Erabaru.net. Plasenta manusia terus dijual secara ilegal di pasar gelap di Tiongkok, sebuah penyelidikan baru menemukan.

Beberapa orang percaya bahwa plasenta segar mengandung khasiat penyembuhan, dan mereka akan memasak dan memakannya atau mengolahnya menjadi bubuk dan menjualnya.

Plasenta, yang dikenal sebagai ziheche dalam Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT), dianggap dapat mengobati penyakit seperti tuberkulosis serta membantu mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah atau membantu kesehatan reproduksi.

Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

 

Telah terjadi tindakan keras terhadap perdagangan dalam beberapa tahun terakhir, dengan Departemen Kesehatan Tiongkok melarang penjualan plasenta manusia pada tahun 2005. Sayangnya, tidak ada undang-undang yang melarang penjualan obat yang terbuat dari plasenta dan tidak ada ketentuan tentang asal bahan tersebut.

Sebuah laporan menemukan perdagangan plasenta ilegal terutama berbasis di Bozhou di Anhui, Pizhou di Jiangsu, dan Yongcheng di Henan.

Pedagang mendapatkan plasenta masing-masing dengan harga sekitar 80 yuan (sekitar Rp 177 ruby) dari rumah sakit, pabrik limbah medis, dan bahkan rumah duka meskipun ini merupakan risiko kesehatan utama. Kurangnya regulasi berarti tidak ada pemeriksaan apakah organ mungkin mengandung virus seperti hepatitis B, HIV, atau sifilis.

(Foto: Pixabay)

“Jika ibunya terkena penyakit menular, plasenta juga akan membawa virus,” kata dokter kandungan Lin Xiu kepada media setempat.

“Metode memasak konvensional tidak dapat membunuh virus-virus itu. Hanya seperti desinfeksi kukus yang digunakan di rumah sakit untuk mendisinfeksi peralatan operasi yang dapat melakukannya,” tambahnya.

Jadi makan plasenta manusia yang masih segar bisa jadi bisa membuat Anda terjangkit penyakit. Itu berbahaya bagi kesehatan.

Seorang pria mengatakan kepada ABS CBN bahwa dia telah menjual plasenta manusia selama 25 tahun dan bahwa keluarganya memproses 130.000 organ tahun lalu, menghasilkan sekitar 5 yuan (sekitar Rp 11 ribu) per plasenta.

Yang lain mengatakan bahwa dulu mudah mendapatkan plasenta dari rumah sakit, tetapi karena tindakan keras tersebut, pedagang harus beralih ke tempat pembuangan limbah medis atau membayar staf rumah sakit untuk mengambil organ.

Platform belanja online Taobao menjual plasenta dari anak laki-laki seharga 480 yuan (sekitar Rp 1 juta) dan 450 yuan (sekitar rp 998 ribu) untuk plasenta dari anak perempuan, karena kepercayaan budaya kuno bahwa plasenta yang telah memberi makan bayi laki-laki memiliki manfaat kesehatan yang lebih kuat.

Seorang penjual online mengatakan banyak pelanggannya membuat plasenta menjadi sup.

Kebijakan resmi Kementerian Kesehatan adalah bahwa plasenta adalah milik perempuan yang melahirkan. Jika tidak menginginkannya, rumah sakit biasanya membuangnya sebagai limbah medis. (yn)

Sumber: dailystar

Video Rekomendasi:

Share
Tag: Kategori: SERBA SERBI

Video Popular