oleh Wang Youqun

Pada dini hari  (26/2/2021), Dr. Zang Yunjin, ahli transplantasi hati, bunuh diri. Kematiannya mungkin terkait dengan tuduhan keterlibatannya dengan panen organ-organ secara massal dari praktisi Falun Gong.

Sumber-sumber mengatakan bahwa Dr. Zang Yunjin melompat dari sebuah gedung, menurut sebuah artikel yang diterbitkan oleh media Komunitas Medis Tiongkok pada (27/2). Dr. Zang Yunjin berusia 57 tahun.

Dr. Zang Yunjin adalah Direktur Institut Donasi dan Transplantasi Organ di Fakultas Kedokteran Universitas Qingdao. Ia juga adalah Direktur  Pusat Transplantasi Organ di Rumah Sakit Universitas Qingdao.

Menurut sebuah laporan di MedSci, sebuah platform medis di Tiongkok, Dr. Zang Yunjin adalah “seorang ahli transplantasi organ terkemuka.” Ia telah melakukan “lebih dari 2.600 kasus transplantasi hati.” Ia adalah di antara sepuluh dokter top di Tiongkok yang melakukan transplantasi-transplantasi organ selama empat tahun berturut-turut. Pada tahun 2019, ia diberi penghargaan dengan gelar “Dokter Terkemuka Tiongkok.”

Dr. Zang Yunjin adalah anggota Partai Komunis Tiongkok. Ia adalah seorang dokter kepala, profesor, dan seorang sarjana yang kembali dari Amerika Serikat. Ia punya sebuah daftar gelar yang panjang, termasuk “Taishan Scholar” dan “Distinguished Expert,” kata laporan tersebut.

Setelah kembali ke Tiongkok pada bulan Desember 2.000, Dr. Zang Yunjin membangun  departemen transplantasi hati Rumah Sakit Qianfoshan Provinsi Shandong. Ia kemudian menjadi dokter kepala di Pusat Transplantasi Organ di  Rumah Sakit Pusat Pertama Tianjin dan Direktur Cabang Shandong dari  Pusat Transplantasi Organ Oriental.

Pada  Januari 2005, Dr. Zang Yunjin dipindahkan ke Institut Transplantasi Hati di Rumah Sakit Umum Polisi Bersenjata Beijing, di mana ia menjabat sebagai Wakil Direktur Institut Transplantasi Hati dan Direktur Departemen Transplantasi Hati Rumah Sakit Umum Polisi Bersenjata Beijing, serta profesor dan dokter kepala Rumah Sakit Youan Beijing, Institut Hepatologi Beijing Universitas Kedokteran Ibu Kota.

Pada tahun 2014, Dr. Zang Yunjin diangkat sebagai Wakil Pengawas Kelompok Medis Universitas Qingdao, Direktur Operasi Rumah Sakit Afiliasi Universitas Qingdao, Direktur Pusat Transplantasi Organ Universitas Qingdao, dan Direktur Institut Obat Transplantasi, Universitas Qingdao.

Dr. Zang Yunjin adalah salah satu ahli transplantasi hati Partai Komunis Tiongkok yang terkenal, dengan sebuah daftar  penghargaan, kehormatan, dan gelar yang panjang. Jadi, kenapa Dr. Zang Yunjin bunuh diri?

Keterlibatan Dr. Zang Yunjin dalam Panen Organ Paksa yang Dikenai Sanksi Partai Komunis Tiongkok

Penulis yakin alasan utama Dr. Zang Yunjin bunuh diri adalah karena tuduhan keterlibatannya dalam panen organ-organ secara massal dari para praktisi Falun Gong.

Setiap rumah sakit tempat Dr. Zang Yunjin bekerja, muncul dalam laporan-laporan dari World Organization to Investigate the Persecution of Falun Gong -WOIPFG- atau Organisasi Dunia untuk Investigasi Penganiayaan terhadap Falun Gong.

WOIPFG didirikan pada tahun 2003 dengan sebuah misi “untuk menyelidiki tindak kriminal yang dilakukan semua lembaga, organisasi dan orang-orang yang terlibat dalam penganiayaan terhadap Falun Gong. Untuk membawa penyelidikan semacam itu, tidak peduli berapa lama waktu yang ditempuh. Tidak peduli seberapa jauh dan dalam kita harus mencari, untuk menutup sepenuhnya; untuk menjalankan prinsip-prinsip dasar kemanusiaan; dan untuk memulihkan dan menegakkan keadilan dalam masyarakat,” sebagaimana yang dinyatakan di situs web WOIPFG. 

