Li Yun

Digelar pertama kalinya pertemuan tingkat tinggi antara Tiongkok dan Amerika Serikat setelah Biden menjabat. Pernyataan pembuka dengan waktu 2 menit untuk setiap orang, tetapi pihak Tiongkok telah mengambil waktu setidaknya 30 menit. Isinya hampir seluruhnya menghantam Amerika Serikat. Sementara itu, laporan media resmi Komunis Tiongkok berubah menjadi memutar balikkan fakta. Beberapa media AS mengungkap fakta bahwa Komunis Tiongkok tidak berani mempublikasikannya.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Jake Sullivan bertemu dengan Direktur Komite Urusan Luar Negeri Partai Komunis Tiongkok, Yang Jiechi dan Menteri Luar Negeri Wang Yi di Alaska dari 18 -19 Maret 2021. 

Ini adalah pertemuan tatap muka pertama antara AS dan Tiongkok, setelah Biden mengambil alih kekuasaan. Pada hari pertama pembicaraan, kedua pihak melepaskan serangan.

Blinken mengeluarkan pengantar singkat di mana, dia menuduh Tiongkok melanggar aturan dan mengancam stabilitas global. Sullivan berkata, bahwa Amerika Serikat tidak berusaha untuk berkonflik dengan Komunis Tiongkok, tetapi menyambut persaingan yang ketat.

Hasilnya, Yang Jiechi berbicara sekitar 17 menit dalam satu tarikan napas. Dia mengkritik masalah ras kulit hitam di Amerika Serikat. Dia juga menuduh Amerika Serikat sebagai juara serangan siber, tidak mewakili opini publik global, dan memiliki sejarah panjang membunuh orang kulit hitam. Yang Jiechi juga mengatakan bahwa, sambutan pembukaan Amerika Serikat tidak normal, sehingga dia juga tidak perlu bersikap normal.

Namun demikian, lain halnya dengan laporan media resmi partai Komunis Tiongkok yang melaporkan bahwa perwakilan AS “benar-benar parah dan melanggar etiket diplomatik”, dalam pidato pembukaan pertamanya. Di saat yang sama, video pendek tanggapan Yang Jiechi di lokasi kejadian, juga beredar di media sosial Tiongkok.

Komentar kader Komunis Tiongkok di internet memberikan respon kepada Yang Jiechi, serangkaian komentar yang memutar balikan fakta dan menuduh berbagai kesalahan Amerika Serikat. Mereka dengan membabi-buta memuji Yang Jiechi. Namun demikian, benarkah faktanya seperti itu?

Menurut rekaman rekaman pidato pembukaan sesi dialog, seorang reporter dari Jaringan Televisi Publik AS menunjukkan bahwa, pidato pembukaan Blinken adalah 2 menit dan 27 detik, dan pidato Sullivan adalah 2 menit dan 17 detik. Akan tetapi, pidato pembukaan Yang Jiechi adalah 16 menit dan 14 detik. Sedangkan interpretasi berikutnya memakan waktu 3 menit dan 26 detik. Pembukaan Wang Yi berlangsung selama 4 menit dan 9 detik.

Ketika seorang reporter CNN bertanya kepada Zhao Lijian, juru bicara Kementerian Luar Negeri Komunis Tiongkok,  pada 19 Maret, Zhao menuduh AS “memprovokasi masalah lebih awal,” sambil mencoba melemahkan potensi konsekuensi tak terduga dari “Pertunjukan” Yang Jiechi.

Zhao Lijian mengatakan bahwa, kedua  pihak penuh dengan bubuk mesiu dan secara dramatias dalam kata sambutannya dari awal, ini bukanlah maksud semula dari pihak Tiongkok. 

Zhao juga meminta kepada wartawan untuk menanyakan, tentang latar belakang briefing yang dilakukan oleh pejabat delegasi Komunis Tiongkok tentang dialog tingkat tinggi Tiongkok-AS. Ia menekankan bahwa, Amerika Serikat tidak mematuhi perjanjian sebelumnya tentang waktu bicara, memprovokasi terlebih awal dan memprovokasi perselisihan.

VOA news melaporkan bahwa, menurut laporan Kantor Berita Xinhua tentang briefing untuk dialog ini, pejabat Komunis Tiongkok tidak memberikan dasar atau alasan, mengapa Komunis Tiongkok percaya bahwa Amerika Serikat menghabiskan waktu secara serius. 

Zhao Lijian pada dasarnya mengulangi apa yang dikatakan Komunis Tiongkok pada pengarahan tersebut.

Perwakilan Komunis Tiongkok Bertindak untuk Penonton Daratan Tiongkok

Di sisi lain, pejabat AS menuduh perwakilan Komunis Tiongkok melanggar “etiket diplomatik.”

Reuters mengutip seorang pejabat AS yang meminta untuk tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa sebelum pembicaraan, kedua  pihak menyetujui pidato singkat dua menit oleh masing-masing dari empat pejabat. 

Delegasi Komunis Tiongkok, tampaknya overacting. Kemudian berfokus pada pertunjukan dramatis daripada pembicaraan substantif. Mereka dengan cepat melanggar etika diplomatik untuk menggambarkan hal ini.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jalina Porter juga mengatakan pada konferensi pers pada 19 Maret, bahwa kinerja perwakilan Komunis Tiongkok “dramatis,” dan mungkin bertindak untuk penonton Tiongkok.

Menurut praktik diplomatik, dalam pertemuan tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Tiongkok, kedua  pihak biasanya membuat beberapa menit pernyataan sikap di depan wartawan.

Setelah wartawan pergi, tidak menutup kemungkinan kedua  pihak untuk berkonfrontasi secara sengit. Namun, kali ini pejabat dari kedua belah pihak langsung menjadi sorotan media.

Pihak AS Bergegas Keluar Memberitakan Kebenaran kepada Pihak Media 

Dalam laporan media Komunis Tiongkok, diklaim bahwa setelah AS menanggapi pernyataan Yang Jiechi dan Wang Yi. Pihak AS lantas bergegas keluar untuk menyampaikan kepada wartawan tanpa menunggu tanggapan Yang dan Wang.

Namun, video yang diambil oleh Associated Press menunjukkan bahwa setelah Yang Jiechi dan Wang Yi selesai berbicara, Blinken meminta wartawan untuk tetap di tempat. Dia ingin menanggapi pernyataan Yang Jiechi. Pasalnya, pihak Tiongkok telah melebihi waktunya dengan berbicara terlalu lama. Jadi, dia juga harus menanggapinya. 

Blinken mengatakan bahwa Amerika Serikat memang memiliki ketidaksempurnaan, membuat kesalahan, dan mengalami kemunduran. Namun demikian, Amerika Serikat menerapkan sikap jujur, terbuka, dan transparan, daripada mengabaikan kesalahan ini, atau berpura-pura tidak ada, atau menyembunyikan kekurangannya.

Setelah Blinken dan Sullivan menyampaikan pidato tambahan, baru kemudian para wartawan diminta untuk bubar.

Yang Jiechi kemudian mengkritik Amerika Serikat, dengan dalih karena berbicara dengan nada “merendahkan”. Ia mengatakan bahwa, dirinya meminta wartawan meninggalkan tempat kejadian untuk membuktikan bahwa Amerika Serikat tidak mendukung demokrasi. 

Yang Jiechi juga menyebutnya tidak adil. Ia mengatakan, menurut etiket diplomatik, setelah pidato putaran kedua oleh Amerika Serikat, Tiongkok juga harus membuat pidato tambahan. Akan tetapi Amerika Serikat menolak dan membiarkan jurnalis meninggalkan tempat itu. Oleh karena itu, pihak Tiongkok menganggapnya tidak adil.

Reporter Amerika lainnya di tempat kejadian menggambarkan bahwa, pembicaraan tersebut menyebabkan ketidakpuasan dengan Amerika Serikat.  Dikarenakan, pihak Tiongkok melampaui waktu dan ketidakpatuhan terhadap peraturan. Demi keadilan membutuhkan “waktu bicara” yang sama . Itu adalah alasan mengapa pihak Tiongkok tidak diperbolehkan membuat pernyataan tambahan. Pasalnya,  jika mereka terus menambahkan waktu, maka ini adalah jenis “ketidakadilan” lainnya.

Menurut transkrip Dialog AS-Tiongkok dari Departemen Luar Negeri AS, kemarahan Yang Jiechi mencapai titik ekstremnya. 

Yang berkata, “Saya pikir Anda terlalu baik. Kami pikir Anda akan mematuhi etiket diplomatik dasar.” Yang juga mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak memenuhi syarat. Ia mengatakan bahwa Anda ingin berbicara dengan Komunis Tiongkok dalam hal kekuatan tidak memenuhi syarat untuk menyalahkan orang lain. Dia juga mengingatkan Amerika Serikat untuk berhenti menggembar-gemborkan demokrasi Amerika kepada dunia.

Wang Yi juga langsung memberitahukan kepada AS, “Masalah lama di AS ini perlu diubah!”

Banyak media percaya bahwa semua pidato Yang Jiechi dan Wang Yi ini, tidak sesuai untuk acara diplomatik.

Jadi, Apa yang Dikatakan AS yang Membuat Marah Komunis Tiongkok?

Pada hari pertama pembicaraan, setelah Yang Jiechi berbicara dalam satu nafas selama sekitar 17 menit, Blinken menambahkan bahwa selama percakapannya dengan hampir 100 pejabat dari seluruh dunia, ditambah dengan kunjungan ke Jepang dan Korea Selatan, dia mengatakan, sangat berbeda dari apa yang dia dengar dari Yang Jiechi.

Sullivan juga menambahkan bahwa, negara yang percaya diri dapat merefleksikan kekurangannya dan terus mengupayakan perbaikan. Inilah rahasia kesuksesan Amerika Serikat.

Blinken mengatakan kepada wartawan bahwa, Amerika Serikat dan Tiongkok memiliki perbedaan dalam serangkaian masalah. Ia tidak terkejut mendengar serangan balik Tiongkok. Meskipun pembicaraan tidak mencapai terobosan apa pun, Amerika Serikat mencapai tujuannya untuk mengadakan pertemuan ini.

Reuters mengutip Mike McCaul, anggota senior Republik dari Komite Urusan Luar Negeri Dewan Perwakilan AS, yang mengatakan bahwa melalui kejadian ini, pemerintahan Biden harus mengenali siapa yang sedang dihadapinya.

The “Washington Post” juga menunjukkan bahwa, ini adalah pertama kalinya pemerintahan Biden mengajarkan gaya “diplomasi perang serigala” Tiongkok. Pertemuan diplomatik setinggi itu, tanpa etiket dan keterampilan diplomatik apa pun, mematahkan ilusi bahwa hubungan AS-Tiongkok dapat diatur ulang.

Jordan Schneider, seorang analis urusan dan teknologi Tiongkok di Rongding Group, sebuah perusahaan konsultan Amerika, mengatakan di Twitter: Pejabat Komunis Tiongkok gila. Ketika mereka berhadapan dengan pemerintahan Trump, mereka tidak dapat mengekspresikan diri. Tetapi, dalam interaksi pertama mereka dengan pejabat di pemerintahan Biden, mereka seperti serigala perang.

The United Daily News berkomentar: Komunis Tiongkok tidak berbeda dengan mencaci maki dalam dialog AS-Tiongkok di Anchorage, Alaska.

Komentar tersebut mengatakan, “Pernyataan Yang Jiechi yang keras dan terus terang mungkin telah menulis catatan penting tentang hubungan AS-Tiongkok,” hal demikian mengungkapkan kecemasan dan bahaya dalam hubungan masa depan antara kedua pihak. Ketika Tiongkok tanpa malu-malu mengungkapkan penghinaan terhadap Amerika Serikat, kemungkinan besar kekhawatiran bahwa Amerika Serikat dan Tiongkok akan memasuki perangkap Thucydides, menjadi ramalan yang terwujud dengan sendirinya.

Komentar tersebut mempertanyakan bahwa, mungkin delegasi Tiongkok membutuhkan penjelasan internal dan eksternal untuk kinerja “luar biasa” dari para pemimpinnya. “Briefing” dari delegasi Komunis Tiongkok mengacu pada AS sebagai “melewati waktu yang serius” dan “melanggar tata krama.” Pihak Tiongkok seperti membakar api, dan Kantor Berita Xinhua dan surat kabar People Daily, milik partai  Komunis Tiongkok, membuat keributan besar, sehingga menimbulkan kebencian terhadap Amerika semakin besar. (hui)

Video Rekomendasi :

 

Share

Video Popular