Rong Fa dari Belgia – Minghui.org

Media Belgia “Knack” Pada (15/2/ 2021) menerbitkan sebuah artikel yang ditulis oleh Trui Engels yang melaporkan tentang  asal muasal jenazah di Pameran tubuh yang digelar di Belgia. Laporan itu dikutip oleh situs Minghui.org, juga menyebutkan tentang hubungannya dengan pelanggaran hak asasi manusia di Tiongkok. 

Minghui.org adalah sebuah situs web berbasis di Amerika Serikat. Website ini  didedikasikan untuk mendokumentasikan penganiayaan terhadap Falun Gong. Untuk diketahui, Falun Gong, juga dikenal sebagai Falun Dafa, adalah latihan yang berpusat pada latihan meditasi dan ajaran moral berdasarkan Sejati, Baik, dan Sabar. 

Menurut artikel tersebut, berdasarkan sumber dari the International Coalition to End Transplant Abuse in China (ETAC-) atau Aliansi Internasional untuk Mengakhiri Penyalahgunaan Transplantasi Komunis Tiongkok, tubuh jenazah yang melalui proses plastinasi itu yang mana dilihat orang-orang di The Antwerps Sportpaleis, berasal dari tahanan yang telah disiksa dan dibunuh di Tiongkok.

Untuk diketahui, proses plastinasi adalah teknik pengawetan tubuh manusia dengan mengganti komponen air dan lemak dengan plastik tertentu. 

Elke Van den Brande, Manajer Nasional ETAC di Benelux (Belgia, Belanda, Luksemburg), mengatakan pameran jenazah dengan rasa tanggung jawab dan moral, harus mengungkapkan identitas otentik dari tubuh dan penyebab kematiannya. 

Dia juga mengatakan bahwa, peserta pameran tubuh yang disebutkan di atas, telah mengakui bahwa jenazah tersebut adalah tubuh yang tidak diketahui asal usulnya dari  Tiongkok. Selain itu, mereka tidak memiliki dokumen relevan yang disyaratkan oleh organisasi internasional.

Bukti menunjukkan bahwa pameran jenazah yang melalui proses plastination, bukan dari sumbangan atau mayat yang tidak diklaim. 

Faktanya, ETAC yakin ada indikasi mereka berasal dari tahanan hati nurani di penjara dan kamp kerja paksa dekat perusahaan plastik di Kota Dalian, Provinsi Liaoning. 

Perusahaan ini didirikan pada tahun yang sama, ketika Partai Komunis Tiongkok meluncurkan kampanye nasional menindas Falun Gong, latihan meditasi dengan sekitar 100 juta praktisi. Pameran jenazah asal Tiongkok itu dipamerkan di Antwerp, Belgia, dari pertengahan Desember tahun lalu hingga Mei tahun ini. 

Pada 16 September 2018, sejumlah kelompok Australia mengadakan konferensi pers di dekat Pameran Tubuh Manusia Sydney, meminta penyelidikan identitas spesimen manusia yang dipamerkan. (Pingya / Epoch Times)

Elke Van den Brande mengatakan: “Ini terutama melibatkan praktisi Falun Gong, yang telah dianiaya oleh rezim partai Komunis Tiongkok sejak tahun 1999.” 

Sejumlah besar praktisi telah ditahan, disiksa, atau bahkan dibunuh. Itu hanya dikarenakan menjunjung tinggi keyakinan mereka kepada Falun Gong selama dua dekade terakhir.  Di mana, industri plastinasi tubuh di Tiongkok meningkat dan jumlah transplantasi organ melonjak secara eksponensial. 

Van den Brande mengatakan, bahwa waktu pendirian perusahaan plastinasi Dalian menunjukkan, praktisi Falun Gong telah menjadi sasaran utama sejak awal penganiayaan dan sebagian besar tubuh yang dipamerkan adalah praktisi Falun Gong.

Industri plastinasi di Tiongkok memiliki sejarah sekitar 20 tahun, lanjut Van den Brande. Dalian adalah pusat utama transplantasi organ, plastinasi, dan penganiayaan terhadap Falun Gong.