Menurut laporan-laporan investigasi yang diterbitkan oleh WOIPFG, dari tahun 2004 hingga 2008, Dr. Zang Yunjin berpartisipasi dalam “1.600 kasus pengangkatan hati” di Rumah Sakit Pusat Pertama.

Di Rumah Sakit Umum Polisi Bersenjata, Dr. Zang Yunjin menyelesaikan setidaknya 1.570 kasus transplantasi hati.

Pusat Bedah Umum (Transplantasi Hati) di Beijing  Rumah Sakit Youan, tempat Dr. Zang Yunjin bekerja paruh-waktu, telah menyelesaikan 1.001 kasus  transplantasi hati per tanggal 10 Agustus 2017.

Sejak Dr. Zang Yunjin bergabung dengan Rumah Sakit Afiliasi Universitas Qingdao, rumah sakit tersebut “menempati peringkat di antara pusat-pusat transplantasi organ teratas di Tiongkok dalam hal jumlah dan kualitas transplantasi hati yang dilakukan selama periode yang sama,” menurut WOIPFG. 

Pada 20 Juli 1999, Partai Komunis Tiongkok mulai menganiaya Falun Gong, sebuah disiplin spiritual juga dikenal sebagai Falun Dafa. 

He Xiaoshun, Wakil Pengawas Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Sun Yat-sen di Provinsi Guangdong, mengungkapkan bahwa tahun 2000 adalah titik awal bagi transplantasi organ di Tiongkok. Yang mana, berubah dari kekurangan donor menjadi pertumbuhan eksplosif, dan bahwa “jumlah transplantasi hati secara nasional pada tahun 2000 adalah 10 kali lebih tinggi dibandingkan pada tahun 1999.”

Hanya ada satu hati dalam di dalam tubuh seorang manusia. Mengambil hati seseorang untuk transplantasi berarti orang tersebut akan mati.

Apa sumber dari sejumlah besar organ-organ semacam itu? Banyak penyelidikan menunjukkan bahwa organ-organ praktisi Falun Gong diambil pada sebuah skala yang besar.

Dr. Zang Yunjin berulang kali masuk dalam daftar pelacakan WOIPFG. Ribuan  transplantasi hati yang dia lakukan mungkin melibatkan sejumlah besar praktisi Falun Gong yang terbunuh dalam prosesnya.

Ada Empat Lagi Kasus ‘Bunuh Diri’ Para Ahli Transplantasi Tiongkok

Beberapa ahli transplantasi organ lainnya di Tiongkok, dilaporkan pernah melakukan upaya bunuh diri.

Pada  24 Maret 2014, Zhang Shilin, 44 tahun, Wakil Direktur Departemen Urologi di Pusat Kanker Shanghai Universitas Fudan, melompat dari jendela kantornya di lantai 8 rumah sakit tersebut.

Pada 13 Oktober 2013, Jiang Xusheng, 50 tahun, seorang profesor bedah umum dan seorang Direktur Transplantasi Hati di Rumah Sakit Qilu Universitas Shandong, bunuh diri dengan memotong leher dan perutnya di apartemennya di sisi barat rumah sakit tersebut.

Pada 16 Maret 2010, Li Leishi, 84 tahun, seorang ahli ginjal yang terkenal di dunia internasional, melompat dari gedung 14 lantai tempat ia tinggal di Nanjing. Ia adalah mantan Wakil Pengawas Rumah Sakit Umum Nanjing Komando Militer Nanjing dan akademisi Akademi Teknik Tiongkok.

Pada 4 Mei 2007, Li Baochun, 44 tahun, seorang ahli transplantasi ginjal terkenal di Universitas Kedokteran Militer Kedua, Shanghai, melompat dari lantai 12 gedung transplantasi ginjal rumah sakit tersebut.

Keempat dokter tersebut telah terdaftar dalam laporan-laporan penyelidikan WOIPFG. Pasalnya, keempat dokter tersebut diduga terlibat dalam panen organ-organ para praktisi Falun Gong.

Apakah para dokter tersebut benar-benar bunuh diri atau dibunuh? Hal tersebut adalah sulit untuk dipastikan.

Misalnya, Li Leishi dikategorikan sebagai “seorang anti-revolusioner” selama Revolusi Kebudayaan dan dianiaya secara brutal dan dipaksa berpisah dari istri dan anak-anaknya. 

Dalam sebuah wawancara, ia ditanya apakah ia pernah ingin bunuh diri. Li Leishi berkata, “Tidak, saya rasa saya bukan seorang anti-revolusioner. Saya  tidak bersalah.” 

Lalu, mengapa Li Leishi bunuh diri pada usia 84 tahun saat ia sudah memperoleh ketenaran dan kekayaan?

