Li Mei dan Chen Haiyue  – NTD

Pada Jumat (19/3) tidak termasuk daratan Tiongkok, sekitar 121,8 juta orang didiagnosis COVID-19 di seluruh dunia dan lebih dari 2,68 juta orang yang meninggal dunia. Jumlah rata-rata kematian per minggu di Eropa lebih dari 20.000 orang. 

Sementara itu, Prancis mengumumkan Lockdown untuk ketiganya pada Kamis (18/3/2021). Kali ini kembali me-lockdown Paris dan beberapa bagian utara selama sebulan. Lockdown terbatas ini  melibatkan hampir sepertiga dari penduduk prancis.

Semua toko yang tidak perlu akan ditutup, perpindahan antar daerah dilarang, dan boleh meninggalkan rumah dengan alasan yang tepat. Namun demikian, sekolah tetap buka. Selain itu, memperbolehkan olahraga di luar ruangan terbatas.

Pada Kamis (18/3), 35.000 kasus baru dikonfirmasi, yang melebihi 30.000 kasus selama dua hari berturut-turut, di mana virus varian Inggris menyumbang 75%. Kini, menghadapi tekanan seperti lambatnya vaksinasi, penyebaran virus varian, dan kapasitas unit perawatan intensif. 

Jumlah kematian akibat epidemi di Eropa telah meningkat, dengan rata-rata lebih dari 20.000 kasus per minggu. Sedangkan angka kematian kumulatif telah melebihi 900.000 kasus.

Setelah divaksinasi dengan AstraZeneca di Eropa, terjadi 25 kasus trombosis, termasuk 9 kasus kematian.

Badan Obat-obatan Eropa mengumumkan hasil penyelidikan pada Kamis (18/3), yang menetapkan bahwa vaksin AstraZeneca “aman dan efektif.”

Jerman, Italia, Prancis, Spanyol, dan negara-negara lain telah menyatakan, akan memulai kembali program vaksinasi AstraZeneca.

Juru bicara Gedung Putih, Jen Psaki mengatakan bahwa Amerika Serikat berencana untuk mengirim Meksiko dan Kanada sekitar 4 juta dosis vaksin AstraZeneca untuk membantu negara-negara tetangga mengendalikan epidemi. Meksiko akan menerima 2,5 juta dosis dan Kanada akan menerima 1,5 juta dosis.

Brazil menambahkan 86.982 kasus yang dikonfirmasi pada  Jumat (19/3) dan 2.724 orang meninggal dunia.J umlah kematian dalam satu hari mencapai angka tertinggi kedua. Sebanyak 11,78 juta kasus dikonfirmasi dan 287.499 orang meninggal dunia.

Peneliti menemukan, kapasitas penularan virus varian P.1 yang saat ini beredar di Brasil adalah 2,5 kali lipat dari virus sebelumnya. (hui)

Video Rekomendasi : 

 

Share

Video Popular