Wang Yu He – NTD Asia Pasifik

Pada Januari tahun ini, pemerintahan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pernah  merilis laporan tentang pemeriksaan fakta virus Komunis Tiongkok atau Covid 19. Pemerintahan Presiden Amerika Serikat yang menjabat sekarang, Joe  Biden meninjau kembali dokumen tersebut beberapa hari yang lalu dan mengkonfirmasi bahwa Komunis Tiongkok menutup-nutupi epidemi yang dijelaskan di dalamnya berdasarkan bukti nyata.

Dewan Negara di bawah pemerintahan Trump merilis daftar fakta pada pertengahan Januari, yang menyatakan bahwa para peneliti di Institut Virologi Wuhan memiliki gejala yang mirip dengan virus Corona baru atau virus Komunis Tiongkok serta flu pada musim gugur tahun 2019 silam.

Daftar tersebut juga menunjukkan bahwa Komunis Tiongkok secara sistematis mencegah penyelidikan yang transparan dan menyeluruh tentang asal mula epidemi COVID-19.  Meskipun Institut Virologi Wuhan mengklaim sebagai lembaga swasta, ia melakukan eksperimen rahasia dengan tentara Komunis Tiongkok.

The Washington Post melaporkan pada Selasa 9 Maret lalu bahwa pemerintahan Biden meninjau laporan tersebut dan mengonfirmasi beberapa fakta.

Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada surat kabar itu bahwa tidak ada perselisihan besar atau berarti mengenai informasi yang disajikan dalam daftar fakta ini, dan tidak ada yang mempertanyakan informasi tersebut. Fakta poin data ini benar dan akurat.

Pejabat senior itu lebih lanjut menyatakan bahwa pernyataan apakah virus tersebut muncul dari laboratorium belum dikonfirmasi, dan tidak ada konsensus dalam pemerintah Amerika Serikat.

Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo me-retweet laporan itu dan menulis: “Bahkan pemerintahan Biden mengakui bahwa pernyataan fakta saya tentang laboratorium Wuhan didasarkan pada bukti nyata. Tidak ada yang mempertanyakan informasi. keakuratannya.”

Pada Kamis 11 Maret, Pompeo mengunggah tweet lagi, mengatakan,  “Komunis Tiongkok mengetahui sumber virus, tetapi tidak ingin kami mengetahui kebenarannya.” (hui)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular