putranya berusia 7 tahun. Ketika media wawancarainya, mereka mendapati anak itu perlahan-lahan mulai melupakan ingatannya itu, tetapi ketika berusia tiga atau empat tahun, itu adalah masa-masa yang paling berkembang, mengapa dia tahu segalanya? 

Berikutnya, mata ketiga akan mengupas sejenak reinkarnasi yang lebih hebat lagi dari Amerika. Berawal pada tahun 2000. Anak yang berusia dua tahun bernama James. Suatu hari, ibu James mengajaknya membeli mainan. 

Ketika dia melihat mainan pesawat dari Perang Dunia II. Dia menggenggam erat-erat mainan itu, ibunya berkata betapa bagusnya mainan ini, ada bom lagi di atasnya. Tetapi, anaknya langsung menyahut…BUKAN, ini bukan bom. Ini adalah tangki bahan bakar tambahan. Ibunya seketika terhenyak saat itu, kemudian berkata seakan bertanya pada anaknya…kamu bilang ini tangki bahan bakar tambahan?

 Sebenarnya, itu adalah Drop Tank, istilah yang digunakan dalam bahasa Inggris saat itu. Ibunya sama sekali tidak tahu istilah itu, kemudian bertanya pada suaminya apa itu drop tank saat pulang ke rumah. 

Si ayah juga tidak tahu, kemudian mencari tahu di Internet dan menemukan, ternyata itu adalah Drop Tank atau tangki bahan bakar tambahan. Drop Tank ini hanya ada di pesawat militer pada Perang Dunia II. Saat itu, agar bisa terbang lebih jauh, beberapa drop tank digantung di bawah badan pesawat. 

Drop tank dirancang sedemikian rupa agar tidak memengaruhi kecepatan dan kinerja pesawat. Sekilas terlihat seperti bom. Drop tank ini bisa dibuang kapan saja. Misalnya, jika pesawat terlalu berat, drop tank akan dibuang. 

Belakangan, ketika teknologi pesawat semakin maju, dan ditemukannya teknologi pengisian bahan bakar di udara, dan berbagai teknologi juga sudah tersedia, drop tank ini pun ditinggalkan. 

Tidak pernah terlihat ada benda seperti ini di pesawat sipil. Ketika tahu apa itu drop tank, orang tua si anak itu pun bingung dari mana putranya yang baru berusia dua tahun dan belajar berbicara itu tahu persis istilah itu. 

Beberapa waktu kemudian, anak itu menjadi sedikit tidak biasa. Dia mulai menangis setiap tengah malam. Ia mulai mengalami mimpi buruk di mana ia dalam kecelakaan pesawat. Ia sering ketakutan dan berteriak. 

Di dalam mimpi dia terus-menerus berteriak ketakutan, “Pesawat terbakar! Tidak bisa melompat keluar!” Sambil menendang dan menyakar, tampaknya seolah sedang berjuang hendak keluar dari kokpit. 

Siangnya, ia berbicara tentang kecelakaan pesawat dan mengatakan bahwa ia seorang pilot, dan ia terbang dari kapal. Ayahnya bertanya nama kapal itu.

“Natoma,” katanya. 

Ia mengatakan ditembak oleh Jepang; ia tewas di Iwo Jima; dan ia mempunyai teman di atas kapal bernama Jack Larsen. Natoma adalah sebuah kapal induk USS Natoma Bay yang ditempatkan di Pasifik selama Perang Dunia II. Pesawat itu juga terlibat dalam Iwo Jima. 

“Dan itu kehilangan satu pilot, seorang pemuda bernama James Huston. Pesawat James Huston jatuh persis seperti yang James Leininger jelaskan, tertembak di mesin, meledak, jatuh ke laut dan tenggelam,” tambahnya.

 Tak hanya itu, James mulai dapat mengingat masa lalunya yang merupakan seorang Letnan bernama James Mc.Creasy Huston.

James berkata pada ayahnya bahwa ia menerbangkan pesawat bernama ‘Corsair’ dari sebuah kapal induk bernama ‘Natoma’ saat itu. 

