oleh Luo Ya, Lin Cenxin dan Liu Fang

Kementerian Luar Negeri Korea Utara pada (19/3) melalui media corong pemerintah KCNA (Korean Central News Agency) menuduh pemerintah Malaysia telah melakukan “tindakan bermusuhan berkala besar” terhadap Korea Utara. Dikarenakan, memperlakukan Mun Chol-myong, seorang warga Korea Utara yang selama bertahun-tahun berdagang di Singapura sebagai penjahat dan diekstradisi ke Amerika Serikat.

Pernyataan juga menyebutkan bahwa Amerika Serikat adalah “manipulator” dan harus membayar dengan harga yang mahal atas perbuatannya.Menurut Kantor Berita Yonhap, FBI sebelumnya telah mengklaim bahwa Mun Chol-myong telah melanggar sanksi internasional terhadap Korut karena mengirim alkohol, jam tangan dan barang-barang mewah lainnya ke Korea Utara, serta melakukan pencucian uang melalui perusahaan tas kulit.

Pada Desember 2019, atas permintaan Amerika Serikat, pengadilan Malaysia memutuskan untuk mengekstradisi Mun Chol-myong ke Amerika Serikat. Dan ekstradisi telah dilakukan pada 17 Maret tahun ini.

Hua Po, komentator politik Beijing berpendapat bahwa saat ini belum dapat dipastikan apakah warga Korea Utara tersebut diserahkan ke AS sebagai penjahat atau mungkin telah membelot. Namun, diperkirakan bahwa pemutusan hubungan diplomatik tidak akan berdampak besar terhadap kedua negara ini.

Hua Po mengatakan : “Karena hubungan diplomatik antara kedua negara ini tidak dianggap terlalu penting bagi masing-masing pihak, apalagi ada kasus pembunuhan Kim Jong-nam di Kuala Lumpur beberapa tahun yang lalu dan sempat menimbulkan ketegangan. Sehingga pemutusan hubungan diplomatik tidak berpengaruh besar, yang penting adalah warga negara dan para diplomat dari kedua belah pihak bisa pulang dengan selamat. Ini yang lebih diutamakan”.

Korea Utara dan Malaysia telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1973. Pada tahun 2017, setelah saudara tiri Kim Jong-un, Kim Jong-nam terbunuh di Kuala Lumpur, hubungan diplomatik kedua negara memburuk dan saling mengusir duta besar. Hua Po berpendapat, bahwa peran Korea Utara dalam konfrontasi antara AS dengan komunis Tiongkok masih perlu diwaspadai.

“Karena hubungan antara komunis Tiongkok dengan Amerika Serikat juga sangat tegang saat ini, dialog pejabat antar kedua negara tersebut telah berubah menjadi pertengkaran 2 negara. Pada saat ini, komunis Tiongkok juga membutuhkan dukungan Korea Utara yang merupakan saudara seimannya untuk melakukan beberapa “ulah”. Tiba-tiba saja, isu-isu yang terkait dengan hubungan Korea Utara-AS, uji coba nuklir dan lainnya dimunculkan kembali ke permukaan. Jika Korea Utara kembali berulah saat ini, mungkin Amerika Serikat akan berbaik dengan komunis Tiongkok demi mengatasi Korea Utara”, kata Hua Po. 

Glen Van Herck, Komandan Komando Pertahanan Ruang Angkasa Amerika Utara (NORAD), mengeluarkan peringatan pada 16 Maret, bahwa Korea Utara telah membuat kemajuan substansial dalam pengembangan senjata nuklir dan teknologi rudal jarak jauh, sehingga Amerika Serikat berpotensi dalam ancamannya. (sin)

Video Rekomendasi :

Share

Video Popular