China Insider – The Epoch Times

Sebuah polling  yang dirilis (1/3/2021) menunjukkan kesukaan orang-orang Amerika Serikat terhadap Tiongkok, merosot hingga anjlok dengan penurunan yang terbaru. Beberapa komentator yakin hal ini terkait dengan Komunis Tiongkok yang mengizinkan virus untuk menyebar dan mempraktikkan diplomasi serigala yang agresif. 

Menurut polling dari Gallup, kesukaan orang-orang Amerika terhadap Tiongkok telah mencapai sebuah rekor terendah, yaitu 20 persen. Di mana turun 13 persen dibandingkan tahun lalu. Angka ini mencapai penurunan terparah sejak polling tersebut dimulai pada tahun 1979. 

Berdasarkan catatan-catatan polling tersebut beberapa dekade yang lalu, kesukaan orang-orang AS terhadap Tiongkok memuncak hingga 72 persen selama berbulan-bulan, hingga unjuk rasa di Lapangan Tiananmen pada tahun 1989. Kemudian, menurun tajam setelah tindakan keras yang dilakukan Partai Komunis Tiongkok terhadap mahasiswa. 

Bahkan, persentase di Agustus 1989 adalah 34 persen, di mana masih 14 persen lebih tinggi dibandingkan saat ini. Polling terbaru dilakukan sejak  3-18 Februari, di mana polling tersebut secara acak menelepon sebuah sampel yang  terdiri dari 1.021 orang dewasa. 

Polling dilakukan  setelah pidato Presiden Joe Biden pada 7 Februari, di mana Presiden Joe Biden mengatakan bahwa ia akan terus bertanding dengan Tiongkok, tetapi dengan sebuah cara yang berbeda dibandingkan dengan cara Donald Trump. 

Setelah polling tersebut, Joe Biden dalam pidatonya pada 20 Februari lebih lanjut  mengatakan : “Kita harus mendesak balik untuk menentang pelecehan-pelecehan dan paksaan pemerintah Tiongkok yang melemahkan nilai-nilai dasar dari sistem ekonomi internasional.”

Quo Weimin, seorang juru bicara Konferensi Konsultatif Politik Partai Komunis Tiongkok, maupun Wang Wenbin, seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, pada siang hari tanggal 3 Maret, mendeklarasikan bahwa kesukaan orang-orang Amerika Serikat terhadap Tiongkok mencapai kemerosotan yang baru. Mereka menuding  terkait dengan pengaruh para politisi dan kekuatan yang anti-Tiongkok. 

Namun, pakar Tiongkok di Australia, Li Yuanhua, yakin bahwa alasan utama adalah bahwa tindakan-tindakan Partai Komunis Tiongkok selama beberapa tahun belakangan ini. Hal demikian, membuat orang-orang Amerika Serikat melihat sifat asli Partai Komunis Tiongkok.

Ia menuturkan, terutama pada saat virus  Komunis Tiongkok merajalela dan Partai Komunis Tiongkok menyebarkan virus ini secara tidak terkendali ke seluruh dunia. Hal lain adalah penganiayaan terhadap kelompok-kelompok keyakinan, yang mencakup orang-orang Tibet dan orang-orang Uighur di Xinjiang. Termasuk, semua hal-hal yang kejam yang dilakukan  Partai Komunis Tiongkok di dalam negeri Tiongkok. Karena media menyebarkan informasi tersebut, maka lebih banyak orang  melihat secara jelas perbuatan-perbuatan Partai Komunis Tiongkok yang kejam.”

Pakar Tiongkok di Australia lainnya, Zhang Xiaogang, menunjukkan bahwa polling tersebut sebenarnya membuktikan kesukaan orang-orang Amerika Serikat terhadap Partai Komunis Tiongkok, sudah mencapai titik terendah. 

Zhang Xiaogang menuturkan, sejak lama, Partai Komunis Tiongkok secara sengaja membingungkan konsep antara Tiongkok dengan Partai Komunis Tiongkok, sehingga menyebabkan Partai Komunis Tiongkok menjadi perwakilan samar-samar bagi Tiongkok. Di samping itu, di Barat, Partai Komunis Tiongkok menggunakan perkembangan ekonomi untuk mengubah pengenalan orang-orang terhadap Tiongkok. Kebijakan penenangan yang terus-menerus ini,  membingungkan banyak orang dalam memahami Partai Komunis Tiongkok. Bahkan, membuat perkembangan ekonomi Tiongkok, menjadi sebuah kesan yang baik mengenai Partai Komunis Tiongkok.”

Tidak ada yang kebetulan, sebuah polling baru-baru ini oleh Institut Loewy, sebuah lembaga pemikir Australia, mengenai kebijakan internasional juga menunjukkan bahwa kemerosotan hubungan Tiongkok-Australia, dibarengi dengan epidemi virus  Komunis Tiongkok yang tanpa kendali. Di mana lebih dari sepertiga orang Tiongkok di Australia yang disurvei mengatakan, bahwa mereka telah mengalami diskriminasi di masa lalu. 

Li Yuanhua menunjukkan bahwa kemerosotan hubungan Tiongkok-Australia, juga disebabkan oleh Partai Komunis Tiongkok.

Li Yuanhua mengatakan, pada kenyataannya, hal ini adalah persis sama. Alasan utama adalah bahwa virus  Komunis Tiongkok telah menyebar ke seluruh dunia. Sejak Australia memiliki intelijen sendiri, Australia menuntut suatu penyelidikan internasional yang independen. Hal ini telah mengusik rezim Komunis Tiongkok, sehingga Komunis Tiongkok mengancam  untuk memaksakan embargo perdagangan, tetapi sebenarnya hal tersebut menambah kebencian Australia terhadap  Komunis Tiongkok.”

Di samping Amerika Serikat dan Australia, tahun-tahun belakangan ini, terkait dengan penahanan Kepala Staf Keuangan Huawei, Meng Wanzhou, penindasan terhadap Hong Kong, mengusik Taiwan dan memperebutkan Laut China Selatan. Lainnya soal hubungan Partai Komunis Tiongkok dengan Kanada, Inggris, Republik Ceko, Korea Selatan, Filipina dan banyak negara-negara lainnya, semuanya memburuk. 

Di samping itu, media Partai Komunis Tiongkok juga memecah rekor dalam menggunakan propaganda anti-Amerika Serikat. Pada akhir tahun lalu, media resmi Partai Komunis Tiongkok menggunakan bahasa kasar dan bersifat melecehkan, tak lain untuk menghina mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo. 

Media, China Central Television secara verbal menghina Mike Pompeo selama tiga hari berturut-turut, dan People’s Daily menerbitkan sebuah esai yang memuat tiga ribu kata untuk menyerang Mike Pompeo. 

Selain itu, Partai Komunis Tiongkok telah melakukan sebuah upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengindoktrin masyarakat. Bahkan, menanamkan kebencian terhadap nilai-nilai universal Barat.

Li Yuanhua mengatakan, Kesukaan dunia terhadap Partai Komunis Tiongkok semakin merosot setiap tahunnya. Orang-orang dapat melihat perbuatan-perbuatan Partai Komunis Tiongkok yang kejam, melalui beberapa peristiwa khusus. Hal lain adalah bahwa Partai Komunis Tiongkok, menggunakan diplomasi prajurit serigala untuk menghasut nasionalisme. Dengan demikian, mempertahankan tiraninya, yang juga dibenci oleh orang-orang di seluruh dunia. Karena itu,  akar penyebab konfrontasi ini terletak pada pertentangan yang mendasar antara nilai-nilai universal dengan sistem otoriter terpusat, yang mana dipraktikkan oleh Partai Komunis Tiongkok.” 

Dari 17 negara yang disurvei oleh pemungutan suara tersebut, negara yang menempati peringkat tertinggi kesukaan oleh orang-orang Amerika Serikat adalah para sekutu tradisional Amerika Serikat seperti Kanada dan Inggris. Sedangkan negara-negara yang paling sedikit disukai orang-orang Amerika Serikat adalah Iran dan Korea Utara.  (vv)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular