Erabaru.net. Undang-undang kekejaman terhadap hewan baru telah disahkan di Australia yang akan membuat para pelakunya menghadapi denda 44.000 dollar (sekitar Rp 632 juta) dan satu tahun penjara.

Parlemen New South Wales baru-baru ini memberikan suara untuk mendukung RUU amandemen Undang-Undang Pencegahan Kekejaman Terhadap Hewan, melihatnya melewati dewan legislatif dan menjadi hukum.

(Foto: Unsplash)

Ini menandai kenaikan denda delapan kali lipat dibandingkan dengan undang-undang sebelumnya, dengan tindakan hukuman berat bagi siapa pun yang dituduh melakukan kekejaman terhadap hewan di negara bagian Australia.

Seperti dilansir 7News, pelanggar yang dinyatakan bersalah melakukan kekejaman terhadap hewan akan menghadapi denda maksimal 44.000 dollar dan 12 bulan penjara. Untuk kekejaman yang terburuk, orang bisa menghadapi denda 110.000 (sekitar Rp 1,5 miliar) dan dua tahun penjara.

(Foto: Unsplas)

Mereka yang tidak bisa menyediakan makanan atau tempat berlindung yang memadai untuk hewan mereka juga dapat dikenakan hukuman hingga 16.500 dollar (sekitar Rp 237 juta) dan enam bulan penjara.

Adapun perusahaan yang dinyatakan bersalah atas tindakan kekejaman terhadap hewan, denda melonjak setinggi 220.000 dollar dan 550.000 dollar untuk setiap tindakan.

RUU tersebut disahkan di Parlemen NSW pada Kamis, (18/3). Menteri Pertanian Adam Marshall mendukung RUU tersebut, dengan mengatakan denda yang lebih berat dan hukuman penjara sesuai dengan kejahatan.

(Foto: Unsplash)

 

Dalam sebuah pernyataan, dia mengaktan,: “Perubahan ini akan meningkatkan hingga delapan kali lipat dalam denda keuangan dan waktu penjara untuk pelaku yang akan menyakiti atau gagal merawat hewan secara memadai.”

“RUU itu hanya menggarisbawahi bahwa kekejaman terhadap hewan sudah tidak dapat diterima di NSW, dan menjatuhkan serangkaian hukuman yang keras bagi mereka yang melanggar hukum kami yang kuat,” Marshall menambahkan. (yn)

Sumber: Unilad

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular