oleh Zhu Ying 

Baru-baru ini, sebuah video pendek telah beredar di platform jejaring sosial luar negeri. Dikatakan bahwa rekaman tersebut adalah tempat karantina berbentuk sel untuk pasien terinfeksi virus komunis Tiongkok atau COVID-19 di Daerah Otonomi Etnis Dai Xishuangbanna di Provinsi Yunnan, Tiongkok. 

Deretan tempat karantina yang menyerupai peti kemas itu tampaknya kedap udara, dan perlakuan yang kurang manusiawi terhadap para pasien tersebut telah menimbulkan kemarahan di kalangan orang Tionghoa perantauan.

Dari video yang diunggah di Internet terlihat bahwa deretan tempat karantina sederhana yang entah dibangun dengan bahan apa itu sangat mirip dengan kontainer untuk pengiriman barang, dan setiap ruangan hanya memiliki bukaan persegi kecil di pintunya. 

Ada sebuah jendela ventilasi kecil di sebelah kanan atas pintu. Saat makan, para pasien yang dikarantina akan menjulurkan kepala dari jendela kecil itu untuk menunggu dan mengambil makanan yang dibagikan petugas. Pada saat yang sama, para petugas yang mengenakan pakaian pelindung akan melakukan pendataan terhadap kondisi para pasien yang dikarantina.

Netizen di daratan Tiongkok yang memposting video tersebut menyebutkan bahwa video pendek ini ia ambil dari tempat karantina berbentuk sel untuk pasien COVID-19 di Daerah Otonomi Etnis Dai Xishuangbanna di Provinsi Yunnan, Tiongkok. 

Seorang netizen yang mengetahui mengatakan bahwa setelah dikirim ke tempat itu, setiap pasien yang menjalani karantina harus dikurung setidaknya selama 3 minggu, dan membayar biaya harian sebesar RMB. 300,- . Biaya itu belum termasuk biaya lain-lain seperti obat-obatan untuk tes. Semua biaya itu harus ditanggung sendiri oleh pasien yang dikarantina.

Ada netizen yang memposting ulang video pendek itu di Twitter, dan seorang netizen Tionghoa meninggalkan pesan setelah melihatnya : “Pantesan ada pertemuan internal yang menyebutkan bahwa antisipasi penyebaran wabah mampu menghasilkan keuntungan sebesar RMB. 67 triliun buat negara.”

Setelah film pendek ini ditayangkan di YouTube, banyak komentar panas muncul di antara para netizen Tionghoa. (sin)

Share

Video Popular