Karena ayahnya merasa penasaran, ia memutuskan menyelidiki hal tersebut. 

Betapa terkejutnya, ayahnya menemukan fakta bahwa kapal ‘USS Natoma Bay’ dan pilot bernama James Huston namanya memang ada dalam pertempuran Iwo Jima. 

Bahkan benar pesawat tersebut ditembak oleh Jepang pada 3 Maret 1945 dalam Perang Dunia II. Kronologis jatuhnya pesawat yang tersebut sama persis seperti yang diceritakan James Leininger. 

Pesawat tersebut tertembak di bagian mesin, meledak, kemudian jatuh dan tenggelam. 

James mengatakan kepada ayahnya, kapal induk tempat pesawatnya lepas landas dan mendarat bernama “Natoma”, serta menyebut pilot yang terbang bersamanya bernama Jack Larson. Dia ditembak jatuh di atas pulau Iwo Jima. 

Untuk membuktikan semua yang dikatakan James tidak dibuat-buat, orang tuanya kemudian menyelidiki daftar korban Angkatan Laut Amerika Serikat selama Perang Dunia II. Dari daftar yang berisi lebih dari 10.000 orang itu, ia menemukan seluruh korban di atas kapal perang Natoma, sebanyak 18 orang. Tapi tak satu pun dari 18 orang itu bernama Jack Larsen, tapi ada satu orang bernama James Mc.Creasy Huston. 

James Mc.Creasy Huston tewas dalam pertempuran  3 Maret 1945.

Waktu terus bergulir, sampai pada tahun 2001, saat anak itu = James berusia tiga tahun, ia mulai belajar melukis. Dia mulai melukis apa yang dia katakan di atas kertas. Lukisan-lukisan itu semuanya menggambarkan suasana Perang Dunia II. 

Dia melukis kapal perang dan pesawat terbang. Dari lukisan ini bisa dilihat dengan jelas, meski agak abstrak, tapi sangat realistis. Bom yang dilemparkan, pilot terjun payung, asap yang mengepul, dan bagaimana kapalnya ditembak, semuanya tergambar dengan jelas dan nyata dengan kejadian yang sebenarnya. Tidak sama dengan gambar anak-anak biasa pada umumnya. 

Belakangan, ada kemajuan besar dalam penyelidikan ini, yaitu kapal induk Natoma secara khusus mengadakan reuni seperjuangan semua awak di kapal. Termasuk ayahnya James, tetapi semua orang yang hadir dalam pesta itu sudah sangat tua. Ada yang duduk di atas kursi roda dan tidak bisa bergerak. Selain itu, sebagian besar dari mereka juga tidak mengenal satu sama lain lagi.

 Dengan secercah harapan, ayahnya kemudian bertanya pada hadirin di atas kapal, apakah kalian mengenal seseorang bernama Jack Larsen? 

Salah seorang berkata, orang ini….hmm…mungkin dia masih hidup. Tapi dia tidak datang hari ini. ternyata memang ada sosok orang bernama Jack Larsen.

Lalu dia bertanya lagi tentang orang yang bernama James ini. James. . Nama ini terlalu umum. Tapi benarkah ada pesawat bernama Corsair? 

Saya tidak ingat, sepertinya tidak. Kemudian semua petunjuk dikelompokkan menjadi satu, yaitu Jack Larsen satu-satunya. 

Setidaknya orang ini masih hidup. Kemudian orang tuanya menemukan Jack Larsen ini dan ke rumahnya. Dia bertanya pada Jack apakah kenal dengan seseorang bernama James. 

Saya kenal orang ini! Kami terbang bersama dalam pertempuran di Iwo Jima. Tapi, hanya saya yang kembali. Tidak ada yang tahu bagaimana dia meninggal. 

Lalu ayahnya bertanya kepada Jack Larsen, “Pesawat apa yang diterbangkan James?”

“Saya tidak terlalu ingat,”Sahut Jack. 

Kemudian setelah satu tahun investigasi. Bruce, ayah James, menemukan saudara perempuan James Huston yang masih hidup. Kemudian saudara perempuannya memberinya beberapa foto James meninggal di usianya yang masih muda.

