Zhu Ying

Ketika strain varian B.1.525 Nigeria ini ditemukan di Italia awal bulan ini, para ahli virus Italia mengatakan bahwa variabilitas dan penularannya sangat kuat. Sedangkan vaksin yang ada tidak efektif melawannya

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Provinsi Guangdong, Tiongkok merilis pengumuman epidemi virus Komunis Tiongkok (Covid 19) pada Minggu 14 Maret 2021. Disebutkan bahwa Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit tersebut menemukan virus varian B.1.525 Nigeria di usapan nasofaring dari dua pasien impor yang dikonfirmasi dari luar negeri Jumat sebelumnya. Berita ini menarik perhatian luas dari dunia luar.

The Central News Agency (CNA) atau Kantor Berita Pusat Taiwan melaporkan bahwa strain virus varian B.1.525 Nigeria saat ini beredar di 26 negara. Virus ini lebih menular daripada jenis virus varian pneumonia lainnya dan kemungkinan menyebabkan “netralisasi antibodi dan lolos”. Ini berarti bahwa mereka yang telah terinfeksi pneumonia Komunis Tiongkok juga dapat terinfeksi virus varian ini lagi.

Strain virus varian B.1.525 pertama kali ditemukan di Nigeria pada pertengahan Desember 2020 silam. Para ilmuwan menemukan jenis virus ini ketika menganalisis sampel usap dari dua pasien Nigeria yang dikonfirmasi, dan kemudian menamakannya B.1.525. 

Dalam dua bulan setelah itu, lebih dari 20% kasus pneumonia Komunis Tiongkok di Nigeria terinfeksi oleh jenis virus B.1.525, dan jenis virus varian ini dengan cepat ditemukan di Inggris, Prancis, dan tempat lain.

Pada 3 Maret 2021, Arnaldo Caruso, presiden Perhimpunan Virologi Italia, mengonfirmasi bahwa strain mutan B.1.52 Nigeria ditemukan di Brescia, Lombardy, Italia utara. Caruso mengatakan virus baru ini sangat bervariasi, dan vaksin COVID-19 yang ada tidak efektif melawan virus.

Informasi publik menunjukkan bahwa para ilmuwan telah menemukan melalui penelitian bahwa mutasi pada strain B.1.525 termasuk mutasi D614G dan mutasi E484K yang sebelumnya ditemukan pada strain mutan lain. Kedua mutasi ini akan sangat meningkatkan infektivitas virus. Orang yang terinfeksi mengembangkan resistansi sekitar 3 kali lipat terhadap beberapa vaksin yang ada dan 10 kali resistansi terhadap sebagian besar antibodi selama masa pemulihan.

Variasi utama dari strain B.1.525 adalah substitusi asam amino di Q52R dan A67 dari domain N-terminal dari protein S, dan penghapusan posisi 69-70 dan 144. Karena antigenisitas domain N-terminal virus Komunis Tiongkok yang tinggi, mutasi di wilayah ini dapat dengan mudah menyebabkan fenomena netralisasi dan pelarian antibodi, yang akan menyebabkan vaksin menjadi tidak valid untuk virus.

Selain itu, B.1.525 juga memiliki sejumlah besar mutasi di daerah genom yang merupakan protein lain, dan konsekuensi dari semua mutasi tersebut adalah fenomena pelepasan netralisasi antibodi.  (hui)

Video Rekomendasi :

 

 

Share

Video Popular