Presiden Suriah Bashar al-Assad dan istrinya dinyatakan positif terinfeksi COVID-19. “Keduanya hanya memiliki gejala penyakit yang ringan,”  kata kantor Kepresiden Suriah, Senin 8 Maret 2021 yang dikutip oleh Kantor Berita Associated Press. 

Dalam sebuah pernyataan, kantor Assad mengatakan Bashar dan Istrinya melakukan tes PCR setelah mereka mengalami gejala ringan. 

Kantor Kepresidenan menyatakan, Assad dan istrinya akan terus bekerja dari rumah di mana mereka akan diisolasi antara dua hingga tiga minggu. Disebutkan, keduanya dalam “kesehatan yang baik dan dalam kondisi stabil.” Istrinya Assad, Asma mengumumkan kesembuhannya dari kanker payudara pada Tahun 2019.  

Suriah memasuki 10 tahun masa perang pada minggu depan. Negara itu melaporkan hampir 16.000 kasus terinfeksi di beberapa bagian negara yang dikuasai oleh pemerintah, termasuk 1.063 kasus kematian.

Pandemi menjadi tantangan besar bagi sektor perawatan kesehatan Suriah yang dihajar oleh konflik selama bertahun-tahun.

Suriah memulai kampanye vaksinasi minggu lalu di tengah meningkatnya jumlah kasus infeksi. Tetapi, tidak ada rincian yang diberikan tentang proses tersebut. Pasalnya, jurnalis lokal juga tidak diizinkan untuk menyaksikan peluncuran tersebut. 

Menteri Kesehatan Suriah mengatakan pemerintahnya mendapatkan vaksin dari negara sahabat. Ia enggan menyebutkan namanya.

Pengumuman itu setelah laporan media internasional dan Israel yang mengungkapkan, Israel membayar Rusia sebesar 1,2 juta dolar AS atau sekitar Rp 16,9 miliar, untuk memberikan pemerintah Suriah jatah vaksin COVID-19. Langkah Israel merupakan bagian dari kesepakatan untuk pembebasan seorang wanita Israel yang ditahan di Damaskus. Disebutkan pertukaran tersebut dinegosiasikan oleh Moskow. Meski demikian Damaskus membantahnya  dan Rusia tidak memberikan komentar.

Kucuran dana dari Israel untuk vaksinasi di Suriah akan memalukan bagi pemerintah Assad, yang  menganggap Israel sebagai musuh utamanya.

Tidak segera diketahui apakah Assad atau salah satu anggota keluarganya telah divaksinasi.

Suriah terperosok dalam jurang perang saudara selama 10 tahun terakhir, sejak protes anti-pemerintah yang dimulai dari bagian Arab Spring, berubah menjadi pemberontakan sebagai tanggapan atas tindakan keras militer rezim Assad. Pertempuran selama satu dekade mengakibatkan kematian ratusan ribu orang dan jutaan orang terlantar. (asr)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular