China Insider – The Epoch Times

Wanita pengacara Tiongkok bernama Wang Yu, yang dinyatakan sebagai wanita pengacara yang paling berani di Tiongkok oleh para aktivis hak asasi manusia, adalah salah satu pemenang. Pada Hari Perempuan Internasional, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Anthony J. Blinken memberi penghormatan kepada para wanita yang luar biasa di seluruh dunia. 

“Wang Yu adalah salah satu pengacara hak asasi manusia yang paling menonjol di Tiongkok. Ia mewakili kasus yang melibatkan anak-anak yang dilecehkan, wanita etnik minoritas dan para orang beriman dan karyanya telah membuat pemerintah menekannya hingga saat ini,” kata Anthony J. Blinken. 

Pada tahun 2008, Wang Yu dianiaya oleh badan-badan keamanan masyarakat Partai Komunis Tiongkok dan dijatuhi hukuman penjara dua setengah tahun.

Sejak tahun 2011, Wang Yu menolong para korban ketidakadilan sistem hukum di Tiongkok untuk memperjuangkan hak asasi para korban, yang mencakup para praktisi Falun Gong dan akibatnya ia diancam dengan cara diusik-usik oleh pemerintah. 

Pada 9 Juli 2015 dalam sebuah tindak kekerasan yang dikenal sebagai Insiden 709, ratusan pengacara, asisten hukum dan aktivis hak asasi manusia digerebek dan dijebloskan ke dalam tahanan. Wang Yu adalah pengacara pertama yang ditahan pada hari itu. Namun, Wang Yu tidak  mundur, malahan ia bekerja dengan lebih giat untuk mempromosikan aturan hukum di Tiongkok.

Sebagai seorang praktisi hukum, Wang Yu berharap masyarakat Tiongkok dapat mempraktikkan hak asasi manusia dan aturan hukum untuk mencapai kejujuran dan keadilan.

“Dalam rangka mewakili kasus-kasus, saya juga melihat korupsi dan kemerosotan keadilan semacam itu. Sebagai seorang praktisi hukum, saya pikir saya memiliki sebuah kewajiban untuk mempromosikan aturan hukum, sehingga saya berharap lebih banyak orang akan datang untuk menyerukan aturan hukum untuk kejujuran dan keadilan di Tiongkok,” kata Wang Yu. 

Yu Ming, seorang pria mantan wirausaha Tiongkok, mengatakan bahwa saat ia dianiaya di Tiongkok, Wang Yu mengunjunginya beberapa kali di pusat penahanan. Ia merasa bahagia Wang Yu menerima penghargaan  pada hari itu, tetapi pada saat yang sama ia juga merasa sedih.

“Secara pribadi saya yakin Wang Yu telah melakukan upaya-upaya yang hebat untuk masa depan hak asasi manusia di Tiongkok. Ia juga menderita penganiayaan yang kejam oleh Partai Komunis Tiongkok. Anak-anaknya, ayahandanya dan keluarganya juga menanggung penderitaan yang hebat. Saya juga berterima kasih kepada pemerintah Amerika Serikat atas keprihatinannya kepada para pengacara hak asasi manusia di Tiongkok serta atas pengakuan dan penghargaan kepada Wang Yu,” ujar Yu Ming. 

Pengacara yang minta untuk tidak disebutkan namanya memberitahu grup media  The Epoch Times dan NTD bahwa banyak orang di lingkaran hukum sangat mendukung Wang Yu dan berpikir bahwa penghargaan itu adalah sudah selayaknya diberikan kepada Wang Yu.

Menurutnya, alasannya adalah bahwa sebelum Insiden 709, Wang Yu memulai sebagai seorang pengacara komersial biasa, dan kemudian karena beberapa hak asasi manusia Wang Yu dilanggar, Wang Yu bahwa dijatuhi hukuman penjara secara tidak adil. Kemudian, setelah disemangati oleh orang-orang, Wang Yu menempuh jalur hak asasi manusia dan mewakili banyak kasus hak asasi manusia dan kasus keyakinan. Pada saat itu, Wang Yu dan suaminya ditindas dan anak-anaknya di bawah kendali.

“Selama bertahun-tahun, ia bertahan dan melakukan banyak pengorbanan untuk perkara hak asasi manusia di Tiongkok. Jadi, ia benar-benar layak menerima penghargaan ini,” kata sumber itu. 

Wang Yu tidak menghadiri acara penghargaan tersebut. Video yang ia rekam sebelumnya ditunjukkan dalam acara penghargaan tersebut. 

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Anthony J. Blinken mengatakan pada acara penghargaan itu bahwa Wang Yu pernah berharap untuk turut serta dalam acara penghargaan tersebut. Pemerintah Amerika Serikat belum dapat menghubungi Wang Yu beberapa hari sebelumnya. Anthony J. Blinken menunjukkan keprihatinan yang luar biasa dalam kasus ini.

“Menurut sumber saya, hari sebelum Wang Yu dihadirkan pada acara penghargaan tersebut, ia sedang mewakili sebuah kasus yang sangat berpengaruh di Maoming, Guangzhou. Polisi di Beijing melakukan perjalanan seribu mil jauhnya, lebih dari seribu mil ke Guangzhou, dan mengendalikan pasangan itu. Tujuannya adalah untuk menghentikan Wang Yu bergabung dalam hubungan langsung tersebut,” kata  Blinken.

Pengacara hak asasi manusia ini mengatakan bahwa Partai Komunis Tiongkok menjelekkan siapa saja yang mengancam rezim komunis Tiongkok, termasuk para pengacara hak asasi manusia. Adalah ciri khas Partai Komunis Tiongkok untuk tidak memperbolehkan orang-orang di Tiongkok untuk mengetahui mengenai berita bahwa Wang Yu menerima penghargaan tersebut.

Blinken menjelaskan, orang-orang  yang dijelek-jelekkan oleh Partai Komunis Tiongkok sebenarnya adalah orang-orang yang berguna dan menguntungkan bagi negara dan masyarakat. Orang-orang ini adalah orang-orang yang gagah yang layak dihormati, yang ditakuti oleh Partai Komunis Tiongkok adalah kekhawatiran masyarakat mengetahui hal ini.”

Pada  November 2020, pengacara berizin untuk Wang Yu dicabut izinnya oleh Biro Keadlian Beijing. Situasi para pengacara hak asasi manusia di Tiongkok  memburuk. Diketahui sedikitnya izin tiga pengacara hak asasi manusia telah dicabut sejak tahun 2021, yakni pengacara Lu Siwei, Ren Quanniu, di mana kedua pengacara ini mewakili kasus para warga Hong Kong. Sementara Xi Xiangdong mewakili kasus Kwan Guangzhang, seorang pengacara hak asasi manusia. (Vv)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular