Qiao An

Hingga 11 Maret, kecuali daratan Tiongkok, jumlah orang yang terinfeksi virus komunis Tiongkok atau OVID-19 di seluruh dunia mencapai 118,4 juta orang, dan sekitar 2,63 juta orang meninggal dunia.  

11 Maret adalah hari ulang tahun pertama lockdown nasional di Amerika Serikat akibat penyebaran virus komunis Tiongkok atau COVID-19. Pada hari itu, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden secara resmi menandatangani  bailout senilai USD. 1,9 triliun. Rancangan Undang Undang ini juga merupakan kemenangan besar pertama Biden di Kongres sejak ia menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat. 

Saat ini, sudah ada 16 negara bagian di Amerika Serikat yang tidak lagi memaksa warganya untuk memakai masker. Mulai bulan April mendatang, Negara Bagian New York akan membebaskan turis domestik dari wajib menjalankan karantina. 

Hingga  Kamis 11 Maret, jumlah kumulatif infeksi yang dikonfirmasi di Amerika Serikat telah mencapai 29,2 juta, dengan jumlah kematian sebanyak 530.000.

Prancis menambah 27.166 kasus yang dikonfirmasi dan 265 kasus kematian pada  Kamis 11 Maret. Epidemi paling parah terjadi di Kota Paris dan sekitarnya, dan unit perawatan intensif hampir jenuh, tetapi pihak berwenang masih bersikeras untuk menghindari lockdown total lagi.

Kementerian Luar Negeri Prancis juga mengumumkan akan melonggarkan pembatasan perjalanan di negara-negara non-Uni Eropa seperti Inggris, Jepang, dan Australia. Namun, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mulai menjalankan karantina mandiri pada hari yang sama karena melakukan kontak dengan seorang anggota keluarga yang dinyatakan positif COVID-19.

Epidemi di Italia masih serius hingga  Kamis 11 Maret, dengan 25.673 kasus infeksi dan 373 kasus kematian. Dengan demikian jumlah kematian kumulatif menjadi 101.184. Semakin banyak kota masuk zona merah COVID-19. Jika epidemi terus memburuk, Italia dapat mengadopsi pembatasan perjalanan nasional.

Pada Kamis 11 Maret, vaksin dosis tunggal buatan Johnson & Johnson secara resmi telah memperoleh izin beredar dari pihak berwenang Uni Eropa, menjadi vaksin keempat yang dapat digunakan di Uni Eropa setelah Pfizer, AstraZeneca dan Modena. Johnson & Johnson  bahkan berjanji untuk mengirimkan setidaknya 200 juta dosis vaksin ke Uni Eropa dalam tahun ini.

Vaksin Pfizer juga memiliki kabar positif. Pada Rabu 10 Maret, data dari dua lembaga penelitian di Israel menunjukkan bahwa vaksin Pfizer 94% efektif dalam mencegah infeksi tanpa gejala, dan dapat mengurangi penyebaran virus secara signifikan. Pfizer juga efektif dalam melawan varian virus sangat menular yang berasal dari Inggris.

Namun, vaksin AstraZeneca yang menimbulkan beberapa kasus kematian di Korea Selatan, lagi-lagi mengalami kecelakaan di Eropa. Minggu ini, 8 negara Eropa, termasuk Austria, Denmark, Norwegia, dan Islandia, berturut-turut menangguhkan penggunaan batch pertama vaksin AstraZeneca. Alasannya adalah telah terjadi beberapa kasus pembekuan darah dan stroke terhadap orang yang menerima vaksin, bahkan ada yang meninggal karenanya. 

Namun, Jerman dan Prancis menyatakan bahwa mereka tidak akan menangguhkan penggunaan vaksin buatan AstraZeneca. (Sin)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular