Petr Svab

Ribuan anak-anak  yang melintasi perbatasan selatan secara ilegal berada penuh sesak di fasilitas penahanan di Donna dekat perbatasan di ujung selatan Texas, menurut gambar-gambar yang bocor.

Gambar-gambar tersebut menunjukkan ratusan anak meringkuk di bawah selimut-selimut darurat “sel-sel” yang penuh sesak, yang dipisahkan oleh tirai-tirai plastik transparan yang digantung di bingkai-bingkai logam. Delapan “sel” semacam itu membentuk sebuah “polong.” 

Fasilitas tersebut, terdiri dari beberapa tenda besar yang saling berhubungan, berisi delapan “polong” yang menampung  rata-rata 3.000 orang pada waktu tertentu, menurut Project Veritas, sebuah jurnalisme nonprofit yang menyamar  merilis gambar-gambar tersebut pada  (22/3). Ditambahkan hingga rata-rata 47 orang per sel.

Di dalam sel tersebut, lantai dilapisi dengan apa yang tampak seperti matras setebal empat inci, meskipun beberapa anak tampaknya tidur di lantai. Hampir tidak ada ruang tersisa untuk masuk dan keluar melalui satu pintu panel kaca di setiap sel.

“Anak-anak tersebut dipisahkan berdasarkan usia atau ukuran fisik tergantung ruangan,” sumber gambar-gambar tersebut memberitahu Project Veritas. 

“Lima puluh anak di antaranya menderita positif COVID dalam sel-sel ini beberapa hari yang lalu. Ada beberapa kali serangan seksual, serangan normal, dan keadaan darurat medis sehari-hari,” tambah sumber itu. 

Fasilitas seluas 185.000 kaki persegi selesai sekitar sebulan yang lalu, sedangkan gambar-gambar berumur beberapa hari, kata Project Veritas.

Kumpulan gambar-gambar lainnya, yang menunjukkan kondisi serupa, dirilis oleh Senator  Henry Cuellar (D-Texas).

Pemerintahan Joe Biden telah memblokir akses media dan Lembaga Swadaya Masyarakat ke fasilitas tersebut, dengan mengklaim alasan privasi dan keamanan. Akan tetapi, juga menolak permintaan gambar-gambar untuk menunjukkan kondisi di dalam fasilitas tersebut.

Kementerian Keamanan Dalam Negeri AS menanggapi permintaan komentar dengan merujuk pada komentar Menteri Keamanan Dalam Negeri, Alejandro Mayorkas, selama wawancara CNN pada 21 Maret:

“Saya sudah berulang kali mengatakan sejak awal bahwa sebuah stasiun Patroli Perbatasan tidak ada tempat untuk anak-anak,” kata Alejandro Mayorkas. “Itulah mengapa kami bekerja siang malam tanpa henti untuk memindahkan anak-anak ini keluar dari fasilitas-fasilitas Patroli Perbatasan ke dalam perawatan dan hak asuh Kementerian Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan yang bernaung anak-anak itu.”

Pada 14 Maret, agen-agen Bea Cukai dan Patroli Perbatasan  Amerika Serikat menempatkan lebih dari 13.000 anak tanpa pendamping ke dalam tahanan, menurut CBS News. Banyak anak yang ditahan lebih lama dari batas resmi.

Bea Cukai dan Patroli Perbatasan Amerika Serikat mencatat, peningkatan lebih dari 100 persen bulan ke bulan di bulan Februari di pertemuan-pertemuan perbatasan dengan unit-unit keluarga dan anak-anak di bawah umur tanpa pendamping, yang mana datang secara ilegal. Partai Republik selama berminggu-minggu menyebut situasi perbatasan itu sebagai sebuah  krisis, sementara Gedung Putih menghindari penggunaan istilah tersebut.

Senator Partai Republik Michael McCaul (R-Texas) pada 21 Maret memperkirakan bahwa, 1 juta orang akan berupaya masuk ke Amerika Serikat pada musim panas, dengan mengaitkan  arus-arus kebijakan Presiden Joe Biden.

“Hal ini akan menjadi lebih buruk. Hal ini akan menjadi jauh lebih buruk, musim semi, musim panas, semakin banyak yang datang. Pesan tersebut kembali mengingatkan bahwa, ‘Hei, kami mendapat seorang presiden baru, ayo masuk, kami terbuka untuk bisnis bagi para pedagang manusia,” kata Michael  McCaul dalam sebuah wawancara di “This Week” ABC.

Joe Biden di hari-hari pertamanya menjabat, menandatangani beberapa tindakan eksekutif untuk membatalkan banyak kebijakan imigrasi pemerintahan Donald Trump. Yang mana, dimaksudkan untuk menghalangi orang- orang Amerika Tengah berupaya memasuki Amerika Serikat secara ilegal. Sebagai gantinya, Joe Biden mengusulkan sebuah jalan untuk mendapatkan kewarganegaraan bagi jutaan orang asing ilegal. Biden juga berjanji untuk menciptakan “sistem suaka yang manusiawi.”

Pemerintahan Joe Biden menghentikan  program Protokol Perlindungan Migran, yang mengharuskan sebagian besar imigran ilegal untuk tetap tinggal di Meksiko selama kasus mereka diadili. “Tangkap dan lepaskan” telah menggantikan Protokol Perlindungan Migran, dan penyeberangan perbatasan ilegal, termasuk kedatangan anak-anak di bawah umur tanpa pendamping terus meroket. (Vv)

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular