Alexander Zhang

CGTN, atau China Global Television Network, adalah saluran berita satelit berbahasa Inggris internasional yang dimiliki oleh rezim Tiongkok dan dikendalikan secara langsung oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Regulator penyiaran Inggris Ofcom, pada Senin (8/3/2021) menjatuhkan denda sebesar 100.000 poundsterling kepada Star China Media Limited, mantan pemegang lisensi CGTN di Inggris. Itu setelah dinyatakan, media penyiaran tersebut bersalah atas pelanggaran “serius” terhadap peraturan penyiaran Inggris. Dikarenakan, menyiarkan pengakuan paksa yang diambil dari warga negara Inggris Peter Humphrey pada tahun 2013.

Ofcom menemukan, siaran CGTN merupakan “perlakuan tidak adil” terhadap Humphrey dan “pelanggaran privasi yang tidak beralasan”.

Secara terpisah, Ofcom mendenda mantan pemegang lisensi CGTN sebesar 125.000 poundsterling. Denda dijatuhkan setelah menemukan jaringan media itu  “kegagalan serius dalam mematuhi undang-undang ketidakberpihakan Inggris selama liputan protes pro-demokrasi di Hong Kong.

Regulator memutuskan pada Mei 2020, terdapat lima item berita tentang protes yang disiarkan oleh saluran tersebut antara 11 Agustus 2019 dan 21 November 2019. Diputuskan siaran itu : “tidak sepatutnya tidak memihak pada masalah kontroversi politik utama dan masalah utama yang berkaitan dengan saat ini tentang kebijakan publik.”

Pada hari yang sama, Ofcom juga merilis keputusan akhir  siaran CGTN tentang pengakuan paksa TV oleh Simon Cheng, mantan pegawai konsulat jenderal Inggris di Hong Kong, dan penerbit buku Swedia, Gui Minhai.

Simon Cheng disiksa dan dipaksa membuat pengakuan di TV, ketika dia ditahan selama 15 hari pada Agustus 2019 oleh polisi daratan Tiongkok. 

“Saya merasa sangat senang, dan itu adalah momen yang sangat penting bagi saya,” kata Cheng kepada The Epoch Times.

Gui Minhai, yang menjual buku-buku  mengkritik kepemimpinan politik Komunis Tiongkok saat berbasis di Hong Kong, ditahan oleh polisi daratan pada tahun 2018. Ia juga dipaksa tampil di di TV untuk mengakui dugaan pelanggarannya.

Ofcom menyatakan menjunjung tinggi keluhan tentang “perlakuan tidak adil” dari program CGTN dan “pelanggaran privasi yang tidak beralasan”. Ofcon menyatakan, memberikan “pemberitahuan” kepada penyiaran itu bahwa mereka bermaksud untuk mempertimbangkan pengenaan “sanksi hukum”.

“Beberapa minggu terakhir ini sangat positif ketika membahas masalah ini, dan menekan Beijing untuk mulai mengubah perilaku mereka,” kata Peter Dahlin, pimpinan Pembela Perlindungan LSM hak asasi manusia kepada The Epoch Times.

Ofcom pada 4 Februari 2021 mencabut lisensi siaran CGTN Inggris, setelah menyimpulkan bahwa lisensi tersebut melanggar hukum. Dikarenakan, media penyiaran tersebut pada akhirnya dikendalikan oleh Partai Komunis Tiongkok, bukan pemegang lisensi Inggrisnya yakni Star China Media Limited.

Pemerintah Komunis Tiongkok juga melarang siaran BBC World News di wilayahnya pada Jumat 12 Februari 2021. Pemberedelan dilakukan, setelah BBC melaporkan  liputan tentang perlakuan komunis Tiongkok terhadap warga minoritas Uighur di Xinjiang. 

Pada 5 Maret 2021, media Australia SBS juga mengumumkan, mereka akan menangguhkan siaran buletin berita CGTN. Dikarenakan, pihaknya menerima keluhan terkait hak asasi manusia. (asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular