Liu Munghan – NTDTV.com

Konferensi Tingkat Tinggi  (KTT ) Kepemimpinan “Quad” yakni Amerika Serikat Jepang, India, dan Australia diadakan pada (12/3/2021). Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Sullivan menyatakan setelah pertemuan, para pemimpin empat negara menjelaskan bahwa mereka tidak akan memiliki ilusi apapun terhadap Komunis Tiongkok . 

Pembicaraan dalam KTT itu juga berjanji  memberikan 1 miliar vaksin virus Komunis Tiongkok ke kawasan Indo-Pasifik pada akhir 2022. Mereka juga menekankan pentingnya kebebasan dan keterbukaan di kawasan Indo-Pasifik dan nilai-nilai demokrasi yang dianut oleh keempat negara tersebut.

Menurut laporan media yang komprehensif, KTT Video Pemimpin “Quad” Amerika Serikat, Jepang, India dan Australia diadakan untuk pertama kalinya pada pagi 12 Maret 2021. Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga, Perdana Menteri Australia Scott Morrison, Perdana Menteri India Narendra Modi  menyampaikan pidato pada pertemuan tersebut.

Biden mengatakan dalam pidatonya bahwa Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) baru-baru ini menaikkan perkiraan ekonomi Amerika Serikat dari 3,2% menjadi 6,5%. Biden percaya bahwa perkiraan ini sangat penting karena organisasi tersebut memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat akan terus berlanjut tumbuh, merupakan penggerak utama pertumbuhan global, sehingga mitra dagang Amerika Serikat juga diuntungkan.

Biden mengatakan, “Kami menghadapi agenda besar, tetapi saya optimis tentang masa depan. Kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka sangat penting bagi masa depan kita masing-masing. Amerika Serikat berkomitmen untuk bekerja sama dengan Anda, mitra kami, dan mitra kami di kawasan. Semua sekutu bekerja sama untuk mencapai stabilitas di kawasan Indo-Pasifik. “

Biden berharap dapat bekerja sama secara erat dengan tiga negara lainnya dalam beberapa tahun ke depan, dan para pemimpin dari tiga negara lainnya juga telah menyampaikan aspirasi serupa, berharap dapat mengembangkan kerja sama yang lebih bermanfaat di kawasan Indo-Pasifik.

Dalam pidatonya, Perdana Menteri India,  Narendra Modi menyampaikan bahwa nilai-nilai demokrasi bersama dari keempat negara dan komitmen untuk menjaga kawasan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka dan inklusif menyatukan keempat negara tersebut. 

Isi KTT hari itu meliputi Vaksin virus Komunis Tiongkok, perubahan iklim, dan teknologi baru. Hal ini akan membantu mendorong pembangunan global dengan lebih baik di bidang terkait.

 Narendra Modi mendesak keempat negara untuk bergandengan tangan mempromosikan nilai-nilai bersama di kawasan Indo-Pasifik dan mencapai keamanan, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik.

Menteri Jepang Yoshihide Suga mengatakan bahwa dia berharap keempat negara akan membuat langkah besar menuju terwujudnya kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

Setelah KTT, keempat negara mengeluarkan pernyataan bersama yang menyatakan bahwa kelompok kerja tentang epidemi, teknologi utama, dan perubahan iklim akan dibentuk untuk mengatasi tantangan tersebut. 

Para pemimpin keempat negara juga diharapkan untuk mengadakan pertemuan puncak lainnya di akhir pertemuan. Pernyataan bersama itu berbunyi: “Kami berkomitmen untuk membangun wilayah Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, inklusif, dan sehat berdasarkan nilai-nilai demokrasi, wilayah yang bebas dari paksaan.”

Sullivan mengatakan pada konferensi pers Gedung Putih setelah pertemuan bahwa para pemimpin empat negara membahas kebebasan navigasi dan kebebasan dari paksaan di Laut Cina Selatan dan Timur, masalah senjata nuklir Korea Utara, kudeta Myanmar dan penindasan dengan kekerasan, serta berbicara tentang persaingan antara model otokrasi dan demokrasi. Meski masih sulit, pembicaraan menunjukkan optimisme tentang masa depan.

Sullivan menunjukkan bahwa para pemimpin dari empat negara juga membahas tantangan dari Komunis Tiongkok dan menjelaskan bahwa mereka tidak memiliki ilusi apapun tentang Komunis Tiongkok. Tetapi fokus dari KTT adalah membahas krisis global yang mendesak, termasuk krisis iklim dan epidemi virus Komunis Tiongkok.

Terkait wabah, Sullivan mengatakan bahwa para pemimpin keempat negara telah membuat komitmen besar. Mereka akan menggunakan manufaktur India, teknologi Amerika, dana dari Jepang dan Amerika Serikat, serta kemampuan logistik Australia. 

Dialog empat negara tersebut berjanji akan melapor kepada ASEAN pada akhir 2022 serta menyediakan ke Indo-Pasifik dan kawasan lainnya hingga 1 miliar dosis vaksin. (hui)  

Share

Video Popular