Salah satu foto adalah James berfoto di samping pesawat tempurnya, Corsair. Ternyata memang James menerbangkan pesawat Corsair ini. Dan memang dia tewas setelah ditembak jatuh oleh Jepang dalam pertempuran Iwo Jima. 

Kejadian ini membuktikan bahwa apa yang dikatakan anak itu adalah ingatan yang sebenarnya. Ini jelas tidak dibuat-buat, juga tidak bisa direka-reka dan bukan khayalan. Sejak saat itu, anak itu jarang mengatakan apapun.

 Ketika berusia 6 atau 7 tahun, perlahan-lahan dia juga tidak ingat akan peristiwa itu lagi. Kemudian ketika media mewawancarainya saat dia berumur 11 tahun, dia tidak ingat lagi sama sekali, dia bilang hanya mendengar semua itu dari cerita orang tuanya, dan dia sangat terkejut mendengarnya, kalau dirinya  pernah menceritakan hal ini saat masih kecil. 

Namun, yang jelas dia sangat tertarik dengan pesawat terbang. Ruangannya penuh dengan pesawat terbang. Dia bilang impiannya di masa depan adalah menjadi seorang pilot.

 Selain kasus di atas, ada kasus lain yang lebih heboh lagi. Ada seorang anak berusia tiga tahun di Suriah. Seingatnya, dia dulu tinggal di desa pegunungan kecil di Dataran Tinggi Golan, kemudian dia dibunuh oleh tetangganya. Ada tanda lahir di kepalanya, katanya itu adalah bekas luka ketika dia dihantam dengan kapak oleh tetangga. 

Ayahnya membawa anak berusia 3 tahun itu ke desa, dan dia ingat betul dimana dia tinggal, dan dia tahu siapa yang membunuhnya. 

Namun, kasus ini masih ,menggantung. Belakangan, anak itu menemukan tempat mayatnya dikuburkan. Kemudian pembunuhnya tertangkap. Ini adalah kasus dalam berita setempat, tapi karena tidak ada informasi lebih detail, jadi perlu diteliti keasliannya. Peristiwa terjadi pada tahun 2015. 

Sejak 50 tahun lalu, University of Virginia, Amerika Serikat telah mendalami memori kehidupan lampau seseorang. Menurut statistik mereka selama 50 tahun terakhir, apa yang telah terbukti di seluruh dunia hanya dapat dianggap sebagai memory, bukan rekaan atau imajinasi. 

Lebih dari 2.600 kasus terkait, hampir semuanya berasal dari anak-anak berusia dua atau tiga tahun, tidak akan ada orang dewasa yang tiba-tiba berkata, “Ohh! saya ingat siapa saya pada kehidupan saya sebelumnya!?”

Kemudian University of Virginia mengklasifikasikan, memilah dan menganalisis lebih dari 2.600 kasus reinkarnasi, dan menemukan beberapa karakteristik orang-orang yang memiliki ingatan atau memory di kehidupan masa lalunya. Orang-orang dengan ingatan akan kehidupan lampau tidak ada hubungannya dengan agama. 

Dengan kata lain, bukan karena Anda percaya pada Buddha, percaya pada reinkarnasi, lalu Anda akan memiliki ingatan tentang kehidupan lampau. Bagi mereka yang tidak percaya ada reinkarnasi dalam agama juga memiliki kenangan atau memory akan kehidupan lampau. 

Hanya saja di beberapa negara yang tidak ada atau tidak percaya adanya reinkarnasi, mereka akan menganggap bahwa itu adalah memori orang lain, bukan memori kehidupan sebelumnya. Para ahli dari Univeritas Virginia  menemukan bahwa semua kasus ini seringkali terjadi pada anak-anak berusia 2, 3 tahun. 

Dengan kata lain, ketika mereka yang baru mulai belajar berbicara, dan anak-anak yang dapat mengungkapkan sesuatu, tetapi sayangnya banyak orang mungkin memiliki ingatan tentang kehidupan masa lalunya, tetapi diabaikan oleh orang dewasa atau mereka tidak percaya. 

Umumnya semua itu berlalu begitu saja ketika segala sesuatu yang dikatakan anak-anak itu tidak secara spesifik atau tidak menarik perhatian orang dewasa, karena mereka juga tidak bermaksud sengaja mengatakannya.

 Jika ingatan masa lalu seorang anak itu sangat kuat, mungkin orang dewasa akan menanggapinya. Tetapi jika ingatan itu biasa-biasa saja, maka orang dewasa mungkin tidak akan meresponnya. Dengan kata lain, kita semua mungkin memiliki ingatan atau memory tentang kehidupan lampau, masalahnya adalah disadari atau tidak. 

Hampir semua anak-anak dengan ingatan kehidupan lampau mulai melupakan ingatan kehidupan lampaunya pada usia sekitar 7 tahun. Sampai pada akhirnya bahkan tidak mengingat sama sekali memori kehidupan masa lalunya. 

Para ahli di University of Virginia berpendapat sulit untuk menilai apakah ingatan orang-orang ini benar atau tidak. Karena ingatan itu sendiri adalah hal yang subjektif. Hanya Anda yang tahu apakah ingatan Anda itu asli atau dibuat-buat. 

Jadi para ahli mengatakan bahwa selama seseorang menganggap ingatannya nyata, itu adalah fakta. Jadi para ahli menghimbau, jika Anda mendengar seseorang memiliki ingatan tentang kehidupan lampaunya, jangan menyangkalnya, karena ini sangat penting bagi pribadinya. Sebisa mungkin dengarkan saja baik-baik, artinya percaya atau tidak itu adalah masalah anda pribadi, hanya saja sebisa mungkin dengarkan saja baik-baik, tak perlu  menyangkalnya, dan Anda juga tidak berdaya untuk menyangkalnya. 

Bagi mereka yang percaya, ingatan atau memory kehidupan lampau atau tepatnya reinkarnasi itu memang eksis adanya. Dilihat dari kasus terkait di atas, tidak ada kemungkinan bagi kita untuk menampiknya. Kecuali 2.600 kasus itu semuanya hasil rekayasa manusia. 

Selama ada salah satu dari 2600 kasus ini nyata, maka itu adalah sesuatu yang fantastis. Faktanya, ada lebih dari 2.600 kasus, tetapi hanya sebanyak itu yang diketahui sekarang. Lalu dari mana asal ingatan atau memory kehidupan lampau ini?

Ada dua kemungkinan. 

Kemungkinan pertama, reinkarnasi itu memang nyata, ada yang namanya kehidupan lampau, dan kehidupan setelah kematian yakni REINKARNASI. Selain itu, dalam agama, khususnya Budha yang menggambarkan tentang melewati jembatan pembatas antara dunia manusia dan alam barzah, serta minum sup Mengpo itu mungkin memang benar-benar ada. 

Mungkin anda harus melewati sebuah proses untuk menghapus ingatan kehidupan lampau, kemudian bereinkarnasi, agar roh kita bisa terus berlanjut.

Kemungkinan lainnya, Collective unconscious atau Bawah sadar kolektif itu memang benar-benar eksis. Jika di dunia fana ibarat pikiran maupun ingatan kita itu terhubung ke Internet.

 Kemampuan mengingat kehidupan masa lalu yang terjadi pada bocah seperti cerita di atas, itu dikarenakan mereka belum sepenuhnya tercemar oleh kehidupan dunia fana sekarang, sehingga bisa mengingat kehidupan masa lalu, dan bahkan dimensi lain.

Reinkarnasi atau kelahiran kembali menurut Buddha adalah satu jiwa yang lahir berkali-kali ke dalam tubuh yang baru atau bentuk kehidupan yang baru. Jiwa berkelana pada kehidupan yang kekal untuk menjalani karma dari kehidupan sebelumnya, dan akhirnya mencapai pencerahan yang sempurna. Mereka yang percaya, paham reinkarnasi sebagai proses penyempurnaan diri. (jon)

Sumber : berbagaisumber

Share

Video Popular