Penyelidikan-Penyelidikan Independen dan Bukti Panen Organ

Salah satu Whistleblower pertama yang mengungkap panen organ praktisi Falun Gong adalah seorang mantan karyawan di Rumah Sakit Sujiatun di kota Shenyang, Provinsi Liaoning. Annie (nama samaran) membuat pernyataan publik mengenai kekejaman pada bulan Maret 2006. Kini Annie tinggal di Amerika Serikat.

Sejak itu, para pengacara hak asasi manusia di luar Tiongkok, para ahli dan akademisi, Organisasi Dunia untuk Investigasi Penganiayaan terhadap Falun Gong, dan Tribunal Tiongkok  untuk Inggris telah melaksanakan banyak penyelidikan independen ke dalam masalah ini. Hasilnya menyimpulkan bahwa panen organ hidup-hidup berskala-besar dari praktisi Falun Gong oleh Partai Komunis Tiongkok, telah ada selama bertahun-tahun dan terus berlanjut.

Pada  24 Februari, 117 organisasi, termasuk Yayasan Korban Komunis Dunia dan Koalisi Internasional untuk Mengakhiri Penyalahgunaan Transplantasi di Tiongkok, menjadi tuan rumah bersama sebuah seminar mengenai panen organ secara hidup-hidup oleh rezim Partai Komunis Tiongkok. Para ahli, anggota parlemen, pejabat, dan perwakilan dari 25 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Uni Eropa, dan Australia berpartisipasi dalam acara tersebut.

Sir Geoffrey Nice QC, seorang jaksa di Pengadilan Kriminal Internasional untuk Slobodan Milošević, juga mengetuai Tribunal Tiongkok, sebuah pengadilan rakyat mengenai panen organ di Tiongkok.

Sir Geoffrey Nice QC mengatakan dalam pidatonya bahwa timnya memulai “dengan selembar kertas kosong” sebelum menyelidiki masalah panen organ secara hidup-hidup oleh Partai Komunis Tiongkok, “hanya berdasarkan  bukti.” 

Ia mengatakan para anggota panel “tidak memiliki prasangka” dan bahwa mereka bukanlah para aktivis atau pun tidak memiliki simpati khusus terhadap para korban. Para anggota panel hanya berurusan dengan bukti yang diberikan kepada mereka dan mengakhiri pertanyaan “dalam bentuk penghakiman.”

“Adalah sangat sulit bagi siapa pun untuk menantang hal tersebut,” kata Sir Geoffrey Nice QC, dan selama dua tahun sejak putusan pertama kali diumumkan, “belum dibangun atau ditantang secara rinci oleh siapa pun.”

Tribunal Tiongkok mengadakan sidang dengar pendapat masyarakat secara terbuka dari 8 hingga 10 Desember 2018, dan pada  6 dan 7 April 2019. Pada 17 Juni 2019, panel beranggotakan tujuh orang tersebut menyimpulkan bahwa “tidak diragukan lagi” bahwa panen organ secara paksa dari para tahanan telah dilakukan  “dalam skala yang substansial oleh organisasi yang didukung atau disetujui oleh negara dan para individu,” merupakan” kejahatan melawan kemanusiaan.”

Tribunal Tiongkok memutuskan bahwa praktisi Falun Gong telah menjadi sasaran penganiayaan oleh Partai Komunis Tiongkok sejak Juli 1999.

Pengacara hak asasi manusia Kanada, David Matas mengatakan, panen organ secara hidup-hidup berskala-besar terhadap para praktisi Falun Gong adalah salah satu kejahatan terburuk di dunia terhadap  kemanusiaan dan kejahatan terburuk itu adalah lebih berdarah, lebih kejam, dan lebih brutal daripada bencana yang terjadi selama Perang Dunia II.

Para aktivis hak asasi manusia, ahli, dan anggota parlemen telah menyerukan agar masyarakat internasional untuk bersatu dan mengambil tindakan untuk meminta pertanggungjawaban rezim Partai Komunis Tiongkok atas praktik panen yang direstui negara terhadap praktisi Falun Gong yang masih hidup. 

Tahun ini menandai 22 tahun sejak Partai Komunis Tiongkok mulai menganiaya Falun Gong. Tahun ini juga menandai 15 tahun tahun sejak terungkapnya panen organ paksa terhadap para praktisi. Kini, waktunya sudah tiba untuk mengakhiri torehan kekejaman ini. (Vv)

Wang Youqun memperoleh gelar Ph.D. bidang hukum dari Renmin University of China. Dia pernah bekerja sebagai copywriter untuk Wei Jianxing (1931-2015), anggota Komite Tetap Politbiro Partai Komunis Tiongkok dari tahun 1997 hingga 2002.

 

Share
Tag: Kategori: OPINI

Video Popular