Jaksa Agung di New York pada 2008, pernah mengeluarkan perintah kepada penyelenggara pameran serupa, untuk memasang pemberitahuan di pintu masuk, menunjukkan bahwa penyelenggara tidak dapat memverifikasinya secara independen,  apakah mayat yang diplastinasi itu berasal dari Tiongkok. 

Selain itu, karena alasan etika, impor mayat yang diplastinasi dari negara-negara yang melaksanakan hukuman mati harus dilarang. Semakin banyak negara dan wilayah yang melarang penggunaan mayat yang di-plastinasi dari Tiongkok untuk dijadikan pameran. Contohnya termasuk Prancis,  Republik Ceko, Israel, Hawaii, dan negara bagian Amerika Serikat. “

Brand membantah klaim yang percaya bahwa pameran tubuh itu “bermanfaat untuk pendidikan” dan bahwa tubuh itu “dihormati”. 

Selama beberapa dekade, Komunis Tiongkok dituduh membunuh tahanan hati nurani yang tidak bersalah.

Brand berkata: “Selama dua dekade, sebagai industri ekonomi, transplantasi organ dan  plastinasi membutuhkan banyak donor. Pabrik plastinasi juga harus berusaha untuk memenuhi kebutuhan sekolah, universitas, dan pameran di seluruh dunia.”

Falun Dafa Information Center melaporkan, jutaan pengikut Falun Gong ditahan di penjara, kamp kerja paksa, dan fasilitas lainnya di Tiongkok, dengan ratusan ribu disiksa saat di penjara. Tindakan itu dilakukan sejak rezim komunis itu melancarkan penganiayaan secara nasional terhadap pengikut Falun Gong pada tahun 1999.  

Menurut statistik, selama periode awal penganiayaan dari tahun 2000 hingga 2001, diperkirakan 500.000 hingga 1 juta praktisi Falun Gong dipenjara.

Van Den Brand berkata bahwa polisi Komunis Tiongkok membantu industri plastinasi dan transplantasi. Ia mengatakan, Ada bukti bahwa beberapa institusi dapat memenuhi kedua tujuan ini.  Misalnya, sebuah email yang diperoleh menunjukkan berbunyi : dua mayat segar berkualitas tinggi dikirim ke pabrik. Livernya diambil hanya beberapa jam yang lalu. Pameran tubuh mencakup tubuh yang kehilangan hati atau ginjal.

Mengenai pengumuman Komunis Tiongkok pada tahun 2015, yang mengklaim  menghentikan pengambilan dan perdagangan organ secara ilegal, Brand berkata: Sejak tahun 2015, karena tekanan opini publik di komunitas internasional, Komunis Tiongkok telah menerbitkan data resmi tentang transplantasi organ. Laporan itu mengklaim semua organ datang dari “donor sukarela”. Namun demikian, menurut analisis statistik pada tahun 2019, itu adalah data yang dipalsukan oleh sistem Komunis Tiongkok. Oleh karena itu, Komunis Tiongkok telah menipu masyarakat internasional.

Sejak tahun 2006, para penyelidik telah berulang kali menghubungi rumah sakit Tiongkok karena pasien membutuhkan organ. Dokter di banyak rumah sakit mengakui, bahwa mereka menggunakan praktisi Falun Gong sebagai sumber organ mereka. 

Panggilan konsultasi  yang dilakukan penyidik ​​pada tahun 2018 dan tahun 2019, menunjukkan bahwa organ tersebut langsung tersedia dan berasal dari anak muda yang sehat. 

Seorang dokter di Rumah Sakit Yuhuangding di Kota Yantai, Provinsi Shandong mengatakan pada 2017, bahwa dia telah melewati sistem distribusi organ resmi untuk mendapatkan organ. Ia juga mengakui telah melakukan ratusan transplantasi.

Pengadilan rakyat independen di London, “Tribunal Tiongkok “, menyimpulkan pada tahun 2019 bahwa pengambilan organ secara paksa telah terjadi di seluruh Tiongkok selama bertahun-tahun, dan praktisi Falun Gong mungkin menjadi sumber utama organ. 

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular