oleh Luo Tingting

Seorang gadis berusia 31 tahun di Shenzhen, Provinsi Guangdong, Tiongkok pergi ke sebuah klinik untuk melakukan operasi kecantikan hidung atau rinoplasti. Namun, kecelakaan selama operasi tersebut membuat detak jantung gadis tersebut tiba-tiba berhenti. Setelah upaya penyelamatan, otak gadis tersebut mengalami kerusakan meskipun nyawanya berhasil diselamatkan. Akibat kejadian ini IQ gadis menurun drastis tinggal setara dengan anak berusia 1 tahun.

Menurut laporan Sohu.com, gadis warga Shenzhen itu bernama samaran Xiaoli. Dia adalah satu-satunya anak dalam keluarga yang hidup bahagia, memiliki tubuh yang ramping dan berwajah cantik. Saat kejadian, gadis ini masih berstatus sebagai staf di sebuah perusahaan lokal. Pekerjaannya yang  cukup stabil membuat iri banyak orang.

Namun, Xiaoli tidak puas dengan bentuk hidungnya, sehingga memutuskan untuk melakukan operasi hidung  dengan tidak memberitahu keluarganya di klinik swasta pada  Mei 2020. Saat operasi, setelah 5 menit dibius, Xiaoli mengalami serangan jantung mendadak, dan dia terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk penyelamatan.

Meskipun nyawa Xiaoli berhasil diselamatkan dan keluar dari kondisi bahaya, tetapi kecerdasannya rusak parah karena otaknya mengalami kekurangan oksigen yang berkepanjangan. Setelah Xiaoli keluar dari rumah sakit, dia kehilangan ingatan, muncul halusinasi dan gejala lainnya, dan dia sama sekali tidak dapat merawat dirinya sendiri.

Menurut laporan yang dikutip NTDTV.com (21/3/2021), setelah lebih dari 10 bulan menjalani pengobatan, kecerdasan Xiaoli saat ini masih sebatas anak balita yang berusia 1 tahun. Rambut ibunya pun menjadi penuh dengan uban gara-gara memikirkan kondisi putrinya. Di masa depan, Xiaoli mungkin harus terus hidup di bawah asuhan keluarganya.

Kepada media daratan Tiongkok ayah dari Xiaoli mengungkapkan bahwa baik ahli anestesi maupun ahli bedah di klinik tempat Xiaoli melakukan operasi tidak memiliki kualifikasi keahlian dan rekor. Masa depan anaknya telah dirusak oleh mereka. 

Akibat keseriusan dari cacat yang dialami Xiaoli ini termasuk tingkat kecacatan urutan ke-6, saat ini keluarganya sedang bernegosiasi dengan klinik operasi rinoplasti untuk mendapatkan kompensasi.

Ayah Xiaoli mengatakan : “Saya hanya berharap klinik rinoplasti tersebut memberikan tanggung jawab terhadap hancurnya kehidupan anak saya gara-gara operasi kecil yang mereka lakukan.” (sin) 

Share

Video Popular